pilkada 2018
30cards

pilkada 2018

Updated 24 Februari 2018 03:53
  1. Kemendagri Pastikan Stok Pejabat Sementara Kepala Daerah Cukup
  2. Kampanye Terbuka IYL-Cakka Dihadiri Anak-anak
  3. Edy Rahmayadi Berbincang dengan Warga dan Awak Media di Warung Kopi
  4. Bawaslu Minta Tim Sukses Turunkan Atribut Sendiri
  5. Alat Peraga Kampanye Masih Bertebaran di Sumsel
  6. Khofifah Tekankan Dialog Budaya Lewat Jatim Harmoni
  7. Gerindra Bentuk Tim Siber Gus Ipul-Puti Beranggota 8.500 Orang
  8. Politik Kebencian Kian Berkembang Sejak Pilkada DKI 2017
  9. Pilkada 2018 Jawa Tengah, PR Angka Kemiskinan yang Tinggi
  10. Masa Kampanye Tidak Berpengaruh ke Inflasi di Sumbar
  11. FITRA Soroti Potensi Korupsi Cakada Petahana
  12. Jokowi Ajak Ulama Serukan Kedamaian di Tahun Politik
  13. KPU Batasi Jumlah Akun Media Sosial Kandidat Pilkada
  14. Sambangi Korban Banjir di Demak, Ganjar Setuju Pengadaan Pompa
  15. Menjaga Netralitas ASN di Pilkada
  16. Sinetron Dilarang Tampilkan Calon Kepala Daerah
  17. Hate Speech dan Hoax Diprediksi Warnai Pilkada
  18. Tensi Pilkada 2018 Dinilai Akan Cenderung Tinggi
  19. Satu Kades Cabut Laporan Dugaan Politik Uang Cabup Bangkalan
  20. Paslon Dilarang Kampanye di Pesantren
  21. Persepsi Pilkada 'Mahal' Sengaja Diciptakan
  22. Prestasi Petahana Bisa Tekan Ongkos Pilkada
  23. KPU Sisir Pemilih Ganda di Pilgub Sulsel
  24. Pengamanan Pilkada Sedot Separuh Kekuatan Polda Sumbar
  25. Eksekutif-Legislatif Rentan Bersekongkol Jelang Pilkada
  26. Gus Ipul Ajak Anak Muda Kembali Bertani
  27. Dana Bansos Rawan `Dikorup` Petahana
  28. Prabowo Kampanye Akbar di Pilgub Sulsel
  29. Petahana Disebut Paling Berpotensi Korupsi
  30. Ini Aturan KPU Soal Alat Peraga Kampanye
  • Card 1 of 30
Pilkada

Kans Menang dan Mitos Nomor Urut Pilkada

14 Februari 2018 14:18

Pengundian nomor urut cagub dan cawagub Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Novrian Arbi) Pengundian nomor urut cagub dan cawagub Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

Jakarta: Bagi sebagian orang, nomor terkadang dianggap sebagai sesuatu yang dapat membawa keberuntungan. Namun, tidak demikian dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada).

Meskipun beberapa pihak mempercayai ada unsur keberuntungan dan kesialan dalam sebuah nomor, nyatanya dalam pesta demokrasi hal itu tidak berlaku.

Pengamat Politik Burhanudin Muhtadi mengatakan nomor 1 memang erat kaitannya dengan predikat juara. Namun, dalam kontestasi pilkada, pasangan nomor urut 1 justru jarang menang.

Contoh kasus, pada Pilpres 2014 dimenangi pasangan calon nomor urut 2, yakni Jokowi-Jusuf Kalla. Atau pada Pilkada DKI 2017 yang dimenangi Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan nomor urut 3.

"Jadi, memang perolehan nomor tidak memiliki hubungan dengan kemenangan. Meskipun dalam beberapa kasus tidak terbukti, tapi memang cukup menyedot perhatian publik," kata Burhan, dalam Special Event Metro TV, Selasa, 13 Februari 2018.

Burhan menilai berapa pun nomor yang didapatkan setiap calon tidak ada kaitannya dengan faktor keberuntungan. Hanya, nomor yang paling diingat memudahkan tim di belakang calon untuk membentuk citra.

Misalnya, nomor urut 1 lebih sering dikaitkan dengan unsur ketauhidan, nomor urut 2 erat dengan simbol perdamaian dan victory (kemenangan), serta nomor urut 3 dikenal dengan salam metal.

"Secara psikologis memang ada, tapi tidak selalu membawa keberuntungan," katanya.

Direktur Eksekutif M Qodari dalam Metro Pagi Primetime, Rabu, 14 Februari 2018, juga menyebut penomoran calon tak selalu berujung pada keberuntungan. 

Bahkan, menurut dia, tidak pernah ada riset yang menunjukkan pasangan calon bernomor urut 1 hasilnya pasti mendapat posisi pertama. Di beberapa kasus, misalnya, pemilu justru dimenangi pasangan calon dengan nomor urut buncit.

"Tidak ada korelasinya. Mungkin bagi kandidat ada perasaan psikologi sendiri-sendiri dan yang menarik mereka sudah pasti punya justifikasi sendiri," kata Qodari.

Menurut Qodari, ketimbang nomor, popularitas lebih dibutuhkan untuk meraup banyak suara. Paling tidak, pasangan calon harus dikenal lebih dulu sebagai modal dasar dalam pilkada.

"Kan ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Itu pepatah yang paling berlaku di pilkada langsung," jelasnya.

pilkada 2018
30cards

pilkada 2018

Updated 24 Februari 2018 03:53
  1. Kemendagri Pastikan Stok Pejabat Sementara Kepala Daerah Cukup
  2. Kampanye Terbuka IYL-Cakka Dihadiri Anak-anak
  3. Edy Rahmayadi Berbincang dengan Warga dan Awak Media di Warung Kopi
  4. Bawaslu Minta Tim Sukses Turunkan Atribut Sendiri
  5. Alat Peraga Kampanye Masih Bertebaran di Sumsel
  6. Khofifah Tekankan Dialog Budaya Lewat Jatim Harmoni
  7. Gerindra Bentuk Tim Siber Gus Ipul-Puti Beranggota 8.500 Orang
  8. Politik Kebencian Kian Berkembang Sejak Pilkada DKI 2017
  9. Pilkada 2018 Jawa Tengah, PR Angka Kemiskinan yang Tinggi
  10. Masa Kampanye Tidak Berpengaruh ke Inflasi di Sumbar
  11. FITRA Soroti Potensi Korupsi Cakada Petahana
  12. Jokowi Ajak Ulama Serukan Kedamaian di Tahun Politik
  13. KPU Batasi Jumlah Akun Media Sosial Kandidat Pilkada
  14. Sambangi Korban Banjir di Demak, Ganjar Setuju Pengadaan Pompa
  15. Menjaga Netralitas ASN di Pilkada
  16. Sinetron Dilarang Tampilkan Calon Kepala Daerah
  17. Hate Speech dan Hoax Diprediksi Warnai Pilkada
  18. Tensi Pilkada 2018 Dinilai Akan Cenderung Tinggi
  19. Satu Kades Cabut Laporan Dugaan Politik Uang Cabup Bangkalan
  20. Paslon Dilarang Kampanye di Pesantren
  21. Persepsi Pilkada 'Mahal' Sengaja Diciptakan
  22. Prestasi Petahana Bisa Tekan Ongkos Pilkada
  23. KPU Sisir Pemilih Ganda di Pilgub Sulsel
  24. Pengamanan Pilkada Sedot Separuh Kekuatan Polda Sumbar
  25. Eksekutif-Legislatif Rentan Bersekongkol Jelang Pilkada
  26. Gus Ipul Ajak Anak Muda Kembali Bertani
  27. Dana Bansos Rawan `Dikorup` Petahana
  28. Prabowo Kampanye Akbar di Pilgub Sulsel
  29. Petahana Disebut Paling Berpotensi Korupsi
  30. Ini Aturan KPU Soal Alat Peraga Kampanye