Para pemain Liverpool merayakan juara Piala Super Eropa (Twitter/LFC)
Para pemain Liverpool merayakan juara Piala Super Eropa (Twitter/LFC)

Deja Vu Liverpool di Istanbul

Bola liverpool
Rendy Renuki H • 15 Agustus 2019 08:03
Jakarta: Istanbul, kota terbesar di Turki tampak menyimpan sejuta misteri bagi Liverpool. Istanbul seolah kerap merestui kesuksesan tim Merseyside Merah.
 
Bagaimana tidak. Liverpool mengalami Deja Vu di kota yang dalam sejarah sempat menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi, dikenal sebagai Konstantinopel maupun Bizantium.
 
Rabu 14 Agustus malam, atau tepatnya Kamis 15 Agustus dini hari WIB, Deja Vu Liverpool di Istanbul terjadi. The Reds mengulang sukses menjadi juara Eropa di kota tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Sadio Mane Cs meraih gelar Piala Super Eropa 2019 mengalahkan Chelsea. Liverpool menang lewat drama adu penalti dengan skor 5-4, setelah bermain imbang 2-2 hingga tambahan waktu.
 
Gelar Eropa kedua Liverpool yang berhasil dibawa pulang dari Istanbul. Mengulang kejayaan meraka saat meraih gelar Eropa dari ajang Liga Champions, 25 Mei 2005 silam.
 
Mungkin tak ada yang spesial dari pencapaian Liverpool tersebut, khususnya bagi mereka yang bukan pendukung Si Merah. Mungkin juga hanya sebuah kebetulan The Red meraih dua gelar Eropa di Istanbul.
 
Namun jika ditelisik, Liverpool benar-benar mengalami Deja Vu. Kalimat dari bahasa Prancis yang mau tidak mau harus diamini semua pihak, bahkan bagi mereka yang sebatas fans 'karbitan' tim kampung halaman The Beatles ini.
 
Lantas di mana Deja Vu tersebut? Alur cerita Liverpool meraih gelar Piala Super Eropa edisi ke-44 persis seperti saat Si Merah memenangi Liga Champions 14 tahun silam.
 
Liverpool mengawali laga di Vodavone Arena, Istanbul, dengan ketertinggalan 0-1 dari Chelsea. Gol Olivier Giroud menit 35 membuat tim lawan unggul hingga turun minum.
 
The Reds akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat gol Sadio Mane menit 48. Skor 1-1 yang bertahan hingga pertandingan 90 menit di waktu normal berakhir.
 
Situasi sama saat Si Merah menjalani final Liga Champions 2005 lalu melawan AC Milan di Olympic Stadium, Istanbul. The Reds bahkan tertinggal hingga tiga gol dari Rossoneri di babak pertama.
 
Namun Liverpool berhasil menyamakan skor menjadi 3-3 di pertandingan tersebut. Sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu, sama seperti pertandingan kontra Chelsea dini hari tadi.
 
Deja Vu Liverpool berlanjut, meski alur ceritanya sedikit berbeda. Liverpool dan Chelsea kembali bermain sama kuat setelah Mane terlebih dahulu mencetak gol menit 95, disusul gol penalti Jorginho menit 101.
 
Dua gol yang membuat babak tambahan berdurasi 120 menit berakhir imbang 2-2. Benang merah yang masih terlihat dengan final Liga Champions 2005, saat Liverpool juga mengakhiri babak tambahan dengan hasil imbang 3-3 kotra Milan.
 
Tiba di babak adu penalti, Istanbul kembali mengeluarkan keajaibannya kepada Liverpool. The Reds kembali mendominasi babak 'tos-tosan' untuk menentukan juara dengan kemenangan 5-4.
 
Lima penendang Liverpool sukses menjalankan tugasnya. Mereka adalah Roberto Firmino, Fabinho, Divock Origi, Trent Alexander-Arnold, dan Mohamed Salah.
 
Sedangkan dari kubu Chelsea, hanya empat algojo saya yang mampu menjalankan tugas. Yaitu Jorginho, Ross Barkley, Mason Mount, dan Emerson.
 
Deja Vu Liverpool di Istanbul benar-benar terasa saat Tammy Abraham menjalankan tugas eksekutor penentu bagi Chelsea. Sepakan 12-pas pemain muda The Blues itu dimentahkan kiper Liverpool Adrian Castillo.
 
Situasi serupa yang pernah dialami Liverpool pada saat adu penalti melawan Milan. Andriy Shevchenko yang menjadi eksekutor terakhir juga gagal menjalankan tugas.
 
Penalti Shevchenko saat itu pun berhasil ditepis kiper Jerzy Dudek. Penyelamatan yang membuat Liverpool memastikan diri menjadi juara dengan skor 3-2, setelah bermain imbang 3-3 di babak tambahan waktu.
 
Peristiwa yang kemudian dikenang dengan sebutan The Miracle of Istanbul. Dini hari tadi, Istanbul kembali menunjukkan keajaibannya merestui kemenangan Liverpool di Piala Super Eropa 2019.
 
Deja Vu yang akan selalu diingat Liverpool dan juga para pendukungnya. Selamat, Reds!
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif