Berharap Tuah CR7 di Piala Dunia
Skuat Timnas Portugal di Piala Dunia 2018 (Foto: AFP PHOTO - JOSE MANUEL RIBEIRO)
DELAPAN negara pernah merasakan menjadi kampiun Piala Dunia. Mereka adalah Brasil, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, Uruguay, Spanyol, dan Argentina. Brasil menjadi pemenang trofi terbanyak dengan raihan lima kali gelar juara. 

Pada pergelaran Piala Dunia di Rusia tahun ini, kecuali Italia yang tidak lolos, ketujuh negara lainnya berkesempatan menambah trofinya. Pertanyaannya adalah apakah bakal ada juara baru atau memberikan kejutan di Piala Dunia ke 21? Sah-sah saja kalau tradisi Piala Dunia bisa terpecahkan di Rusia nanti. Filosofi 'bola itu bundar' adalah rujukannya.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengulas peluang Portugal, tim yang menurut banyak orang menjadi underdog, atau 'Kuda Hitam' di Rusia nanti. Sepakat dengan saya, baru-baru ini pengamat sepak bola Suryopratomo juga mengatakan, "Portugal bisa menjadi kuda hitam, selain Uruguay."


Ya, di Rusia, tim asuhan Fernando Santos nanti tergabung di Grup B bersama juara Piala Dunia 2010 Spanyol, Maroko dan Iran. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan lolos ke Rusia sebagai juara Grup B zona Eropa. Mereka lolos usai mengalahkan Swiss di laga terakhir. Meski sama-sama meraih poin 27, hasil 9 kali menang sekali kalah, Portugal lolos berkat keunggulan selisih gol dari Swiss.

Sejarah Portugal di Piala Dunia tak bagus-bagus amat. Selain absen pada 1930 dan tidak lolos sampai 1962, prestasi Portugal ketika pertama kali tampil langsung finis di urutan ketiga Piala Dunia 1966 Inggris. Lama tenggelam, peringkat empat Piala Dunia 2006 Jerman kembali diraih negara di Semenanjung Iberia itu. 

Meski tidak memiliki tradisi bagus di Piala Dunia, Portugal atau Portugis yang pernah menjajah Indonesia di abad ke 14 itu, sejak keikutsertaannya di Piala Dunia selalu memiliki talenta-talenta berbakat. Sebut saja di Piala Dunia tahun 1966, Portugal ketika itu tampil mengesankan lewat Eusebio. Langkah Portugal ketika itu terjegal oleh Inggris yang akhirnya keluar sebagai juara.

Kemudian, Portugal sempat menelurkan lagi generasi emas di masa Rui Costa, Luis Figo, dan Paulo Sousa. Portugal pun diyakini tampil menjanjikan di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan, saat talenta hebat mereka berada di puncak karir sebagai pesepak bola. Apa lacur, generasi emas yang sukses menjuarai Piala Dunia U-20 (1989-1991) justru gagal di tingkat senior.

Asa kembali muncul saat generasi Cristiano Ronaldo, Deco, Luis Nani, dan Ricardo Quaresma muncul sebagai talenta-talenta hebat. Alih-alih ingin mengincar trofi major pertama mereka saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 2004, ternyata generasi emas ketiga Portugal kali ini juga gagal juara. Di final, di hadapan pendukungnya sendiri, Selecao das Quinas harus takluk dari Yunani, tim yang bahkan tidak diunggulkan sama sekali di turnamen.

Tuah Portugal Ada di Sosok CR7
Pemain fenomenal era milenia milik Portugal ada di pundak Cristiano Ronaldo. Pemain bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro yang lahir pada 5 Februari 1985 di Funchal, Madeira, Portugal ini, dalam 10 tahun terakhir memang mendunia bersama si ajaib Lionel Messi dari Argentina.

Lima kali peraih Ballon d'Or itu memulai ketenarannya saat diboyong dari Sporting Lisbon ke Manchester United tahun 2003. Kepergian bintang United David Bechkam ke Real Madrid, tidak membuat publik Old Trafford kehilangan idola. Idola baru sudah ada di klub kebanggaan Kota Manchester itu.

Buktinya, enam tahun bersama United, 2003-2009, CR7, begitu biasa media menyebutnya, langsung menjadi amunisi ampuh sekaligus idola bukan hanya untuk United, bahkan dunia. Sebanyak 292 caps dengan 118 gol adalah torehannya bersama United.

Meski gemilang bersama Manchester United, pemain yang meraih penghargaan Ballon d'Or pertama kali, alias sebagai pemain terbaik di dunia tahun 2008 itu tak bisa mengangkat prestasi tim nasional negaranya. 

Pindah ke Real Madrid pada musim panas 2009, pemain yang sama bagusnya memainkan peran menyerang, baik sebagai striker atau sebagai pemain sayap, dan dikenal karena finishing, kecepatan, dribbling, positioning, passing dan kemampuan crossing, CR7 tetap saja mendapat kritikan dari pesepak bola lainnya.

Legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona misalnya, mengatakan, "Sebaik dia dengan Real Madrid, ia sering tampak frustrasi pada tingkat nasional, seolah-olah ia dikelilingi oleh pemain yang berbuat banyak untuk membantunya."

Tak sedikit juga para legenda yang memujinya sebagai pemain berbakat.  Legenda Prancis, yang juga sukses bersama Ronaldo dalam meraih hattrick Liga Champions Eropa sebagai pelatihnya di Real Madrid, Zinedine Zidane, dilansir Eurosport, memuji etos kerja luar biasa Ronaldo, dan dedikasi untuk perbaikan pada saat di lapangan latihan dan telah menyatakan bahwa ia telah terkenal karena hal ini.

Ya, kebintangan Ronaldo dan pengaruh luar biasanya di klub, memang menjadi sorotan tajam semua penikmat sepak bola manakala membela timnas Portugal. Perlahan tapi pasti, CR7 semakin matang sebagai pesepak bola. Teranyar, catatan rekor pribadi CR7 membantu Madrid hattrick di Liga Champions Eropa disinyalir bakal sulit dipecahkan. 

Di El Real, CR7 begitu melegenda. Memecahkan rekor torehan gol legenda Madrid adalah bukti lainnya. Lebih dari 450 gol dicetaknya selama berseragam Madrid. Torehan itu berbanding lurus dengan banyaknya ia memperkuat El Real di berbagai ajang.

Kerap dibandingkan dengan Lionel Messi yang sempat beberapa kali mengalahkannya dalam pemilihan pemain terbaik dunia, CR7 boleh sedikit tersenyum. Pasalnya, CR7 sudah membuktikan kepemimpinannya saat Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 usai mengalahkan tun rumah Prancis 1-0. Gelar major pertama Portugal di tingkat senior, yang tidak pernah diraih sebelumnya oleh generasi emas pesepak bola Portugal yang lain.

Skenario Portugal ke Final
Soal peluang Portugal di Pesta Bola Rusia 2018, penulis meyakini, meski tidak lagi dihuni pemain muda, justru melihat Portugal tetap sebagai tim matang secara strategi. Kepemimpinan CR7 di Selecao das Quinas yang tergabung di Grup B bersama Spanyol, Maroko dan Iran masih bisa membuktikan itu. 

Apalagi CR7 yang baru mengantarkan Real Madrid, klub yang dibelanya sejak 2009, meraih hattrick di Liga Champions Eropa, bisa tampil tanpa beban demi gelar Piala Dunia yang belum pernah diraihnya. Rekor CR7 di Madrid kemungkinan sulit dipecahkan klub lainnya, atau pemain lain dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan.

Pelatih Portugal Fernando Santos hingga merasa perlu memberikan waktu istirahat lebih bagi Ronaldo dibanding pemain lainnya. Tentu Santos masih memiliki keyakinan, Portugal bisa tampil mengejutkan jika Ronaldo dalam performa terbaiknya. Pun begitu yang dilakukan Zidane di Madrid dengan sesekali merotasi CR7 dengan pemain lain, demi sejumlah gelar El Real dalam tiga tahun terakhir.

Hal itu diamini Andres Iniesta, kapten La Furia Roja Spanyol, yang segrup dengan Portugal di Rusia nanti. Iniesta mengatakan, Ronaldo adalah pemain penting di klub dan negaranya. Iniesta pun sudah mengingatkan rekan-rekannya soal itu. Bukan mengecilkan keberadaan Maroko dan Iran di Grup B, Spanyol dan Portugal lebih layak diunggulkan lolos ke babak berikutnya.

Portugal amannya lolos sebagai runner up. Ya, meski kondisi Timnas Spanyol sedang tidak bagus pasca-pemecatan Julen Lopetegui sebagai pelatih kepala La Furia Roja, Portugal harus memiliki strategi untuk memilih lawan mereka di babak selanjutnya. Tentu kemenangan pertama atas Spanyol mesti diraih untuk memudahkan strategi di babak knock out.

Jika prediksi itu benar terjadi, kemungkinan Portugal berjumpa tuan rumah Rusia, yang kemungkinan keluar sebagai juara Grup A di babak 16 besar. Menang atas Rusia, sejumlah lawan berat sudah menunggu mereka di delapan besar. Saat tulisan ini dibuat, Rusia baru saja mempermalukan wakil Asia, Arab Saudi, di laga pembukaan Piala Dunia Grup A dengan skor telak 5-0. Bila dalam kondisi fit, CR7 dan kawan-kawan tak bisa dibendung Rusia.

Di delapan besar, kemungkinan CR7 bakal bertemu Prancis yang kemungkinan juara Grup C. Les Bleus diperkirakan bakal lolos delapan besar karena hanya bertemu peringkat dua Grup D, yang kemungkinan diisi Kroasia. Pengalaman di final Piala Eropa 2016, Portugal bisa juara mengalahkan Prancis, meski CR7 saat itu tak bermain penuh akibat cedera. Tuah Ronaldo kembali akan berbicara di laga krusial.

Lolos, Portugal di semifinal bakal bertemu juara Brasil atau Belgia. Kepemimpinan CR7 kembali diuji di sini. Laga bisa saja berlangsung lewat perpanjangan waktu atau drama adu penalti. Portugal tentu memiliki kematangan Rui Patricio sebagai kiper. Tapi, jika ingin ke final, Portugal harus menang di waktu normal. Maklum, kebugaran CR7 dan rekan-rekan tentunya menjadi sorotan, jika harus bermain dengan waktu panjang.

Di final, Portugal bisa saja bertemu Jerman sang juara bertahan. Lagi-lagi, karena Portugal sebagai underdog, CR7 bisa saja membawa motivasi berlipat di laga final. Portugal bisa kesulitan mewujudkan mimpinya, jika para pemainnya yang rata-rata berusia kepala tiga sulit melakukan recovery. 

Tapi, sosok CR7 yang ambisius dan ingin disejajarkan dengan legenda seperti Pele dan Maradona itu bisa menjungkalkan semua prediksi banyak orang. Di pesta bola ini, Portugal hanya diunggulkan di posisi ke-9 dengan koefisien 28 menurut bursa William Hill di bawah Jerman, Brasil, Prancis, Spanyol, Argentina, Belgia, Inggris dan Uruguay.

Sekali lagi, analisa dan hitung-hitungan peluang Portugal juara, atau minimal ke final meski sebagai tim 'Kuda Hitam', bisa saja terjadi. Selama CR7 bisa menjadi komandan perang di Selecao das Quinas serta kejelian Fernando Santos memainkan strateginya, bisa mengalahkan lawan manapun juga. CR7 tetap menjadi senjata ampuh Portugal demi meraih gelar bergengsi pertama mereka, yang bernama Piala Dunia. 

Saat tulisan ini selesai dibuat, laga Portugal vs Spanyol di Grup B kurang dari 24 jam lagi.  Kedua tim akan berlaga di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi, Sabtu 16 Juni 2018 WIB. Layak kita tunggu langkah Portugal di Rusia. Siapa tahu keinginan CR7 sang Komandan Perang yang sudah mengoleksi 81 gol dari 150 caps di Portugal, untuk bisa sejajar dengan Pele dan Maradona bakal terwujud, Who knows.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Gorky Park




(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id