• Card 1 of 30
Pilkada

Masa Kampanye Tidak Berpengaruh ke Inflasi di Sumbar

Alex Rajes    •    22 Februari 2018 14:41

Ilustrasi. MTVN/M Rizal Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Padang: Peningkatan peredaran uang selama masa pilkada dikhawatirkan mengatrol tngkat inflasi. Peningkatan peredaran uang ini tidak dapat dibendung meski sudah ada regulasi pembatasan dana kampanye oleh pemerintah.

Meski demikian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Endy Dwi Tjahjon menyatakan hal ini tidak akan terjadi di Sumatera Barat. "Masa kampanye di Sumbar tidak akan memengaruhi stabilitas inflasi," kata dia, saat ditemui Medcom.id di kantor Perwakilan Bank Indonesia, Padang, Kamis, 22 Februari 2018.

Secara umum, jumlah daerah yang menggelar pemilihan kepala daerah dan kandidat biasanya memengaruhi jumlah uang yang beredar. Setidaknya, ada empat daerah yang ikut Pilkada Serentak 2018 untuk daerah Sumbar.

Dia menilai biaya iklan, percetakan, dan atribut kampanye akan berdampak terhadap aktivitas perekonomian di daerah setempat dan ujungnya bisa membuat tingkat inflasi naik.  Tapi, BI sudah siapkan strategi untuk menjaga agar gerak inflasi berada di level yang aman.

"Pihak BI akan mengontrol harga pangan. Jika harga pangan seimbang dengan perputaran uang, maka inflasi tidak akan terjadi," tegasnya.

Bank Indonesia memprediksi perputaran uang kartal meningkat sebanyak 5-6 persen pada 2018. Masyarakat diminta tak khawatirkan inflasi karena daya beli nasional diperkirakan akan tetap tumbuh selama masa kampanye nanti.