Jelang Piala Dunia 2018

Memori, Mimpi, dan Beban Messi Jelang Piala Dunia 2018

Krisna Octavianus 01 Juni 2018 14:05 WIB
lionel messipiala dunia 2018timnas argentina
Memori, Mimpi, dan Beban Messi Jelang Piala Dunia 2018
Lionel Messi saat membawa Argentina lolos ke Piala Dunia 2018. (Foto: Times of India)
Buenos Aires: Sebagai pemain terbaik di dunia, belum sah rasanya jika belum memenangi Piala Dunia. Hal ini sedang dialami Lionel Messi yang sedang berjuang menegaskan statusnya sebagai pemain terbaik era milenium.

Luar biasa bersama Barcelona dengan karier sarat trofi, Messi masih belum bisa mempersembahkan trofi untuk negaranya, Argentina. Gelar yang pernah diberikannya kepada masyarakat Argentina adalah medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, Tiongkok.

Namun, medali emas cabang sepak bola di ajang Olimpiade bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan karena banyak orang yang menganggap itu kastanya untuk U-23 dan bukan trofi mayor, seperti Piala Dunia atau Copa America.


Tampaknya Messi mengamini hal tersebut. Dia tidak pernah membanggakan raihan medali emas Olimpiade 2008 miliknya. Satu yang mengahantuinya adalah Piala Dunia yang nyaris dia dapatkan pada 2014 di Brasil. Saat itu, dia harus menelan pil pahit karena Albiceleste kalah 0-1 dari Jerman lewat gol di babak perpanjangan waktu.

Dengan Piala Dunia 2018 tinggal menghitung hari lagi, Messi belum menyerah untuk mendapatkannya. Mimpinya masih sama, memenangi Piala Dunia -lambang supremasi tertinggi di sepak bola-.

"Kami mencoba yang terbaik, tetapi kami belum mempersembahkan gelar apa pun untuk Argentina. Tidak ada yang salah dengan harapan karena kami tidak memenangkan Piala Dunia lain sejak 1986. Seperti segenap masyarakat Argentina, saya juga ingin memiliki kesenangan tertinggi memenangkan Piala Dunia untuk bangsa saya. Setiap pemain Albiceleste telah memberikan yang terbaik di tahun 2014. Akan tetapi, kami tidak bisa," ujar Messi seperti dikutip dari Times Of India.

"Mimpi saya masih sama, berada di final dan mengangkat piala. Benar-benar sulit untuk pergi jauh dan memainkan final Piala Dunia. Itu sudah kami alami pada 2014. Kami ingin melakukan hal yang sama dan mengubah hasil akhir," lanjutnya. 

"Kami ingin mengangkat piala tahun ini karena ini mungkin kesempatan terakhir bagi generasi pemain kami untuk memenanginya," sambung pemain yang akrab disapa La Pulga ini.

Namun, Messi adalah Messi. Sosok pesepak bola yang terlihat anggun di lapangan dengan bola seperti temannya sendiri. Buat La Pulga yang mencintai sepak bola tak lebih dari permainan indah, beban untuk menjadi juara dunia 2018 tidak terlalu menekan berat.

Baginya, Piala Dunia 2018 akan dijadikannya perjalanan alami tanpa dibuat-buat dengan tujuan untuk memenanginya. Sebagai sosok yang tahu bagaimana rasanya berkali-kali naik podium juara, Messi akan menikmati setiap tekanan di Piala Dunia.

"Tidak terlalu (menekan soal peluang juara). Jika Anda seorang Argentina dan pencinta sepak bola, Anda ingin negara Anda memenangi hadiah tertinggi. Tidak ada yang salah di dalamnya. Bahkan, saya pikir dengan cara yang sama, kita semua tahu betapa menantangnya untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kita semua menginginkannya, Argentina membutuhkannya. Jadi ini sangat alami," pungkas Messi.

  Timnas U-23 Kalah Tipis dari Thailand



(KRS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id