• Card 1 of 30
Nasional

Pilkada Masih Ramai Hoaks

Faisal Abdalla    •    28 Juni 2018 16:26

Kejahatan siber. Ilustrasi: Medcom.id/Rizal. Kejahatan siber. Ilustrasi: Medcom.id/Rizal.

Jakarta: Kabar bohong atau hoaks masih mewarnai Pilkada 2018. Kabar dusta itu menyudutkan pihak-pihak tertentu. 

"Ada yang menyudutkan salah satu pihak, ada yang memanfaatkan (pilkada), yang lain begini yang lain begitu, kami mengatakan jangan terlalu percaya," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018. 

Setyo mengatakan Polri juga terus memantau informasi yang beredar di media, baik konvensional maupun media sosial, selama pilkada berlangsung. Polisi mengutamakan pendekatan persuasif kepada oknum-oknum penyebar kabar bohong. 

"Saat ini mulai mereda. Nanti kami lihat lagi dari cyber patrol kami monitor lagi," tekan dia. 

Meski begitu, ia menegaskan polisi tak segan-segan menindak oknum penyebar berita bohong. Bila perbuatannya sudah memprovokasi dan meresahkan masyarakat, pelaku akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. 

Baca: Insiden Ketum PSI Menyangkut Harga Diri Perempuan

Di sisi lain, Setyo mengingatkan kepada semua pihak agar tak menelan begitu saja informasi yang sumbernya tidak jelas. Segala kabar yang didapat masih perlu diverifikasi.

"Jadi berita berita yang tidak bisa dipercaya sumbernya memang kita harus klarifikasi dulu, kita cek dan ricek kembali," ungkap dia.