Pelatih Chelsea Frank Lampard. (Foto: AFP/Isabel Infantes)
Pelatih Chelsea Frank Lampard. (Foto: AFP/Isabel Infantes)

Cinta, Lampard, dan Chelsea

Bola liga inggris chelsea
Alfa Mandalika • 08 Juli 2019 18:06

cinta kan membawamu kembali di sini
menuai rindu, membasuh perih
bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
mencintaiku apa adanya

Penggalan lirik lagu yang dipopulerkan oleh band Tanah Air "Dewa 19" di atas tampaknya cocok dengan situasi yang dialami pelatih anyar Chelsea, Frank Lampard. Rasa cinta yang besar kepada Chelsea akhirnya membawa Lampard kembali ke Stamford Bridge.
 
Pelatih bernama lengkap Frank James Lampard memang memulai karier dari akademi West Ham United. Namun, namanya kian meroket tatkala Chelsea memboyongnya pada 2001.
 
Di sana, Lampard tak hanya lebih dikenal dunia, tapi, dia menjadi sosok vital selama 13 tahun. Bahkan, dia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dengan torehan 211 gol dalam 648 pertandingan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Kendati sempat menyeberang ke Manchester City, suporter tetap mencintai Lampard. Ya, seperti Lampard mencintai Chelsea apa adanya.
 
Maka, ketika mendapatkan kesempatan menjadi juru taktik Chelsea, tidak ada keraguan bagi Lampard. Secara pengalaman, Lampard mungkin masih hijau. Namun, hasrat membantu Chelsea dengan kekuatan maksimal menjadi modal utama Lampard bersaing di Liga Primer Inggris.
 
"Saya sangat bangga bisa kembali ke Chelsea sebagai pelatih. Semua orang tahu seberapa besar cinta saya untuk klub ini dan sejarah yang kami miliki bersama," ujar Lampard.
 

Dukungan Manajemen Chelsea untuk Lampard

Manajemen Chelsea sadar bahwa keputusan menunjuk Lampard adalah langkah yang benar. Manajemen menilai, Lampard mengenal karakter klub luar dan dalam.
 
"Merupakan kebanggaan bagi kami bisa menyambut Frank kembali ke Chelsea sebagai pelatih. Frank memiliki pengetahuan luas dan pemahaman mendalam tentang klub dan musim lalu ia mendemonstrasikan dirinya sebagai salah satu pelatih berbakat di sepak bola," ujar Direktur Chelsea Marina Granovskaia.
 
"Setelah 13 tahun sebagai pemain bersama kami, di mana ia menjadi legenda dan top skorer sepanjang masa kami, kami percaya ini waktu yang sempurna baginya untuk kembali dan kami senang bisa melakukannya. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk membantunya membawa sukses bagi klub," sambungnya.
 
Melihat pernyataan sang direktur, pengalaman yang cemerlang bukan menjadi tolok ukur. Terpenting, pengetahuan karakter klub, pemain, serta fan itu menjadi yang utama.
 
Melihat sepak terjang Lampard, dia baru sekali membesut klub yakni Derby County. Lampard nyaris membawa Derby promosi ke Liga Primer Inggris. Sayang, Derby gagal lolos usai takluk dari Aston Villa di final playoff.
 
Jelang debut sebagai pelatih Chelsea, Lampard langsung ditunggu tugas berat. Sesuai jadwal yang sudah dirilis FA, The Blues akan bertemu Manchester United pada laga perdana di Old Trafford pada 11 Agustus 2019. Lalu, Chelsea yang musim lalu jawara Liga Europa akan berduel dengan juara Liga Champions, Liverpool di Piala Super Eropa pada 14 Agustus 2019.

Janji Orbitkan Pemain Muda

Sebelum liga bergulir, Lampard sudah ancang-ancang bakal serius memaksimalkan pemain muda. Dia sadar, pemain muda sangat dibutuhkan oleh klub sekaliber Chelsea.
 
Lampard berjanji akan melihat talenta-talenta muda yang ada di akademi Chelsea. Hal itu dinilai jalan terbaik. Apalagi, Chelsea terkena larangan transfer pemain selama dua periode lantaran membeli pemain di bawah umur.
 
"Akademi akan jadi satu hal yang akan kami evaluasi dengan mendalam. Kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa ada jalan antara kedua tempat yang bisa disebrangi jika mereka bisa membuktikan kapasitas mereka," imbuhnya.
 
"Kami akan memantau mereka dan jika mereka melakukan pekerjaan yang baik, kita akan melihatnya. Akademi klub ini melakukan kerja hebat dalam beberapa tahun terakhir, jadi merupakan kesalahan jika kita tidak memaksimalkannya," pungkasnya.
 
Kehadiran Lampard di Chelsea dinilai pengamat sepak bola Anton Sanjoyo merupakan kondisi yang biasa. Namun, yang menjadi nilai lebih ialah kedekatan psikologis antara Lampard dengan Chelsea.
 
"Lampard dipilih karena punya akar yang bagus di tim dan suporter. Soal hasil saya yakin owner (pemilik klub) tidak terlalu peduli karena musim depan akan lebih banyak konsentrasi membangun tim baru dengan pemain muda dan semangat baru. Hasilnya baru terlihat tiga musim ke depan," kata Anton kepada medcom.id.
 
Seperti lirik lagu "Cinta Kan Membawamu Kembali", Lampard memang mencintai Chelsea apa adanya. Bahkan, dia rela digaji jauh di bawah Pep Guardiola atau Juergen Klopp yang mencapai ratusan miliar rupiah dalam setahun. Semua dilakukan Lampard karena kecintaannya kepada Chelsea.
 
Video: Solskjaer Siap Bawa MU Tampil Konsisten Musim Depan
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif