Mantra Kroasia
Skuat Timnas Kroasia. (Foto: AFP/ Adrian Dennis)
KROASIA mencuri perhatian. Tak sekadar memukul Argentina 3-0, namun gaya permainan Kroasia mengundang decak kagum. Tak heran, negara yang memulai debut Piala Dunia 20 tahun silam lolos ke semifinal di Piala Dunia 2018.

Sejujurnya, saya bukanlah penggemar garis keras Kroasia. Namun, melihat agresivitas Kroasia di pentas empat tahunan ini, tak bisa munafik, kesengsem juga.

Alasannya sederhana. Kroasia bermain taktis, kuat secara fisik, dan punya mental tangguh. Ohya, satu alasan lagi, trio lini tengah Kroasia layak mendapatkan acungan jempol.


Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Marcelo Brozovic memainkan ritme yang pas. Transisi yang mereka peragakan dari bertahan hingga menyerang mampu membuat lawan kerepotan. Bukti sahihnya, mereka menyapu bersih pertandingan pada fase grup.

Berbicara mental Kroasia, jangan ditanya lagi. Dua kali menang adu penalti sedikit banyak sudah menggambarkan bagaimana kokohnya mental Kroasia. Melihat secara individu, Modric sempat gagal mengeksekusi penalti saat melawan Denmark, tetapi saat pertandingan dilanjutkan adu penalti, Modric mampu menjalankan tugasnya dengan mulus.

Pun begitu Rakitic. Penggawa Barcelona itu menjadi penentu keberhasilan Kroasia melaju ke semifinal setelah sepakannya menggetarkan gawang kiper Rusia, Igor Akinfeev.

“Kolektivitas tim sangat baik, transisi sangat bagus dari belakang ke depan, ini tim yang mengadopsi gaya permainan saat Kroasia di Piala Dunia 1998,” kata pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menanggapi performa Kroasia di Piala Dunia beberapa waktu lalu.

Kembali lagi soal lini tengah Kroasia. Tampaknya Modric tetap menjadi nyawa bagi skuat asuhan Zlatko Dalic. Kepercayaan yang diberikan kepada tiga kali peraih Man of The Match dijalankan dengan sempurna hingga saat ini.


Luka Modric. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Ya, beroperasi di sektor gelandang, mobilitas Modric masih ciamik. Pesepak bola 32 tahun itu masih tahan banting saat menghadapi pemain yang lebih muda. Mungkin, kehidupan di daerah rawan konflik yang ia alami saat kecil membuatnya menjadi sosok yang tidak cengeng. Justru, mental Modric sangat tangguh menghadapi situasi apa pun.

Tidak berbeda jauh dengan Modric, Rakitic dan Brozovic juga lihai mengatur tempo permainan Kroasia. Dari catatan statistik, Modric berhasil melakukan umpan sukses rata-rata 86 persen. Sedangkan Rakitic mampu mencatatkan 84,9 persen umpan sukses.

Sejauh ini, Kroasia sudah menorehkan 10 gol sudah termasuk saat melawan Denmark dan Rusia pada babak tambahan waktu. Lalu, gawang Kroasia sudah kebobolan empat gol.

Baca: Fernando Torres Gabung Klub Papan Bawah Jepang


Tangan dingin Zlatko Dalic
Dalic punya segudang pemain berpengalaman yang siap diturunkan kapan saja. Situasi itu memang terlihat memudahkan sang pelatih. Akan tetapi, salah-salah memilih, maka akan menjadi bumerang.

Dalic sepertinya sudah klop dengan Kroasia meski belum genap setahun melatih Kroasia. Terbukti, dia mampu memilih komposisi pemain yang pas. Dia tidak ragu menomorduakan Ivan Perisic dan Mateo Kovacic yang kerap menghiasi bangku cadangan. Yang terpikir oleh juru taktik 51 tahun itu adalah bagaimana menjalankan formasi dengan nyaman.

Sejauh ini, Dalic gemar menggunakan formasi 4-3-3. Menempatkan tiga gelandang yang siap membantu dalam bertahan dan menyerang. Di lini belakang, Dejan Lovren dan Domagoj Vida bisa diandalkan untuk duel-duel udara.

Mengingat, lawan yang dihadapi pada semifinal ialah Inggris. Tim yang notabene rajanya bola mati. Tentu, Dalic sudah menginstruksikan anak asuhnya mewaspadai set-piece Tiga Singa.


Zlatko Dalic. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)

Rasa nasionalisme yang dimiliki Dalic menjadi kekuatan penunjang yang bisa menambah motivasi Kroasia. Dalic secara terang-terangan juga tak gentar menghadapi Inggris. Dia percaya dengan kualitas Kroasia.

“Kami percaya pada kekuatan kami. Kami tidak takut dengan Inggris,” tegas Dalic jelang berjumpa Inggris.

Well, apakah Modric dan Dalic menjadi ‘mantra’ Kroasia menjinakkan Inggris? Atau perjalanan impresif Kroasia harus terhenti? Kita tunggu saja!

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Jelang Semifinal, Menikmati Pemandangan Moskow-St.Petersburg, #SalamdariRusia



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id