Skuat Timnas Prancis. (Foto: AFP/Franck Fife)
Skuat Timnas Prancis. (Foto: AFP/Franck Fife)

Ayam Jago dalam Tirai Besi

Bola liga dunia
Arpan Rahman • 28 Maret 2020 09:35
Ayam jago jangan diadu
Kalau diadu jenggernya merah
Baju merah jangan diganggu
Kalau diganggu yang punya marah

 
-- Aida Saskia
 
"TIDAK ada kesabaran dan ketenangan, kalian," sembur Deschamps, "di kedua tim sebenarnya. Tolong, saling memberi bantuan. Jangan lakukan terlalu banyak pelanggaran!"
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Hanya sisa setengah isi dari sebotol air mineral di atas meja. Di dinding tergantung empat helai jersey baru, belum terpakai, masih bersih. Ruang ganti tampak gerah.
 
"Jangan terbawa emosi," katanya memberi peringatan. Sambil mondar-mandir gelisah, kedua tangan diselipkan ke saku celana, lalu bersidekap, dan membelai bibirnya sendiri.
 
Deschamps mewanti-wanti: "Biar mereka yang lakukan lebih banyak kesalahan. Saya ulangi, mengubah tempo permainan itu penting."
 
Griezmann dan Pogba duduk tertunduk di hadapan pelatihnya. Sedangkan Umtiti menyimak, sembari menenggak air mineral.
 
Jeda laga Prancis-Australia di Kazan Arena, skor masih kaca mata. Bos kesebelasan Les Blues tampak kurang senang. Pemainnya tampil begitu tegang.
 
Awal babak kedua, terciptalah sebuah momen bersejarah. Wasit Uruguay, Andres Cunha, menghadiahkan penalti setelah melihat video tayangan ulang. Gol pertama di kancah Piala Dunia dari titik penalti berdasarkan keputusan Video Assistant Referee (VAR).
 
Drama terus berlanjut, teknologi garis gawang menguntungkan Prancis pada gol kedua. Mereka memenangi pertandingan dengan membentur mistar gawang.
 
"Kita sudah bekerja. Ini cukup bagus. Selesai dilakukan sangat baik oleh semuanya," sambut Deschamps di ruang ganti usai laga. Semua pemain serta ofisial bertepuk tangan.
 
Skandal Lopetegui
 
Peringatan keras Didier Deschamps di ruang ganti pemain Prancis itu muncul sekilas dalam film resmi Piala Dunia 2018. Dreams dipersembahkan oleh FIFA Films bekerja sama A Shoot The Company Production dengan Here We Go Films. Tayangan ini baru diluncurkan 22 Maret 2020, pekan lalu.
 
Rusia, negeri terbesar di dunia, pertama kali menjadi tuan rumah kejuaraan Piala Dunia FIFA. Dari Laut Baltik di sebelah barat sampai ke Laut Bering di timur, para penggemar yang berasal dari seantero penjuru global menempuh perjalanan ribuan kilometer mengikuti peruntungan negara mereka. Setengahnya asing dan tidak diketahui datang dari mana, mereka hanya disatukan oleh impian yang sama.
 
Luzhniki Stadium, dibangun 1954, di tepi Sungai Moskwa. Ajang pembukaan Olimpiade 1980 juga menghelat laga perdana Piala Dunia FIFA 2018. Tuan rumah, tim peringkat terbawah dari 32 peserta, bertemu Arab Saudi. Tidak ada dari kedua negara itu diprediksi maju ke final nanti.
 
Sementara juara dunia 2010 didera masalah. Julen Lopetegui dipecat menjelang pertandingan pertama Spanyol-Portugal setelah dia mengumumkan akan melatih Real Madrid.
 
"Sesungguhnya lebih baik masalah itu cepat berlalu. Kenyatannya, ini bukan waktu yang nyaman. Jadi saya berharap kami tetap bersatu sebagai sebuah tim dengan semangat yang sama dan mimpi belum berakhir. Masalah itu tidak berpengaruh sama sekali," ucap Sergio Ramos, didampingi Fernando Hierro, di depan ratusan wartawan.
 
Skandal tersebut nyatanya berpengaruh besar. Hasilnya, Cristiano Ronaldo mencetak hattrick pertamanya di Piala Dunia. Dibebani segala masalah, tim Matador takluk di Sochi.
 
Malam Putih
 
Saat bersamaan, arena pertandingan paling utara, Saint Petersburg, merayakan festival Malam Putih pertengahan musim panas. Kembang api dilecut dari tongkang di tengah sungai, lalu menerangi angkasa. Lewat ponsel, para pencinta bola asyik berpesta mengabadikan kesyahduan berkilau.
 
Di kota terdekat, sorotan cahaya masih menyala. Ibu kota Imperium Rusia menyaksikan Argentina menjalani hidup-mati menghadapi Nigeria. Sebelumnya, Messi cs remuk dibekuk Kroasia.
 
Kegalauan tim Tango berbeda dengan keramahan khas lokal semanis madu yang diterima Inggris. Para suporternya, yang dulu barbar sebagai hooligans brutal, kini berubah cukup beradab.
 
Kedatangan mereka disambut nyanyian We Are The Champions -- lagu Queen itu terdengar riang dari jendela tingkat atas sebuah apartemen. "Selamat datang di Rusia," teriak penghuninya sambil mengibarkan bendera Union Jack.
 
"Jadi hari ini adalah hari besar ya? Semoga beruntung," ujar seorang warga setempat, tersenyum, kepada dua pendukung Tiga Singa di pinggir jalan. Mereka berjabat tangan, memberi damai.
 
Demam Kolinda
 
Berdamai dengan kenyataan, manajer Shin Tae-yong mengakui peluang mereka mengalahkan juara bertahan hanya satu persen. Jerman biasanya selalu punya cara. Namun, bukan mereka yang lari dari kenyataan, malah kenyataan yang lari dari mereka.
 
Di bangku tribun, seorang penonton cantik berpipi segar dicat bendera hitam-merah-kuning, tak percaya apa yang dilihatnya. Menggeleng-geleng kepala, berurai air mata. Gelombang kejut Korea mengguncang dunia.
 
Planet Bumi terjangkit demam bola. Panas-dingin makin menggila.
 
Di sudut kota Kazan, dua pemuda naik katrol di atas gondola. Mereka melukis tembok apartemen bergambar C. Ronaldo memicingkan sebelah mata. Teksnya berbunyi: "Saya sudah mencetak 4 gol, bisa kau kalahkan itu, Leo?" Rupanya dia berkedip kepada sosok Messi yang dilukis juga di tembok apartemen sebelah.
 
Kedua bintang terus sengit bersaing. Persaingan itu sulit digambarkan akan menjadi dinding. Tak ada Piala Dunia di antara mereka. Belum seorangpun terangkat namanya.
 
Tapi sensasi lain tidak kalah mempesona. Presiden sintal jelita Kolinda Grabar-Kitarovic memimpin selebrasi. Ikut berjingkrak sampai goyang kegirangan. Memeluk Luka Modric yang bersimbah keringat. Setelah di perempat final Kroasia sukses membungkam tuan rumah.
 
Seluruh episode Piala Dunia FIFA 2018 genap menggemerlapkan kilatan kesuksesan Ayam Jago berkokok gagah merobek pagi di negeri Tirai Besi. Didier Deschamps, kapten Prancis dalam kejayaan 1998, berhasil meraih tempat utama yang sama sebagai manajer. Ia menyusul langkah Zagallo dan Beckenbauer. Mengulang jejak sejarah cemerlang.
 
Akhirnya terngiang seperti bergema kata-kata dari sastrawan Rusia terkenal, Fyodor Dostoyevsky: "Kita kadang-kadang menemukan orang, bahkan orang asing, yang mulai tertarik pada kita sejak pandangan pertama."
 
Itu pasti lelaki yang normal rasakan begitu ternganga melihat Presiden Kroasia. Kolinda, dengan segala kewaskitaannya! Dia sangat manis.
 
Mirip model Prancis...
 
Video: Paulo Dybala Terpapar Virus Korona
 

(ASM)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif