Penyerang Eintracht Frankfurt, Luka Jovic (AFP/Boris Horvat)
Penyerang Eintracht Frankfurt, Luka Jovic (AFP/Boris Horvat)

Luka Jovic dan Masalah Adaptasi di Tim Baru

Bola bursa transfer pemain
Gregorius Gelino • 19 Maret 2019 14:51
Jovic sedang menikmati periode terbaik dalam kariernya bersama Frankfurt. Kepindahan ke Real Madrid atau Barcelona akan memaksanya untuk beradaptasi lagi dengan skema permainan baru.
 
Jakarta
: Luka Jovic merupakan salah satu penyerang muda paling produktif di Eropa. Penyerang Eintracht Frankfurt itu telah mencetak 22 gol dan enam assist di seluruh kompetisi.
 
Dengan usia yang baru menginjak 21 tahun, Jovic dianggap memiliki masa depan cerah. Selain Kylian Mbappe, ia merupakan satu-satunya penyerang di bawah 22 tahun yang mampu 20 gol musim ini.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertanyaannya kemudian adalah di mana penyerang asal Serbia ini akan berlabuh? Jovic saat ini memang bermain untuk Frankfurt, namun ia merupakan pemain pinjaman dari Benfica dan bisa dipermanenkan dengan harga 7 juta euro atau sekitar Rp113 miliar.
 
Tapi, harga penyerang itu kini melonjak hampir 10 kali lipat. Menurut situs transfermarkt, harga Jovic mencapai 55 juta euro atau sekitar Rp888,8 miliar.
 
Luka Jovic dan Masalah Adaptasi di Tim Baru
(AFP/Arne Dedert)
 
Laporan berbagai media menyebutkan bahwa Real Madrid dan Barcelona sangat tertarik mendatangkan Jovic, Barca bahkan telah mengirimkan pemandu bakatnya untuk memantau langsung permainan Jovic. Barca membutuhkan pengganti Luis Suarez yang kini berusia 32 tahun dan Madrid membutuhkan penerus Karim Benzema yang menginjak 31 tahun.
 
Suarez musim ini baru mencetak 21 gol dan 11 assist dari 39 laga. Sedangkan Benzema mencetak 22 gol dan sembilan assist dari 45 pertandingan. Jovic jelas unggul dalam urusan mencetak gol.
 
Namun, ada sedikit kekhawatiran jika gaya bermain Jovic tidak cocok untuk Barca maupun Madrid. Suarez dan Benzema merupakan penyerang yang bisa ikut membantu serangan, sesuatu yang bukan merupakan kelebihan Jovic.
 
Suarez mencatatkan 30 umpan tiap pertandingan dengan akurasi mencapai 74 persen. Sementara Benzema melepaskan 32 umpan tiap pertandingan dengan akurasi hingga 84 persen. Padahal Jovic hanya melepaskan sekitar 16 umpan tiap pertandingannya dengan akurasi mencapai 71 persen.
 
Frankfurt musim ini sering menerapkan skema serangan balik. Jika Jovic memutuskan pindah ke Madrid atau Barca, maka ia harus beradaptasi lagi dengan skema penguasaan bola, sesuatu yang asing baginya.
 
Salah satu aspek terbaik Jovic adalah kemampuannya untuk mengeksploitasi ruang kosong di lini belakang. Hal ini akan sulit dilakukan jika ia bermain bagi Barca atau Madrid di mana lawan-lawan mereka akan menutup ruang agar tidak mudah ditembus.
 
Luka Jovic dan Masalah Adaptasi di Tim Baru
(AFP/Arne Dedert)
 
Sedangkan di Frankfurt, ia lebih mudah menemukan ruang karena lawan-lawan Frankfurt cenderung bermain lebih terbuka, selain ditunjang dengan skema serangan balik tim asuhan Adi Hutter. Musim ini saja, rata-rata penguasaan bola Frankfurt hanya 48 persen, sementara Barca menguasai bola hingga 60 persen dan Madrid menguasai bola hingga 58 persen.
 
Namun, bukan berarti Jovic tidak mampu beradaptasi dengan gaya permainan penguasaan bola. Hanya saja, ia akan membutuhkan waktu ekstra untuk beradaptasi dan Barca serta Madrid bukanlah tim yang bisa memberikan waktu bagi pemainnya untuk beradaptasi.
 
Akan lebih baik bagi Jovic untuk bertahan hingga satu atau dua musim bersama Frankfurt atau kembali ke Benfica. Dengan begitu, ia akan menimba lebih banyak pengalaman dan lebih matang ketika akhirnya memutuskan pindah ke Barca atau Madrid.
 
Video: Membongkar Mafia Sepak Bola
 

 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif