• Card 1 of 30
Pilkada

Berpasangan Dengan Puti Soekarno, Gus Ipul: Ini Takdir

Amaluddin    •    10 Januari 2018 20:37

Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno, di kantor DPW PKB Jatim, Surabaya, Rabu, 10 Januari 2018. Medcom.id/Amal Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno, di kantor DPW PKB Jatim, Surabaya, Rabu, 10 Januari 2018. Medcom.id/Amal

Surabaya: Puti Pramatha Puspa Seruni Paundrianagari alias Puti Guntur Soekarno resmi menjadi cawagub mendampingi cagub Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Kata Gus Ipul, keputusan dipasangkan dengan Puti Guntur Soekarno merupakan takdir.

“Tidak ada rencana, bahkan sampai detik terakhir. Dan yang pasti, tanpa ada campur tangan dari Allah SWT maka ini tak akan terjadi,” kata Gus Ipul, di kantor DPW PKB Jatim, Surabaya, Rabu, 10 Januari 2018.

Kata Gus Ipul, dirinya selama ini pernah bertemu dengan Puti Guntur di beberapa kesempatan, antara lain menghadiri haul Bung Karno tahun 2017 lalu, termasuk pernah bertemu ketika menunaikan ibadah haji sekitar tahun 1999.

“Saat itu saya bersama Cak Imin (ketua umum DPP PKB Muhaimin Iskandar) dan kiai-kiai awal era reformasi sempat bertemu di Tanah Suci,” kata salah seorang ketua PBNU tersebut.

Terhadap kualitas Puti, pria yang juga cicit pendiri NU KH Bisri Syansury itu memuji kemampuan dan kapasitas anggota DPR RI dua periode tersebut, bahkan memiliki banyak pengalaman karena termasuk aktivis, dosen, enerjik serta aktif berorganisasi.

“Saya yakin dan optimistis Mbak Puti tidak diragukan kemampuannya. Nantinya, masyarakat Jatim akan mengenal dan cinta terhadap Mbak Puti,” katanya.

Sementara itu, pasangan Gus Ipul-Puti secara resmi diumumkan langsung di kantor DPP PDI Perjuangan hari ini dan akan mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di Surabaya malam ini.

Cucu Presiden Pertama RI, Soekarno, tersebut lahir di Jakarta pada 26 Juni 1971 dan memulai debut politiknya dengan menjadi anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan sejak Pemilu 2009, termasuk saat ini sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Pasangan ini diusung gabungan empat partai politik dengan total 58 kursi, yakni PKB (20 kursi), PDI Perjuangan (19 kursi), PKS (6 kursi) serta Partai Gerindra (13 kursi).