Sihir Kuliner di Piala Dunia
Suasana pembukaan Piala Dunia Rusia. (Foto: AFP)

PIALA DUNIA 2018 di Rusia bukan hanya soal tim-tim yang berlaga lengkap dengan taktik yahud, kekuatan fisik prima, dan modal talenta besar. Juga bukan cuma soal pelatih hebat dengan racikan strategi mematikan, dan keterampilan individu yang sulit dijinakkan. Yang tidak kalah penting, bahkan seringkali luput dari perhatian khalayak luas, adalah soal asupan makanan.

Betapa pentingnya kuliner bagi perhelatan sepak bola, setidaknya bisa ditengok dari apa yang dilakukan Rusia, tuan rumah Piala Dunia 2018. Bukan melulu memastikan laga dari tanggal 14 Juni hingga 15 Juli 2018 di 12 stadion yang tersebar di 11 kota itu berlangsung lancar dan menarik, negeri Vladimir Putin bahkan merasa perlu memamerkan menu-menu makanan tradisional khas Rusia.

Belum cukup. Seperti Indonesia yang kaya aneka kuliner tradisional, Rusia merasa perlu menggelar festival makanan di semua kota sesuai jadwal. Seperti dilansir Tass, 23 Mei 2018, salah satu kota terbesar di Rusia, yaitu Kazan, telah menyiapkan berbagai hidangan untuk menyambut para penggemar bola di Rusia. Hidangan seperti kue tradisonal Tatar yang disebut chak-chak, mulai dibuat.


Sementara di Kota Kaliningrad, panganan ayam kesukaan mahabintang Barcelona asal Argentina, Lionel Messi, telah disiapkan. Juga kue Chak-chak kegemaran Cristiano Ronaldo, superbintang Real Madrid asal Portugal. Kota Saransk menghidangkan potongan daging ala 'Bear Paw' yang unik dan hanya ada di Rusia. Untuk memuaskan dahaga publik, Kota Samara bakal menyajikan bir Zhigulevsky yang dingin.

Rupanya itu masih belum cukup. Pemerintah Moskow juga menggelar festival food truck. Festival berlangsung di setiap kota pada hari pertandingan. Festival menampilkan hidangan lokal paling populer.

"Akan hadir 11 food truck dengan makanan yang mereprensentasikan setiap kota. Seperti food truck dari Moskow, akan menyajikan roti dengan isian yang berbeda. Dari susu hingga liver ikan Murmansk," kata kordinator proyek Gastronomic Map of Russia Ekaterina Shapovalova.

Restoran lokal juga turut menyiapkan menu khusus selama Piala Dunia lengkap dengan dekorasi bernuansa bola. Misalnya, restoran di Gorki Gorod yang memasang hiasan makanan untuk menghormati kiper asal Italia, Gianluigi Buffon.

Penyuka sea food bisa mendatangi Kota Rostov-on-Don. Kota ini menyiapkan beberapa restoran di sepanjang sungai, lengkap dengan aneka hidangan ikan, seperti sup ikan ukha. Uniknya, sup bisa diracik dengan suntikan vodka yang dituangkan ke dalamnya.

Dengan semua itu, Rusia tampaknya tidak ingin melewatkan ajang Piala Dunia untuk "menjual" pelbagai kekayaan kebudayaan yang dimilikinya, terutama kekayaan kuliner. Wajar saja karena jutaan orang dari berbagai negara bakal berdatangan ke negeri Tuan Putin. 

FIFA menjual secara daring 10 juta lembar tiket, mulai dari laga penyisihan grup hingga final. Jika setiap mulut mencicipi 3-4 jenis makanan khas Rusia, bukan mustahil mereka bakal tersihir kemudian ketagihan. 

Akan tetapi, kuliner dalam ajang Piala Dunia bukan melulu urusan tuan rumah Rusia. Sebanyak 32 negara peserta yang memboyong pemain, pelatih, dan kru juga perlu meracik kuliner yang tidak saja bergizi serta kaya nutrisi sesuai kebutuhan pemain, tapi juga lezat saat disantap.

Apa boleh buat, soal urusan lezat dan tidak, enak dan nikmat misalnya, masing-masing lidah punya takaran sendiri. Enak bagi warga Moskow belum tentu lezat bagi warga Kota Lima, Peru. Demikian pula sebaliknya.

Itu sebabnya, hampir setiap negara peserta perlu memboyong bahan makanan dan chef ke Rusia untuk meracik makanan agar sesuai selera lidah. Tim nasional Argentina membawa 3 ton makanan ke Rusia.

"Tim nasional berangkat sambil membawa makanan tradisional Argentina: daging sapi, daging babi, dulce de leche mate dan lainnya," kata Duta Besar Argentina untuk Rusia, Ricardo Lagorio, seperti dilaporkan Sports Illustrated, 8 Juni 2018.

Seorang chef ditunjuk untuk meracik makanan itu. Bahan makanan dikirim ke Bronnitsy dari Argentina. Bisa dipastikan para pemain Argentina bakal tetap menikmati makanan enak khas negaranya saat di Rusia.

Mereka dijadwalkan berlatih di Bronnitsy, sekitar 25 mil dari Moskow. Tim nasional Argentina menggunakan fasilitas yang sebelumnya dipakai tim nasional Rusia dalam berbagai cabang olahraga. Fasilitasnya antara lain kolam renang besar, dua Jacuzzi, tiga ruangan sauna, ruang bermain dan lainnya.

Baca: Kata Kane setelah Bungkam Tunisia


Timnas Inggris melakukan hal serupa. Keputusan membawa makanan dan tim koki sendiri ke Rusia untuk menjaga keamanan makanan skuat Tiga Singa. Media Inggris, The Sun, menyebutkan kebijakan itu keluar setelah memanasnya hubungan Inggris dan Rusia akibat kematian agen ganda Sergei Skripai dan anaknya di Salisbury, Inggris, beberapa waktu lalu.

Tim koki bertugas menguji kualitas daging, ikan, buah-buahan, sayur-sayuran, beras dan pasta yang disuplai dari pemasok mereka di Finlandia. Air dan susu juga akan diujicoba untuk memastikan itu semua aman untuk dikonsumsi.

"Semua asupan makanan, dari ayam, pasta, ikan dan lainnya akan diperiksa dan dites secara ketat. Hal yang terpenting adalah tidak ada pemain yang mendapatkan masalah sebelum pertandingan," ujar sumber di pemerintahan Inggris.

Soal makanan sempat memantik kehebohan dalam ajang Piala Dunia 2014 di Brasil. Otoritas Bea Cukai Brasil menyita 39 dulce de leche, makanan tradisional di Amerika Selatan yang dikonsumsi sejak abad ke-19, saat skuat timnas negara itu tiba di Brasil, 9 Juni 2014. Produk disita karena belum bersertifikat. Seperti dilansir BBC, 17 Juni 2014, fan timnas Uruguay yakin tim mereka kalah melawan Kosta Rika dengan skor 3-1, 15 Juni 2014, karena pemain tidak mendapatkan dulce de leche.

Uruguay termasuk negara yang menyukai panganan manis ini. Dulce de leche berbentuk pasta lembut seperti selai kacang atau karamel. Terbuat dari susu yang direbus bersama gula, baking powder dan ekstrak vanili. Karena direbus menggunakan api kecil, gula susu panganan ini berubah jadi karamel yang lembut manis. Paling enak, dulce de leche dioleskan di atas roti, biskuit atau pun es krim.

Bukan hanya Uruguay yang punya jimat makanan sendiri. Tim-tim seperti Inggris, Amerika, bahkan Meksiko juga punya makanan andalan sendiri yang wajib mereka bawa. Dalam perhelatan Piala Dunia 2014, Steven Gerrard dan kawan-kawan bisa semringah. Sebab pelatih mereka, Roy Hodgson, mengizinkan saus tomat dan saus cokelat masuk dalam daftar menu. 

Menu ini sempat hilang saat Inggris ditangani Fabio Capello. "Saus tomat dan saus cokelat adalah makanan yang hebat. Keduanya meningkatkan rasa makanan," kata penjaga gawang Inggris, Ben Foster, seperti dikutip Dailymail. Masuknya kedua jenis saus ini diyakini akan menambah semangat tim.

Betapa pentingya urusan kuliner dalam sepak bola bisa dilihat dari penunjukkan Ralph Gottschalk sebagai chef Piala Dunia 2018 di Rusia. Gottschalk, seperti dilansir Herald Live, 13 Mei 2018, ditunjuk jadi executive chef di stadion St Petersburg, Rusia. Sebelumnya ia adalah chef yang melayani tokoh dunia, mulai dari pesohor Oprah Winfrey hingga mantan Presiden AS Bill Clinton.

Gottschalk akan mengatur operasional dapur di Stadion St Petersburg. Menurutnya, hal terbaik dari Piala Dunia adalah tiap negara punya kesempatan memperlihatkan budayanya, yang membuat orang bisa bersama.
 
Gottschalk belum pernah ke Rusia. "Rusia akan berbeda dari Piala Dunia lainnya karena kali ini kami akan benar-benar memasak makanan di stadion. Tidak seperti sebelumnya: makanan dimasak dan dikemas di luar lalu dikirimkan ke stadion," kata Gottschalk.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id