Penampilan unik fan Senegal saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2018 (Foto: AFP PHOTO / Francisco LEONG)
Penampilan unik fan Senegal saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2018 (Foto: AFP PHOTO / Francisco LEONG)

Sepak Bola Adalah Kita

Bola piala dunia 2018 analisis piala dunia 2018
Rastra Dewangga • 20 Juni 2018 13:55
JIKA dipikir-pikir sebetulnya lucu juga jika kita selalu merasa harus ‘melibatkan’ diri pada Piala Dunia. Dengan sukaria, gelaran Piala Dunia selalu disambut gegap gempita. Ada yang rela membuat mural bertema Piala Dunia, membeli jersey mahal tim kesayangan, hingga menghias kampungnya dengan ornamen dan hiasan berbau Piala Dunia.
 
Bagi yang punya uang berlimpah, nonton langsung ke stadion adalah hal jamak. Saya pernah bertemu sejumlah warga Indonesia yang menonton Piala Dunia secara langsung.
 
Sebetulnya apa ikatan kita dengan Piala Dunia? Mengirim tim saja, jangankan sampai ke putaran final, lolos penyisihan grup saja belum bisa dilakukan. Dari konteks ini tidak ada/kecil hubungannya bukan? Tetapi itulah sihir sepak bola.

Baca:Sihir Kuliner di Piala Dunia


Siapa yang tidak terbius dengan daya magis dan kesakralan prosesi pertandingan. Mulai saat pemain berjalan melalui lorong stadion, peluit kick off ditiupkan, adu taktik dan tackling hingga euforia kemenangan ataupun duka mendalam saat tersungkur di akhir laga. Belum lagi kala gol-gol indah tercipta. Membuat orang melupakan kesumpekan hidupnya meski hanya untuk 90 menit saja. Dan kita telah sejak lama tersihir Piala Dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepak bola tidak pandang bulu saat menyihir penyukanya. Mulai anak-anak hingga orang tua, dari kaum papa hingga mereka yang berpunya. Bahkan yang sebelumnya tidak mengenal sepak bola, tiba-tiba bisa menjadi fan paling fanatik hanya karena pengaruh pacar atau lingkungannya. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Selalu ada keresahan untuk mengasosiasikan diri dengan lingkungannya. Disinilah sihir sepak bola bekerja.
 
Berbicara soal sihir sepak bola, saya punya pengalaman tak terlupakan. Waktu itu Ian Rush sedang hebat-hebatnya bersama Liverpool. Demikian juga Mario Kempes sedang berjaya bersama Argentina. Ketika kami bermain sambil hujan-hujanan di lapangan berlumpur, di sudut kota Magelang, semua berebut mengklaim diri sebagai Rush ataupun Kempes. Tidak ada yang mau menjadi kiper.
 
Sampai sekarang saya masih heran, dari mana kami mengenal Kempes dan Rush. Saat itu rata-rata usia kami 10 tahun, dimana tayangan serta berita tentang sepak bola belumlah sebanyak sekarang. Mungkin kami mendengarnya melalui radio. Ajaib bukan, hanya mendengar dari radio, anak-anak kecil itu ‘menjelma’ menjadi Rush dan Kempes di lapangan berlumpur.
 
Sihir lebih hebat terjadi pada Si Penggebuk Drum dari Spanyol, Manolo el del Bombo. Ikon suporter Spanyol ini rajin mengikuti La Furia Roja bertanding dimanapun. Gayanya khas. Mengenakan jersey bernomor 12, selalu mengenakan baret dan tak kenal lelah memukul drum sepanjang laga. Apa yang membuat Manolo rela bepergian sejauh 16.000 kilometer tanpa uang untuk mengikuti tim nasionalnya? Saya meyebutnya sihir.
 
Dan peristiwa pada Piala Dunia 1982 itulah yang mengawali ‘perjalanan suci’ pemilik nama asli Manuel Caceres Astesero. Pada tahun-tahun berikutnya Manolo nyaris hadir di semua pertandingan penting Timnas Spanyol.
 
Saya pernah bertemu dengannya di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria, Afrika Selatan, jelang pertandingan Spanyol melawan Cile di penyisihan Grup H Piala Dunia 2010. Pribadinya hangat dan mudah akrab dengan siapa saja. Tabuhan genderangnya membuat semangat suporter Tim Matador membuncah.
 
Pertemuan kedua terjadi setelah Spanyol menjadi juara, di depan hotel tempat pemain menginap. Manolo dan suporter lainnya berpesta merayakan keberhasilan Spanyol. Kami tidak banyak berbincang karena keterbatasan bahasa. Namun jabat tangannya sangat erat dan terasa bersahabat.

Baca juga:Rindu Rasa Inggris


Mengapa sepak bola sedemikian mudah menyihir? Karena sesungguhnya sepak bola dekat dengan kita. Sepak bola adalah bentuk telanjang karakter manusia. Ada harapan, ada cinta, ada pengorbanan, ada keputusasaan bahkan ada kebencian di sana. Klop dengan berbagai karakter dalam diri manusia.
 
Kesamaan inilah yang membuat sepak bola mudah diterima dan meresap serta mengalir dalam darah hingga ke pembuluh terkecil. Sihir itu akan memberi energi dan pengaruh luar biasa. Tanyakan saja kepada Bonek, Viking, The Jak, Aremania atau Panser Biru, apa yang bisa mereka lakukan untuk tim kesayangannya. Tidak perlu kaget jika jawabannya adalah mereka mau melakukan apa saja demi tim pujaannya.
 
Energi itulah yang membuat Bonek, The Jak, Aremania, Manolo hingga anak-anak kecil merasa satu jiwa dalam tarikan nafas dengan sepak bola.
 
Jika demikian manjur kekuatan sihir, mengapa tidak mampu menyihir Timnas kita? Ups… saya tidak tahu jawabnya. Daripada menggugat, lebih baik kita menengok ke Rusia, menyaksikan Piala Dunia. Tapi ingat jangan sambil minum vodka.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif