Ilustrasi by medcom.id
Ilustrasi by medcom.id

Boikot Virus Medsos

Bola liga dunia
Arpan Rahman • 11 Februari 2020 13:25
LIGA Kampiun AFC 2020 sudah dimulai, namun digantungi dua pertanyaan signifikan. Ancaman boikot dari klub-klub Iran dan merebaknya wabah virus korona di Tiongkok masih belum terjawab tuntas oleh otoritas sepak bola Asia.
 
Klub Pathakor dari Uzbekistan mengawali turnamen AFC Champions League (ACL) 2020 dengan kemenangan 2-1 atas Shabab Al-Ahli asal Uni Emirat Arab di Grup B. Tiga pertandingan lain juga serentak digelar pada matchday-1 (laga hari perdana).
 
Total, 32 klub berkiprah di kompetisi tertinggi level benua ini. Mereka terbagi dalam delapan grup. Tiap grup berisi empat klub.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Dari 47 anggota AFC, hanya 12 negara berhak tampil di putaran final ACL 2020. Uni Emirat Arab, Iran, Arab Saudi, Tiongkok, dan Korea Selatan diwakili masing-masing empat klub. Australia dan Jepang (3) serta Qatar (2). Sisanya dari Malaysia, Irak, Uzbekistan, dan Thailand.
 
Boikot Iran
 
Setelah sempat mengancam akan memboikot, empat klub sepak bola Iran akhirnya memutuskan tetap berpartisipasi. Ancaman boikot itu dilaporkan kantor berita Tasnim: "Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (IFF) menerima surat resmi dari AFC yang mengatakan telah memutuskan untuk ACL 2020 mendatang dengan tuan rumah oleh (klub) Iran agar diadakan di negara-negara 'netral'."
 
Menjelaskan keputusan AFC sebagai "bermotivasi politik," klub-klub sepak bola Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut turnamen sampai AFC menarik kembali keputusannya. Empat klub Iran, Esteqlal (Esteghlal) Teheran dan Perspolis, Sepahan Isfahan, dan Shahr Khodro (Padideh) saat ini bersaing di ACL 2020.
 
Alasan di balik keputusan AFC untuk melarang Iran menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola belum diketahui, tetapi sepertinya itu terkait dengan jatuhnya pesawat penumpang Ukraine Airlines baru-baru ini yang menewaskan semua 176 penumpang di dekat ibu kota, Teheran.
 
Menanggapi keputusan itu, keempat tim Iran menandatangani dan mengirim surat kepada Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. Mereka bersikeras bahwa Iran cukup "aman" menjadi tuan rumah pertandingan internasional.
 
Surat itu juga menegaskan bahwa tim-tim Iran tidak akan menyerah pada keputusan "yang bermotivasi politik" AFC dan tidak akan menggelar pertandingan kandang mereka di negara lain kecuali di Iran.
 
Keputusan kami bertujuan menjaga martabat Iran, mempertahankan keamanan Iran, dan mencegah campur tangan politik dalam olahraga; sebuah sumber informasi mengutip surat itu mengatakan.
 
"Melarang klub sepak bola Iran menjadi tuan rumah di stadionnya sendiri adalah bagian dari 'proyek yang dirancang oleh arogansi global' untuk menghilangkan kegembiraan dan kebahagiaan rakyat Iran," kata Presiden Komite Olimpiade Nasional Republik Islam Iran, Reza Salehi Amiri, dikutip dari Radio Farda baru-baru ini.
 
Arogansi global adalah istilah yang digunakan otoritas Republik Islam buat menggambarkan Amerika Serikat. Diketahui, olahraga Iran, khususnya klub sepak bola, sebagian besar dikelola dan diawasi oleh komandan Korps Garda Revolusi Islamis (IRGC).
 
Badan sepak bola Asia mengutip "masalah keamanan" dalam menjelaskan mengapa klub Iran ditolak haknya sebagai tuan rumah. Menyusul banding Iran terhadap keputusan tersebut, AFC menyarankan bahwa laga kandang penyisihan grup pada pertandingan pertama, kedua, dan ketiga yang melibatkan klub Iran akan dialihkan ke pertandingan tandang. "Untuk memberikan waktu buat menilai kembali masalah keamanan di negara itu," kata pernyataan AFC.
 
Setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal AFC di Malaysia, delegasi Iran dengan bangga dan lantang berbicara tentang "kemenangan besar" dalam negosiasi mereka dan mengklaim bahwa AFC telah menghapus persyaratan "masalah keamanan" dan bahwa pertandingan leg kedua dari klub Iran di Liga Champions AFC 2020 pasti akan dimainkan di tanah Iran.
 
Virus 2019-nCov
 
AFC pun telah menunda beberapa pertandingan karena merebaknya virus korona (Coronavirus 2019-nCov) di Tiongkok. Pertandingan yang menampilkan klub-klub Tiongkok di ACL 2020 -- Beijing FC, Shanghai Shenhua, Guangzhou Evergrande, dan Shanghai SIPG -- telah dipindahkan dari jadwal pada pertengahan Februari dan awal Maret hingga April dan Mei.
 
Laga antara Chiangrai United Thailand dan Beijing FC akan berlangsung pada 18 Februari karena tim Tiongkok itu berlatih di Korea Selatan dan tidak memerlukan tindakan karantina.
 
Keputusan penundaan muncul setelah pertemuan darurat di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Para pejabat setuju untuk menilai kembali situasi 21 hari sebelum setiap hari pertandingan berikutnya. Jika ditentukan bahwa pertandingan tidak dapat berjalan sesuai rencana, tim tuan rumah akan mengusulkan tempat netral selambat-lambatnya 14 hari sebelum pertandingan dijadwalkan.
 
"Kami bersatu dalam keadaan sulit untuk menemukan solusi yang memungkinkan kami bermain sepak bola sambil memastikan kami melindungi keselamatan dan keamanan semua pemain, pejabat, pemangku kepentingan, dan penggemar," kata Sekretaris Jenderal AFC Dato' Windsor John setelah pertemuan.
 
"Kami juga menerima bahwa Coronavirus ini adalah masalah yang jauh lebih besar dari sekadar sepak bola, dan kami berharap semua yang terkena dampaknya segera kembali sehat," cetusnya, disitir dari Deutsche Welle, belum lama ini.
 
AFC semula mengubah jadwal pertandingan asli untuk memungkinkan klub-klub Tiongkok memainkan tiga pertandingan pertama mereka jauh dari kandang mereka. Namun, beberapa negara, termasuk Australia, telah memberlakukan pembatasan perjalanan, yang membuat mereka tidak mungkin memainkan pertandingan yang diatur ulang.
 
Medsos Persib
 
Di balik gebyar ACL 2020, Indonesia tinggal jadi penonton setia. Cuma jangan manyun saja.
 
Kita patut berbangga. Persib meraih prestasi melampaui klub-klub lain seantero Asia. Klub Indonesia asal Bandung menempati peringkat ke-22 dunia di antara klub-klub sepak bola karena populernya di media sosial, dalam laporan dari agen pemasaran digital Result.
 
Bertajuk 'Global Digital Football Benchmark', laporan itu mengukur kehadiran digital klub di seluruh dunia pada 15 landasan media sosial, termasuk platform Cina Weibo, Youku, dan WeChat. Persib Bandung menjadi yang pertama di antara klub-klub sepak bola Asia, dengan 17 juta pengikut.
 
Laporan tersebut mencakup klub-klub dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Disebutkan, juara bertahan LaLiga FC Barcelona memiliki media sosial terbesar di antara klub-klub sepak bola global, yaitu 260 juta pengikut.
 
Real Madrid berada di posisi kedua dengan 258 juta. Klub Liga Primer Inggris, Manchester United dan Chelsea, masing-masing berada di urutan ketiga dan keempat, dengan 142 juta dan 93 juta. Juara Serie A Juventus menyusul dengan 90 juta.
 
Klub Asia yang paling banyak diikuti kedua adalah Guangzhou Evergrande Cina. Tempat ketiga diduduki saingan domestik Persib, Persija Jakarta, dengan 6 juta pengikut di Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube.
 
Belum jelas hadiah apa yang akan diterima Maung Bandung dari Result. Kabar buruknya pada menit-menit terakhir malam Senin 10 Februari 2020, tagar #UnsubscribePersib mencuat hingga lebih dari 2000 cuitan dari netizen +62. Mungkin Persib nanti merosot dari peringkat ke-22 dunia digantikan klub Tiongkok.
 
Video: Lionel Messi akan Hengkang dari Camp Nou?
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif