• Card 1 of 30
Nasional

Pegawai Restoran Terancam 6 Tahun Penjara karena Hoaks

Dian Ihsan Siregar    •    28 Agustus 2018 12:59

Warga mengamati sosial media. Foto: MI/Arya Manggala. Warga mengamati sosial media. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Erick Sumber Asri, karyawan rumah makan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terancam enam tahun penjara. Itu lantaran dia menjadi tersangka penyebar hoaks ancaman teror bom di Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

"Tulisannya di akun Facebook provokatif dan mengancam. Ada foto dan videonya. Ada gambar samurai juga," kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Irjen Arief Sulistyanto di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Agustus‎ 2018.

Pada akun Facebook, Erick mengunggah tulisan, "Tunggu saja markas Polda Riau akan kami ledakkan. Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI akan kami habisi."

Tulisan itu menjadi objek pidana Erick yang diduga menyebar hoaks. Polisi pun akan menindak tegas Erick. "Dia kena ancaman mendekam 6 tahun penjara," jelas dia.

Postingan tersangka, kata Arief, membuat banyak masyarakat yang resah. Arief pun mengimbau masyarakat tidak mengikuti jejak Erick.

Baca: Kapolri Minta Warga Lombok tak 'Termakan' Hoaks

Direktur Tindak Pidana Siber Bridjen Albertus Rahmat Wibowo mengatakan Erick menyebar berita bohong karena kecewa dengan polisi. "Dia juga terindikasi golongan radikal." 

Erick, lanjut Rahmat, diduga ikut dalam golongan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Namun, polisi masih mengidentifikasi lebih dalam motif tersangka. 

"Kami masih kembangkan pemeriksaan," pungkas dia.