Mesut Ozil (kiri) dan Mats Hummels seoalh tak percaya Jerman harus tersingkir-AFP/BENJAMIN CREMEL
Mesut Ozil (kiri) dan Mats Hummels seoalh tak percaya Jerman harus tersingkir-AFP/BENJAMIN CREMEL

Apakah Sepak Bola Masih Sederhana, Gary?

Bola bola piala dunia 2018
Dheri Agriesta • 28 Juni 2018 18:56
"Sepak bola adalah permainan sederhana, 22 orang mengejar bola selama 90 menit dan pada akhirnya Jerman keluar sebagai pemenang," katamantan penyerang Inggris Gary Lineker, 28 tahun yang lalu.
 
Pernyataan ini kali pertama keluar dari mulut Lineker usai Inggris dikalahkan Jerman pada semi final Piala Dunia 1990 di Italia. Kutipan nansohor ini kembali viral setelah Jerman menumbangkan Swedia 2-1.
 
Bagaimana tidak, Jerman kecolongan satu gol pada babak pertama. Namun, Marco Reuss menyamakan kedudukan saat pertandingan babakkedua berjalan tiga menit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adalah tendangan bebas Toni Kroos yang membenarkan sabda Lineker. Gol indah itu dilesakkan pada menit 94. Bola mengoyak gawang RobinOlsen dan kembali menumbuhkan asa buat tim asuhan Joachim Loew untuk lolos ke babak selanjutnya.
 
Kemenangan atas Swedia membuat kekalahan 0-1 atas Meksiko pada laga pembuka dilupakan. Juga komposisi pemain Jerman yangdipertanyakan, seperti pilihan Loew tak memboyong pemain muda terbaik Liga Inggris yang tampil menawan, Leroy Sane. Toh, Jerman punyaasa lolos jika mengalahkan Korea Selatan.
 

Mesut Ozil (kiri) dan Mats Hummels seoalh tak percaya Jerman harus tersingkir
 
Saat jumpa Korsel, apakah sepak bola masih sederhana? Jerman memang mendominasi permainan pada pertandingan pamungkas melawanKorea Selatan. Penguasaan bolanya mencapai 69 persen. Pemain Jerman juga mengoper bola dari kaki ke kaki dengan rapi.
 
Hanya saja penggawa Jerman tak ingat bagaimana mengoyak gawang lawan. Pun penampilan penjaga gawang Korea Selatan Cho Hyun Woojuga gemilang. Alhasil, Jerman cuma bisa mengotak-atik bola di luar kotak penalti dan sesekali mengirimkan umpan silang, berharap MiroslavKlose (yang duduk di tribun VVIP) turun ke lapangan menyundul bola ke gawang.
 
Segala upaya telah dikerahkan. Loew memasukkan dua senior ke lapangan, Mario Gomez dan Thomas Mueller. Tapi keajaiban tak kunjungdatang. Keasyikan menyerang, gawang Manuel Neuer koyak pada menit 92. Kim Young Gwon yang tak terkawal leluasa menendang bola ke
gawang Neuer.
 
Jerman tersentak. Setelah itu hampir seluruh pemain Der Panzer menyerbu gawang Korea Selatan. Bahkan, Manuel Neuer tak lagi di sarangnya.Pemain Bayer Muenchen itu ikut menyerang dari tengah lapangan.
 
Asa melaju ke babak selanjutnya pupus saat pemain Korea Selatan merebut bola dari kaki Neuer di tengah lapangan. Bola ditendang jauh kearah gawang Jerman, dari belakang Son Heung Min berlari mengejar bola. Pemain Totenham Hotspurs itu menceploskan bola ke gawang yangtak terjaga. Skor berubah 2-0 pada menit 96. Jerman akhirnya dibungkam.
 
Tak lama setelah kekalahan Jerman, Gary Lineker kembali bersabda lewat akun Twitter-nya. Bagi mantan penyerang Barcelona itu, sepak bolatetap sederhana.
 
"22 pemain mengejar bola selama 90 menit," cuit Lineker, "Dan Jerman tak selalu menjadi pemenang, versi sebelumnya sebatas sejarah."
 
Kutukan Berlanjut
 
Kekalahan atas Korea Selatan membuat Jerman angkat koper dari Rusia. Kekalahan itu membuat Meksiko dan Swedia melanggeng ke babakselanjutnya sebagai perwakilan Grup F.
 
Jerman bukan juara bertahan pertama asal Eropa yang gagal lolos dari fase grup. Kutukan bermula pada 2002, Prancis yang saat itu berstatusjuara bertahan gagal melenggang ke fase selanjutnya. Tim Ayam Jantan saat itu memang tak diperkuat sang maestro lapangan tengah,
Zinedine Zidane karena cedera.
 
Kejadian serupa terulang pada Piala Dunia 2010. Italia yang merupakan juara Piala Dunia 2006 tak lolos ke babak selanjutnya. Saat itu, Italiajuga kehilangan dua sosok vital seperti Andrea Pirlo dan Gigi Buffon yang cedera.
 
Piala Dunia 2014 kutukan berlanjut. Spanyol yang berstatus juara Piala Dunia 2010 dianggap menjadi unggulan dengan sederet pemainbintang. Tak ada pemain andalan yang dibekap cedera. Tapi, Spanyol bergabung di grup neraka bersama Belanda, Cile, dan Australia. Spanyol akhirnya harus merelakan tiket ke babak selanjutnya kepada Belanda dan Cile.
 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi