Skuat Timnas U-23 merayakan gol ke gawang Iran dalam laga uji coba jelang SEA Games 2019, Filipina (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Skuat Timnas U-23 merayakan gol ke gawang Iran dalam laga uji coba jelang SEA Games 2019, Filipina (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Senang Boleh, Lengah Jangan

Bola Timnas U-23
Achmad Firdaus • 27 November 2019 06:30
SEBUAH awalan manis dibuat Timnas Indonesia U-23 di pentas SEA Games 2019, Filipina. Di pertandingan perdana Grup B, Egy Maulana Vikri Cs langsung melibas Thailand.
 
Tak tanggung-tanggung, skor yang dibuat pasukan Garuda Muda pun terbilang cukup meyakinkan (2-0). Thailand dibuat keteteran. Padahal mereka berstatus juara bertahan. Gol Egy Maulana ('4) dan Osvaldo Haay ('87) di masing-masing babak tidak mampu dibalas pasukan Gajah Perang.
 
Kemenangan kali ini rasanya cukup pantas diraih Timnas U-23. Kalau melihat dari penguasaan bola, Indonesia memang kalah dari Thailand --sekitar 40%-60%--. Tapi, soal efektifitas terutama ketika membangun serangan. Indonesia sukses membuat Thailand kedodoran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Dari kacamata saya, Indonesia punya sekitar tiga atau empat peluang yang membahayakan gawang Thailand. Sementara, hanya satu atau dua peluang Thailand yang merepotkan Nadeo Arga Winata, kiper Indonesia yang ramai disebut mirip kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.
 
Secara keseluruhan, menurut saya, kunci kemenangan Indonesia di laga tersebut ada di soliditas dan kedisiplinan. Tentunya, dengan tidak melupakan pengorbanan dan keberanian para pemain untuk berduel one on one. Saya tidak melihat ada rasa tidak percaya diri atau gesture 'takut kalah' yang acap kali kita lihat ketika Indonesia menghadapi lawan yang satu ini.
 
Beberapa kali, kita disuguhkan aksi-aksi individu menawan yang ditampilkan Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani. Bahkan seorang Feby Eka Putra yang notabene berposisi sebagai gelandang bertahan, juga bisa berakselerasi hingga kotak penalti. Ketenangan Osvaldo Haay saat mencetak gol kedua juga pantas dipuji.
 
Soal ini, kita harus memberikan apresiasi pada Indra Sjafri sang peracik strategi. Pria asal Lubuk Nyiur, Sumatera Barat ini sukses memotivasi anak didiknya untuk tampil berani. Ia juga tidak minder beradu strategi dengan pelatih berlabel Piala Dunia, Akira Nishino, yang memimpin Timnas Jepang berlaga di Rusia (2018).
 
Berkat kemenangan ini, Indonesia sukses memperbaiki catatan buruk saat bersua Tim Gajah Putih. Khusus di pentas SEA Games, ini adalah kemenangan kedua dari total 21 pertemuan. Sebuah capaian yang tentunya tidak bisa dilihat selayang pandang.

Jangan Lengah

Tapi, perjuangan tidak berakhir sampai di sini. Masih ada enam pertandingan yang harus dimenangi Indonesia untuk bisa mengulang sejarah, merebut medali emas yang terakhir kali diraih pada 1991, juga di Filipina.
 
Egy Maulana dan kolega tidak boleh dibiarkan terlena dengan sanjungan dan pujian yang santer disuarakan masyarakat dan juga media-media Indonesia. Mereka tetap butuh kritikan dan masukan untuk membuat mereka tampil lebih militan.
 
Masih ada lawan yang harus mereka kalahkan. Duel melawan Vietnam harus dipersiapkan secara matang seperti ketika lawan Thailand. Apalagi, pasukan dari Negeri Paman Ho juga sudah mempertontonkan superioritas mereka saat membantai Brunei setengah lusin gol. Sementara itu, Singapura, Laos dan Brunei juga siap jadi batu sandungan apabila kita remehkan.
 
Berkaca dari laga melawan Thailand, Indonesia harus terus mengasah kemampuan. Andy Setyo Nugroho dan kawan-kawan harus tampil lebih lugas saat mengawal jantung pertahanan. Jangan biarkan penyerang lawan berdiri tanpa pengawalan.
 
Firza Andika dan Asnawi Mangkualam yang kerap membantu serangan dari sayap juga harus lebih sigap. Jangan sampai lengah apalagi lelah, yang ujung-ujungnya bisa dimanfaatkan lawan untuk menciptakan masalah.
 
Sementara Evan Dimas Darmono sebagai senior sekaligus jenderal lapangan juga harus lebih luwes lagi mengatur irama permainan. Adapun, Syahrian Abimanyu dan Zulfiandi atau siapapun yang nantinya akan bermain, wajib tampil tanpa kompromi. Jangan biarkan tim lawan memenangi pertempuran di depan garis pertahanan.
 
Khusus di sektor depan, saya melihat Indonesia punya materi yang cukup menakutkan. Ada Egy, Saddil, Osvaldo, Rafli hingga Witan Sulaeman. Apabila mereka bisa saling "mendukung" dan konsisten bertukar umpan, saya rasa harapan 260 juta masyarakat Indonesia untuk melihat tim sepak bolanya mengulang sukses 28 tahun silam --meraih medali emas SEA Games-- bukan hanya impian. Semoga..
 
Jadwal Pertandingan Timnas U-23 di Grup B SEA Games 2019:
 
Selasa, 26 November 2019

15:00 WIB: Thiland vs Indonesia (Menang 2-0)
 
Kamis, 28 November 2019
19:00 WIB: Indonesia vs Singapura (Rizal Memorial Stadium, Manila)
 
Minggu 1 Desember 2019
19:00 WIB: Vietnam vs Indonesia(Rizal Memorial Stadium, Manila)
 
Selasa 3 Desember 2019
19:00 WIB: Indonesia vs Brunei Darussalam (Binan Football Stadium, Binan)
 
Kamis 5 Desember 2019
15:00 WIB: Indonesia vs Laos (Imus)
 
Tak ingin ketinggalan info seputar sepak bola dalam dan luar negeri? Follow akun instagram @medcom_olahraga.
 
Video:Tak Hanya Indonesia, Malaysia Juga Terlibat Insiden Salah Bendera

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif