Beratnya Menjadi Messi
Lionel Messi. (Foto: AFP/Mladen Antonov)
TIM Tango Argentina hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Islandia pada laga perdana penyisihan grup Piala Dunia Rusia 2018. Bagi penggemar Tim Tango hasil ini tentu mengecewakan. Tapi sesungguhnya hasil ini tidak terlalu mengejutkan, jika melihat penampilan Islandia pada babak kualifikasi.

Meski dihuni banyak pemain amatir, Islandia tampil perkasa pada babak kualifikasi. Mereka sukses menjadi pemuncak klasemen. Bahkan menyingkirkan tim yang sebelumnya lebih diunggulkan. Berbanding terbalik dengan Argentina yang nyaris gagal lolos ke Rusia. Pada saat genting, sang Messiah, Lionel Messi tampil sebagai juru selamat dengan hattrick-nya ke gawang Ekuador, sehingga Argentina lolos dari lubang jarum untuk berlaga di Rusia.

Di Rusia, Argentina kembali berharap banyak pada tuah Messi. Namun penampilan Messi saat menghadapi Islandia jelas menunjukkan betapa beratnya beban yang dipikul oleh sang Messiah. Messi tidak hanya menyandang ban kapten, namun sang pelatih Jorge Sampaoli juga menjadikan sang bintang sebagai poros permainan Tim Tango dan segenap pemain Argentina seakan mengamini gaya permainan yang diterapkan Sampaoli.


Tampil selama 90 menit, Messi jadi pemain yang paling sering membahayakan gawang Islandia melalui 11 tembakan ke arah gawang. Messi juga jadi pemain kedua dalam laga ini yang paling banyak melakukan sentuhan bola yakni 115 kali sentuhan, dan 71 kali operan. Namun semua itu tidak berbuah gol. Hanya tiga tembakan Messi yang tepat sasaran, bahkan kesempatan mencetak gol dari titik 12 pas sekalipun, gagal dikonversi Messi untuk menjadi gol.

Tidak sedikit pendukung Tim Tango yang kemudian mencemooh Messi. Beban semakin berat, karena penampilan Messi dibandingkan dengan pesaingnya selama ini Cristiano Ronaldo. CR7 disebut memikul beban yang sama dengan Messi, namun mampu memikulnya dengan baik. Ronaldo bahkan tampil luar biasa dengan mencetak hattrick, untuk membuat Portugal menahan imbang tim favorit juara, Spanyol, yang dihuni sederet pemain kelas dunia.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Tiga Laga Piala Dunia


Pelatih Portugal Fernando Santos sepertinya lebih cerdas dibanding Sampaoli. Walau tidak memiliki kualitas tim seperti yang dimiliki Sampaoli, Santos tidak menjadikan CR7 sebagai poros permainan Portugal. Strategi tersebut sebelumnya terbukti jitu di Piala Eropa 2016. Di final, Ronaldo hanya bermain 25 menit, namun Selecao das Quinas mampu meraih gelar juara.

Sampaoli harus segera berbenah jika ingin membawa anak asuhnya melangkah lebih jauh di Piala Dunia kali ini. Masih banyak pemain bertalenta yang menghuni skuat Argentina.

Messi memang salah satu pesepak bola terbaik yang pernah lahir di dunia, namun dia juga tetaplah manusia biasa yang punya keterbatasan dalam memikul beban yang terlalu berat.

Kroasia dan Nigeria yang akan menjadi lawan Argentina selanjutnya, jelas tidak lebih mudah dibanding Islandia. Jika Sampaoli tetap memainkan strategi seperti saat menghadapi Islandia, Argentina harus bersiap kembali menelan hasil buruk.

Piala Dunia Rusia 2018, bisa jadi Piala Dunia terakhir bagi Messi. Pasalnya di Piala Dunia berikutnya empat tahun mendatang, Messi akan berusia 35 tahun. Usia yang tidak muda lagi untuk seorang pemain bola. Messi tentu sangat ingin bisa seperti pendahulunya, Diego Armando Maradona. Sang legenda tidak hanya bersinar bersama klub yang dibelanya, Napoli, tapi juga mampu membawa Argentina merengkuh gelar juara dunia. Setidaknya satu kali pada 1986 saat Piala Dunia di Meksiko. 

Baca: Gol Luzano Bantu Meksiko Pecundangi Jerman


Kita tentu ingat, seusai Piala Dunia 2014, Messi sempat menyatakan pensiun dari timnas, karena merasa gagal setelah dikalahkan Jerman 1-0 di final. Bayangkan keputusan apa yang akan diambil Messiah jika gagal menjadi penyelamat untuk membawa timnya lolos dari penyisihan grup di Piala Dunia kali ini.

Sebagai penggemar Tim Tango sekaligus Lionel Messi, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Argentina gagal lolos dari penyisihan grup Piala Dunia 2018. Saya berharap Sampaoli belajar dari kesalahannya yang terlalu mengandalkan Messi, dengan memberikan kepercayaan lebih kepada pemain lainnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Berburu Suvenir Piala Dunia 2018





(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id