• Card 5 of 20
Rona

Tiga Titik Vital pada Tubuh yang Berpotensi Menyebabkan Kematian

07 Februari 2018 16:51

Ilustrasi--Replika tubuh manusia. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto) Ilustrasi--Replika tubuh manusia. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

Jakarta: Salah satu korban longsor underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Dianti Diah Cahyani Putri meninggal diduga akibat luka dalam yang diderita pasca-musibah. 

Meski sempat mendapatkan perawatan, kondisi Dianti yang belasan jam terjebak dalam reruntuhan dinding perimeter terus melemah hingga akhirnya dinyatakan meninggal.

Dari kasus tersebut menunjukkan bahwa luka yang tak tampak secara kasat mata jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan risiko yang lebih besar. Tak cuma cedera namun juga potensi kehilangan nyawa. 

Terlepas dari itu perlu diketahui bahwa sedikitnya ada tiga titik vital dalam tubuh yang harus dihindarkan dari potensi terkena pukulan maupun insiden seperti kecelakaan. Cedera berat pada ketiga titik ini bisa berujung pada kematian.

Dada
Benturan pada bagian dada bisa memicu berhentinya denyut jantung atau menyebabkan limpa pecah akibat patahnya tulang rusuk. Benturan pada dada umumnya terjadi setelah kecelakaan mobil atau kecelakaan yang dialami oleh olahragawan karena hantaman atau pukulan.

Bagian belakang kepala
Titik lain yang membawa potensi kematian akibat cedera maupun benturan adalah bagian belakang kepala. Di bagian belakang kepala terdapat otak kecil yang jika terjadi benturan akan merusak sistem otak yang mengatur kesadaran manusia. 

Leher
Pada leher sisi samping terdapat percabangan pembuluh darah atau carotyd sinus. Cedera pada leher akibat cekikan dapat memicu kelumpuhan hingga kematian akibat terganggunya sistem saraf. 

Beberapa titik di samping leher juga memiliki pembuluh darah yang berfungsi mendistribusikan oksigen ke otak. Aliran pembuluh darah yang terhambat akibat pukulan atau cekikan bisa mengakibatkan seseorang meninggal seketika.