• Card 1 of 30
Nasional

Bawaslu Sulit Mengontrol 'Robot' Media Sosial

Arga sumantri    •    18 September 2018 13:11

Focus Group Discussion (FGD) di Posko Cemara - Medcom.id/Arga Sumantri. Focus Group Discussion (FGD) di Posko Cemara - Medcom.id/Arga Sumantri.

Jakarta: Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edwar Siregar mengaku sulit mengontrol 'robot' media sosial yang kerap menyebar ujaran kebencian dan berita bohong alias hoaks. Fenomena ini diyakini masif jelang Pilpres 2019.

"Peran pencegahan lebih diutamakan. Kita enggak bisa mengimbangi boot (robot) itu," kata Fritz dalam Focus Group Discussion (FGD) di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018. 

Fritz mengungkapkan Bawaslu sudah melakukan nota kesepahaman (Mou) dengan berbagai lembaga untuk melakukan pengawasan di media sosial. Masing-masing lembaga terkait punya cara sendiri untuk menurunkan informasi-informasi yang bohong atau mengandung ujaran kebencian.

"Bawaslu masih mengupayakan untuk mencegah." 

(Baca juga: 44 Persen Pengguna Media Sosial tak Mampu Mendeteksi Hoaks)

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto mengingatkan lembaga penyelenggara Pemilu agar bertindak tegas. Hasto ingin ada aturan jelas, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

"Mana yang gray (abu-abu) area, harus tegas. Karena dengan ketegasan kepada aturan main, maka kontestasi itu akan menjadi jelas," ungkap Hasto.

Hasto mengibaratkan dengan helatan Asian Games 2018. Dalam gelaran olahraga itu, semua pihak bisa menghormati segala keputusan wasit sebagai pengadil lapangan. 

"Para politisi, para tim kampanye, kedua pasangan calon harus belajar dari semangat politik olahraga yang mengandung fairness yang setia kepada wasitnya. Enggak ada yang maki-maki wasitnya," ucap Hasto. 

(Baca juga: Berita Hoaks Diperkirakan Ramai Jelang Pilkada dan Pilpres)