Moskow: Joachim Loew dengan tegas mengatakan bahwa Jerman tidak akan mengubah gaya permainan mereka meskipun kalah dari Meksiko 0-1, Minggu 17 Juni malam WIB.
Der Panzer yang berstatus juara bertahan kesulitan mengatasi kecepatan pemain El Tri. Keadaan itu semakin diperjelas ketika Meksiko mencetak gol lewat Hirving Lozano. Skema gol itu lewat serangan balik cepat dan Jerman tampak kepayahan mengatasi kecepatan pemain-pemain lawan.
Meskipun Jerman membaik di babak kedua, mereka tidak memiliki penyelesaian akhir yang bagus dan tidak dapat mencetak gol penyama kedudukan. Ini menjadi kekalahan pertama mereka dalam laga pembuka sejak Piala Dunia 1982.
Namun, Loew menekankan bahwa Die Mannschaft tidak akan merombak taktik mereka, meskipun ia mengakui bahwa beberapa kekurangan perlu ditingkatkan.
"Pada babak pertama, kesan kami adalah bahwa kami tidak dinamis seperti biasanya dan pada paruh kedua saya tidak memiliki kesan bahwa kami kehilangan kekuatan," kata pria berusia 58 tahun itu.
"Itu bukan kurangnya stamina yang berarti kami tidak bisa mengubah pertandingan. Sebagai pemain di Piala Dunia, Anda harus menerima tekanan," lanjutnya.
"Kami pasti tidak akan mengubah rencana pertandingan kami. Di babak pertama, untuk sebagian besar, para pemain kembali mencoba untuk memulihkan penguasaan bola daripada bermain lebih ke dalam, jika kami tidak lebih tajam, kami akan kehilangan bola. Kami harus fokus pada poin kuat kami," pungkasnya.
Kekalahan Jerman melanjutkan kutukan juara bertahan yang selalu kalah. Ini menjadi ketiga kalinya secara beruntun, tim yang berstatus juara bertahan gagal meraih kemenangan di laga pembuka. Sebelumnya ada Italia ditahan imbang 1-1 oleh Paraguay pada 2010, Spanyol dikalahkan Belanda dengan skor 1-5 pada 2014. (Sportsmole)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(KRS)
