Opini Piala Dunia 2018

Mabar Dahulu, Nobar Kemudian

Coki Lubis 02 Juli 2018 19:33 WIB
analisis piala dunia 2018
Mabar Dahulu, Nobar Kemudian
Suasana nonton bareng fan Rusia. (Foto: AFP/Vasily Maximov)
DUA 'bar' ini sama-sama sedang booming. Nobar alias nonton bareng Piala Dunia 2018, dan yang lainnya mabar atau main bareng - yang dilekatkan pada game online di gadget. Yang menarik, keduanya bisa saling melengkapi.

Setidaknya setahun belakangan istilah mabar menjadi tren, seiring meledaknya popularitas game Mobile Legends. Game yang sukses merasuki sebagian besar kids zaman now, bahkan juga kids jaman yesterday alias orang dewasa. Game yang merebak ke berbagai kalangan, mulai dari kawula 'alit' hingga anak presiden, termasuk seorang Ketua MPR.

Tak hanya Mobile Legends. Sejatinya banyak permainan yang bisa dipasang di ponsel, yang seru dimainkan bersama-sama alias main bareng.  Sebut saja yang belakangan ramai dimainkan masyarakat, game survival perang-perangan PUBG, dan tak ketinggalan permainan lawas Ludo.


Tak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang, kehadiran permainan yang seru dimainkan bareng tadi memberikan warna berbeda di tengah riuhnya Piala Dunia yang sedang dihelat di Rusia, 14 Juni - 15 Juli 2018.

Belum lama, saat saya mendapat undangan teman untuk nonton bareng laga Korea Selatan kontra Jerman di salah satu kedai di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta. Pemandangan mabar pun mewarnai agenda nobar kami. Bagi saya, ini adalah penampakan yang membuat suasana nobar Piala Dunia tahun ini berbeda dengan empat tahun silam, dan tentu sebelum-sebelumnya.

Jujur, saya termasuk penggemar game online. Pangkat saya sudah 'Legend' di Mobile Legends. Lumayan tinggi bagi yang akrab dengan game tersebut. Dan, belakangan saya terpincut dengan PUBG. Tapi, agenda kami saat itu murni kongko-kongko dan nobar. Tidak mabar.

Jadi, tidak aneh bila melihat sekumpulan remaja, juga sebagian bapak-bapak, bahkan seorang ibu, sedang asyik mabar Mobile Legends kala itu, menanti kick-off Korsel vs Jerman.

"Duh, (pertandingan) sudah mau mulai tuh. Ayo ayo cepat," ujar salah seorang dari mereka.

Bahkan, di kedai lainnya yang tak jauh dari kami, meski pertandingan sudah dimulai, tiga orang remaja masih tampak tertunduk menatap ponselnya yang dimiringkan. Sepertinya sedang menyelesaikan permainan yang sedikit lagi usai. Hingga akhirnya mulai fokus ke layar Piala Dunia, terlambat beberapa menit dari kick-off.

Baca: Stadion Luzhniki Bawa Keberuntungan untuk Rusia


Gol! Korsel membobol gawang Jerman. Sebagian pengunjung kedai pembela tim Panser berteriak kecewa.

Dan, gol lagi! Jerman tertinggal 2-0. Wajah lesu semakin pekat di wajah mereka. Hingga akhirnya peluit akhir pertandingan berbunyi.

Pertandingan usai. Remaja yang berkumpul di meja dekat kami tampak seru memperbincangkan pertandingan. Kecewa, Jerman kalah dan harus mudik dari perhelatan sepak bola dunia itu di babak penyisihan grup.

Tapi, duka tak berlangsung lama. Selang 15 menit, beberapa di antaranya ada yang pamit pulang. Sisanya kembali memiringkan ponsel dan lanjut mabar. "Ya sudahlah. Yuk 'gas' lagi. Habis ini pulang."

Demikian fenomena dua 'bar' yang sedang populer. Hari ini, nobar Piala Dunia punya warna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yuk, gas lagi!

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Suguhan Kuliner dan Belanja Oleh-oleh di Jalan Arbat, #SalamdariRusia



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id