Angka sebesar itu sontak menjadikan Zidane sebagai pesepak bola termahal di dunia ketika itu. Saking hebohnya, The New York Times sampai ikut membahas soal transfer ini.
“Seorang putra dari imigran Aljazair, yang memimpin Prancis merengkuh Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, Zinedine Zidane resmi menjadi pemain paling mahal di dunia," tulis The New York Times.
Pembelian Zidane menjadi bentuk keseriusan Presiden Madrid, Florentino Perez membentuk skuat impian. Bagaimana tidak. Satu tahun sebelumnya, Perez mengucurkan 62 juta euro untuk menggaet Luis Figo dari Barcelona.

(Zinedine Zidane saat diperkenalkan sebagai pemain Real Madrid pada 2001 silam)
Mimpi Perez menjadi kenyataan. Kehadiran Zidane membuat Madrid makin sulit dikalahkan. Pada musim perdana, Zidane langsung mempersembahkan trofi Liga Champions 2001--2002. Hebatnya, gol kemenangan Madrid dicetak oleh Zidane melalui cara yang spektakuler. Usai menerima umpan Roberto Carlos, Zidane melepaskan sepakan voli dan mengarahkan bola ke pojok gawang.
Perez yang berada di tribun VVIP nampak kegirangan. Pemain termahalnya berhasil memberikan gelar Liga Champions ke-9 tepat pada perayaan ulang tahun ke-100 Los Merengues.
Namun, Madrid tidak senang sendirian. Juventus selaku klub yang menjual Zidane juga semringah dengan kesepakatan ini. Bayangkan, Juventus berhasil mendapatkan tiga pemain top yakni Pavel Nedved, Lilian Thuram, dan Gianluigi Buffon berkat uang yang didapat dari penjualan Zidane.
Status Zidane sebagai pesepak bola termahal di dunia akhirnya lengser pada 2009. Madrid lagi-lagi menjadi klub ambisius yang berani mengeluarkan uang besar untuk membeli pemain. Ketika itu, Los Merengues memboyong Cristiano Ronaldo dari Manchester United dengan mahar 94 juta euro.
Rekor Ronaldo kemudian doipatahkan Gareth Bale ketika dibeli Madrid seharga 100 juta euro dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas 2013.
Video gol Zidane pada final Liga Champions 2001--2002
">https://
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(HIL)