• Card 1 of 30
Pilkada

KPU Sisir Pemilih Ganda di Pilgub Sulsel

Andi Aan Pranata    •    21 Februari 2018 17:13

Ilustrasi. Ilustrasi.

Makassar: Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan tengah mengevaluasi hasil pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap data pemilih pada Pemilihan Gubernur tahun 2018.

Sebelumnya coklit digelar antara 20 Januari hingga 18 Februari 2018, dengan menyasar 6,8 juta orang calon pemilih atau Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Analisis.

Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli mengatakan, evaluasi digelar dengan menyandingkan hasil coklit di 24 kabupaten/kota. Berkas ditinjau untuk mengetahui sebaran pemilih potensial di Pilgub.

"Kita rapikan untuk melihat apakah ada data yang ganda, mengetahui berapa jumlah pemilih pemula, pemilih disabilitas, dan lain-lain," kata Mardiana di Makassar, Rabu, 21 Februari 2018.

Coklit ditempuh KPU sebelum menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), sesuai tahapan tingkat provinsi pada 16-17 Maret 2018. Adapun DPS jadi dasar penetapan Daftar Pemilih Tetap, 21 April 2018.

Mardiana mengatakan, pada umumnya coklit di Sulsel berjalan lancar. Hanya saja, di sejumlah daerah petugas kesulitan mendapatkan informasi karena masyarakat cenderung tertutup.

"Bahkan ada kelompok pemilih yang menolak didata, karena menganggap pemilihan umum tidak penting," ujar Mardiana.

Mardiana menyadari masih ada segelintir pemilik hak suara yang belum masuk daftar coklit. Misalnya mereka yang jarang berada di rumah, atau telah berpindah domisili. Untuk yang seperti ini, tetap memiliki kesempatan meyalurkan hak pilih pada pemungutan suara 27 Juni 2018.

"Kita punya layanan SMS Gateway. Yang belum terdata bisa melapor, lalu kita layani. Hak pilih setiap orang juga terjamin, sepanjang punya KTP-el," dia mengatakan.