• Card 12 of 14
Rona

Suara Balon Meledak dapat Membuat Tuli

Sri Yanti Nainggolan    •    02 Februari 2017 11:58

Para peneliti menemukan bahwa meledakkan balon di dekat telinga memberi efek lebih besar daripada desing peluru, dan hal tersebut bisa memicu kehilangan pendengaran permanen. (Foto: Apartmenttherapy) Para peneliti menemukan bahwa meledakkan balon di dekat telinga memberi efek lebih besar daripada desing peluru, dan hal tersebut bisa memicu kehilangan pendengaran permanen. (Foto: Apartmenttherapy)

medcom.id, Jakarta: Apakah Anda sering mengejutkan orang dengan cara meledakkan balon di dekat telinga? Jika iya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan tersebut. 



Para peneliti menemukan bahwa meledakkan balon di dekat telinga memberi efek lebih besar daripada desing peluru, dan hal tersebut bisa memicu kehilangan pendengaran permanen. 

"Kami tidak melarang untuk bermain-main dengan balon, hanya saja cobalah untuk tidak meledakkannya. Kehilangan pendengaran itu berbahaya, setiap suara keras yang terjadi berpotensi memberi dampak seumur hidup," ujar salah satu peneliti Bill Hodgetts dari University of Alberta, Kanada. 

Para peneliti mengukur tingkat suara pada balon yang meledak dan mencari dampak yang ditimbulkan bila dibandingkan dengan suara peluru yang dilepaskan dekat telinga. 

(Baca juga: Kekurangan Zat Besi dan Gangguan Pendengaran Saling Berkaitan)

Dengan menggunakan pelindung telinga serta mikrofon dan preamplifier tekanan tinggi, para peneliti meledakkan balon dengan menggunakan tiga cara berbeda: menusuk dengan jarum, meniup hingga pecah, dan meremas hingga meledak.

Suara terbesar berasal dari balon yang pecah karen ditiup dengan kekuatan 168 desibel, empat desibel lebih keras dibandingkan tarikan pelatuk senapan tipe 12. 

Canadian Centre for Occupational Health and Safety merekomendasikan, tingkat suara maksimum yang bisa diterima telinga adalah tak lebih dari 140 desibel. 

"Bahkan, satu paparan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran, baik pada anak-anak atau orang dewasa. Suara balon sungguh luar biasa, orang tak akan menyangka," ujar Dylan Scott, dari University of Alberta.