NEWSTICKER
Shin Tae-yong pimpin latihan Timnas Indonesia. (Foto: Antara/Aditya Pradana)
Shin Tae-yong pimpin latihan Timnas Indonesia. (Foto: Antara/Aditya Pradana)

Timnas Indonesia

Jam Karet

Bola timnas indonesia
Arpan Rahman • 21 Maret 2020 09:00
IMBAS wabah Covid-19 membuyarkan agenda tim nasional senior. Seluruh jadwal pertandingan internasional dalam kalender FIFA jadi molor.
 
Buyarnya agenda timnas atau molor-tidaknya pertandingan, tetap ada ciri khas pemain Indonesia berbentuk sebuah kebiasaan. Mereka selalu terlambat datang latihan.
 
Saya teringat sempat mewawancarai Alberto Bica dan Gabriel Anon menjelang SEA Games 2009 di lobi Hotel Daira Palembang. Keluhan mengenai kebiasaan pemain timnas dari mulut duet pelatih asal Uruguay itu terdengar sumbang. Bila dipanggil, maka dengan berbagai alasan, ada saja pemain yang terlambat datang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Sebelas tahun kemudian, tak ada yang berubah. Manajer-pelatih PSSI Shin Tae-yong merasakan hal yang sama. Ketika pemusatan latihan timnas senior tahap pertama. Bedanya, menyikapi pemain yang telat berkumpul, dia maklum dan diam saja.
 
Kita mengenal istilah "jam karet" sebagai salah satu budaya kontemporer di negeri ini. Jam karet merujuk kepada konsep "elastisitas" waktu, di mana waktu yang telah ditentukan bukan merupakan sesuatu yang pasti, melainkan sesuatu yang boleh diundur lebih lama dari janji.
 
*
 
Timnas Vietnam dipimpin pelatih Park Hang Seo lebih dari satu bulan mempersiapkan Piala AFF 2018, termasuk kamp pelatihan dua pekan di Republik Korea. Berlatih di Paju National Football Center, 28 pesepak bola kumpul bersama.
 
Tidak ada satupun pemain yang datang lebih cepat atau muncul belakangan. Tiba di kamp serempak sebagai rombongan, mereka lantas disaring menjadi sebuah kesebelasan.
 
Negeri Indochina warisan Paman Ho ini berhasil merebut supremasi Asia Tenggara. Di final, mereka menaklukkan Malaysia.
 
*
 
Qatar memulai kamp pelatihan mereka di Wina, Austria, pada 24 Juni 2018 sebagai persiapan untuk Piala Asia 2019. Enam bulan digojlok sebelum turnamen itu terbilang sangat pas.
 
Seluruhnya 31 pemain dari tujuh klub, termasuk Pedro Miguel, Khalid Abdul Raouf Hassan, dan Tariq Saliman Sulaiman antusias bergabung tepat waktu. Tak ada yang mangkir untuk absen dari panggilan itu.
 
Pelatih Felix Sanchez membuat beberapa modifikasi dalam program pelatihan selama 18 hari. Selain itu, sesuai dengan perubahan baru yang dibuat oleh pelatih, pelatnas menampilkan dua pertandingan persahabatan di sela durasi kamp ini.
 
Qatar kemudian menjadi juara Asia. Mereka menciptakan rekor, mengukir sejarah.
 
*
 
Paul Pogba, Kylian Mbappe, Hugo Lloris, dan Antoine Griezmann semuanya tiba di pusat pelatihan Clairefontaine yang berkelas. Mereka menggelar kamp pemusatan latihan Piala Dunia di hari pertama pada Rabu pagi 23 Mei 2018.
 
Namun, terlepas dari kedatangan pasukan Prancis yang bertabur bintang di markas pelatihan mereka, lagi-lagi selera mode para pemainlah yang menjadi salah satu topik pembicaraan utama. Matuidi mengenakan jaket merah cerah yang mencolok dan Kimpembe memakai jaket bertema purba.
 
Tidak seorang pun pemain terlambat masuk skuat ke Piala Dunia 2018 sebagai salah satu favorit menjelang turnamen. Pelatih Didier Deschamps memiliki sejumlah nama bintang permanen.
 
Kedisiplinan itu membuat Prancis membayar harganya. Mereka merengkuh gelar juara dunia.
 
*
 
Entah kapan, setelah wabah Covid-19 berakhir, nanti digelar pemusatan latihan timnas senior tahap kedua. Tentu ada lagi pemain yang terlambat bergabung di sana.
 
Coach Shin jelas bisa sensi dan baper serasa diremehkan bagai seekor keledai yang jatuh dua kali ke dalam lubang yang sama. Mungkin sikap yang dia tunjukkan, bukan lagi maklum, tetapi akan berbeda.
 
Jangan kaget saja.
 
Video: Piala AFC Tunda Seluruh Pertandingan Fase Grup
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif