Cristiano Ronaldo. (Isabella BONOTTO / AFP)
Cristiano Ronaldo. (Isabella BONOTTO / AFP)

Kisah di Balik Kembalinya Cristiano Ronaldo ke MU

Bola cristiano ronaldo liga inggris Manchester United bursa transfer pemain
Kautsar Halim • 30 Agustus 2021 07:10
Dunia sepak bola gempar ketika Manchester United berhasil merekrut kembali Cristiano Ronaldo dari Juventus pada Jumat 27 Agustus lalu. Pergerakan transfer itu sungguh tidak disangka karena terjadi cukup cepat dan Juve pun sempat menyangkal Ronaldo bakal hengkang.
 
Bantahan manajemen Juve soal kepergian Ronaldo mulai samar ketika sang megabintang tampil dari bangku cadangan pada laga pembuka Serie A kontra Udinese yang berakhir imbang 2-2. Beberapa hari kemudian, pelatih Juve Massimiliano Allegri, akhirnya mengonfirmasi kepergian Ronaldo dari Turin.
 
Terlontarnya pernyataan Allegri langsung memunculkan spekulasi Ronaldo bakal diboyong Manchester City yang gagal merekrut Harry Kane dari Tottenham Hotspur. Terlebih, Jorge Mendes selaku agen Ronaldo disebut-sebut sudah terbang ke Inggris untuk bernegosiasi dengan City.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Legenda MU seperti mantan kapten Rio Ferdinand dan eks pelatih Sir Alex Ferguson tidak senang dengan rumor tersebut karena Ronaldo dibesarkan Setan Merah, dan City salah satu rival terberat di liga Inggris. Jadi, mereka berinisiatif merayu Ronaldo secara pribadi agar tidak pindah ke City.
 
"Sama seperti saya, Sir Alex Ferguson juga bakal benci melihat Cristiano Ronaldo mengenakan kostum Man City. Siapa pun yang sudah lama terhubung dengan klub sepak bola ini (MU) juga pasti merasakan hal yang sama," ujar Ferdinand.
 
"Setelah itu saya langsung meneleponnya dan bilang: 'Apa yang terjadi? Katakan Anda berbohong.' Saya sama seperti para fans, tolong katakan kamu tidak pindah ke sana (City)," tambahnya sambil mengatakan Ronaldo sering bilang tidak untuk menjawab pertanyaan itu.
 
"Saya berharap ada pengumuman dan sekarang saya ikut senang. Sungguh terbaik, kami telah melihat perekrutan hebat pada musim panas ini," lanjut Ferdinand.

 
Manchester Evening News menyebutkan Ferguson turut merayu Ronaldo pada Jumat 27 Agustus pagi waktu setempat. Lalu menariknya beberapa jam kemudian, pelatih Manchester City Pep Guardiola membeberkan dalam jumpa pers bahwa pihaknya telah gagal mendapatkan tanda tangan Ronaldo.
 
Tidak diinformasikan lebih lanjut cara Ferguson merayu Ronaldo agar tidak pindah ke City. Tapi, dia memang berjasa membentuk CR7 yang diboyong dari klub Portugal Sporting CP pada 2003 untuk mulai membela MU ketika masih berusia 18 tahun.
 
Lalu pada sore harinya, MU mengumumkan kabar sensasional telah merekrut CR7 dari Juve dengan nilai transfer yang diyakini media-media Inggris hanya sebesar 15 juta euro (sekitar Rp255 miliar) plus tambahan 8 juta euro (sekitar Rp136 miliar).
 
"Manchester United dengan senang hati mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk mentransfer Cristiano Ronaldo. Dia setuju dengan kesepakatan pribadi, visa, dan medis," tulis sebuah pernyataan di situs resmi MU.
 
"Cristiano, pemilik Ballon d'Or lima kali, sejauh ini telah memenangkan lebih dari 30 trofi utama sepanjang karier, termasuk lima gelar Liga Champions, empat Piala Dunia Antarklub, tujuh gelar liga Inggris, liga Spanyol, liga Italia, dan Piala Eropa untuk Portugal," lanjut pernyataan itu memamerkan pencapaian Ronaldo.
 
"Dalam periode pertama membela Manchester United, dia (Ronaldo) sudah mencetak 118 gol dalam 292 pertandingan. Semua orang di klub menantikan kembalinya Cristiano ke Manchester," tambah pernyataan itu.

 
Berkat Ferguson, Ronaldo bisa mengukir sejarah menjadi salah satu pemain terbaik Liga Primer Inggris. Bahkan, torehan 31 golnya pada musim 2007--2008 baru bisa dipatahkan penyerang Liverpool Mohamed Salah yang mengoleksi 32 gol pada musim 2017--2018.
 
Tapi jika dihitung dari semua kompetisi musim 2007--2008, Ronaldo mampu mencetak 42 gol untuk membantu United menjuarai Liga Primer Inggris, Liga Champions dan meraih trofi Ballon d'Or pertamanya. Semusim setelahnya, Ronaldo semakin tajam ketika diboyong Madrid.
 
Sembilan tahun di Spanyol, Ronaldo mengukir berbagai rekor yang salah satunya menjadi top skor sepanjang masa Madrid. Kemudian sejak direkrut Juventus pada 2018--2019, Ronaldo juga tetap subur dengan raihan 81 gol dalam 98 pertandingan Serie A. Sayangnya, dia gagal mewujudkan target Bianconeri menjuarai Liga Champions.
 
Meski Termakan Usia, Ronaldo Tetap Buas
 
CR7 berusia 36 tahun ketika diboyong kembali oleh MU dan kabar tentang penurunan performanya sudah tersiar sejak musim-musim terakhir bersama Madrid. Tapi, dia diyakini mampu bersaing dengan para penyerang MU seperti Edinson Cavani, Mason Greenwood, Marcus Rashford, dan Anthony Martial.
 
Data statistik menyebutkan, Ronaldo mampu mengoleksi 36 gol untuk Juventus di semua kompetisi musim lalu, yang artinya satu gol setiap 104,19 menit. Rasio gol per menit itu lebih banyak ketimbang dua musim pertama di Italia dan jauh lebih subur ketika membela Madrid, yakni satu gol per 90 menit dalam delapan dari sembilan musim.
 
Seiring bertambahnya usia, pergerakan Ronaldo juga sudah tidak seluas puncak kariernya bersama MU maupun Madrid. Namun, dia tetap saja bisa memposisikan diri untuk terlibat langsung dalam terciptanya gol. Kemampuannya dalam merebut bola dan membantu pertahanan saja yang mengalami penurunan signifikan.
 
Ronaldo hanya tercatat memenangkan enam tekel saja pada musim lalu dan tiga di antaranya terjadi di Serie A. Padahal saat menyelesaikan musim ketiga bersama Madrid dengan 60 gol, Ronaldo mampu memenangi 33 tekel dan cukup rajin membantu pertahanan. Jadi, tak heran jika belakangan ini Ronaldo jarang sprint untuk menusuk dari sisi lapangan.

 
Meski tidak sesubur ketika membela Madrid ataupun saat periode pertamanya di MU, Ronaldo tetap punya statistik produktifitas gol yang tinggi, khususnya ketika mendapat peluang di kotak penalti. Bahkan, bakal mengejutkan jika dia gagal mengumpulkan 20 gol di Liga Primer Inggris musim ini.
 
Ronaldo Berarti Besar buat MU
 
CR7 menghabiskan enam tahun kariernya sebagai pemain muda United sebelum keinginannya untuk hengkang dikabulkan pada Juni 2009. Kepindahannya ke Madrid saat top performa memecahkan rekor dunia karena nilainya mencapai 80 juta poundsterling (sekitar Rp1,5 triliun).
 
Ronaldo hengkang pada musim itu setelah United menjuarai Liga Primer Inggris dan meninggalkan City finis di urutan kesepuluh. Kemudian, Setan Merah juga sukses menyabet trofi Piala Liga, mencapai semifinal Piala FA dan menjadi runner-up Liga Champions.
 
Kontribusi Ronaldo tentu dirindukan para fans United yang tim kesayangannya terakhir kali mengangkat trofi lewat ajang Piala Liga dan Liga Europa musim 2016--2017.
 
Musim lalu, City kembali menjuarai Liga Primer Inggris sambil menjaga selisih 12 poin dengan MU yang finis sebagai runner-up. Perekrutan kembali Ronaldo menjadi sinyalkuat bahwa United sangat menginginkan menjuarai Liga Primer Inggris yang belum pernah mereka raih lagi sejak musim 2012--2013. (Optus Sport)
 

(KAH)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif