Sejarah Piala Dunia

Piala Dunia 1958: Awal Kebintangan Pele

Krisna Octavianus 11 Juni 2018 11:48 WIB
piala dunia
Piala Dunia 1958: Awal Kebintangan Pele
Timnas Brasil di Piala Dunia 1958. Pele (ketiga dari kiri-jongkok) (Foto: fifa.com)
PIALA Dunia 1958 atau gelaran Piala Dunia keenam yang diselenggarakan di Swedia adalah awal kehebatan tim nasional Brasil menguasai dunia. Ini sekaligus menandai munculnya seorang bintang yang kelak dianggap sebagai pemain terhebat di dunia, Pele.

FIFA memilih Swedia sebagai tuan rumah Piala Dunia 1958 pada 23 Juni 1950, saat kongres di Brasil. Swedia kala itu menyingkirkan kandidat tuan rumah lainnya, Argentina, Cile, dan Meksiko. Piala Dunia yang diselenggarakan di 12 kota ini diikuti oleh 16 tim dari tiga konfederasi. Tidak ada wakil dari Asia dan Afrika dalam penyelenggaraan kali ini.

Piala Dunia 1958 adalah Piala Dunia dengan jumlah gol cukup banyak. Tercipta 126 gol dari 35 laga, itu berarti rata-rata tercipta 3,6 gol dalam setiap pertandingannya. 


Swedia sebagai tuan rumah diunggulkan sejak awal untuk menjadi juara. Dikomandoi tiga pemain yang berkiprah di Italia, Nils Liedholm sebagai kapten (AC Milan, Kurt Hamrin (Padova), dan Bengt Gustavsson (Atalanta), peluang mereka menjadi juara membumbung tinggi.

Apalagi, mereka tidak terkalahkan dalam babak penyisihan grup. Tergabung di Grup 3 bersama Wales, Hungaria, dan Meksiko, mereka memastikan diri lolos ke babak perempat final dengan lima poin hasil dua kali menang, satu imbang. Saat itu menang dihargai dua poin.

Namun, Piala Dunia 1958 seperti ditakdirkan untuk Brasil. Setelah ditetapkan penyelanggaraan Piala Dunia 1958 di Brasil pada kongres 1950, seolah perhelatan kali ini memang milik Selecao. Satu yang mencuri perhatian adalah nama anak muda 17 tahun yang dipanggil pelatih Vicente Feola, yakni Pele.

Awalnya publik Brasil tidak percaya, bagaimana bisa anak 17 tahun sperti Pele harus bersaing dengan Mario Zagallo, Garrincha, Jose Altafini, dan Vava yang kala itu namanya sangat tenar seantero Brasil. 

Benar saja, Pele tidak dimainkan dalam dua laga awal penyisihan grup kala melawan Austria dan Inggris. Pele baru dimainkan pada laga penyisihan grup ketiga melawan Uni Soviet (kini Rusia). Muncul cerita menarik ketika dia dimainkan. Segenap penggawa senior Brasil merasa aneh dengan keputusan pelatih Vicente Feola yang memilih anak "bau kencur" 17 tahun dan memilih menepikan andalan mereka Jose Altafini. Dalam laga itu, dia tidak mencetak gol.

Namun, keputusan Feola ternyata benar ketika Brasil menjejak laga perempat final kontra Wales. Bermain di Stadion Nya Ullevi, Pele membuka mata pencinta sepak bola dunia. Dia yang menganut permainan indah mencetak satu-satunya gol pada menit ke-66 dan mengantar Selecao ke semifinal.

Pele semakin menemukan performanya pada babak semifinal. Dipasangkan dengan Vava di lini depan sejak menit awal, dia tampil luar biasa. Brasil menang dengan skor 5-2 atas Prancis. Pele mencetak hattrick dalam laga ini, sementara Vava mencetak dua gol.

Pele pun membawa Brasil ke final. Bayang-bayang kekecewaan final 1950 di Stadio Maracana masih membayangi segenap skuat Brasil. Mereka yang kala itu didukung 200 ribu penonton malah kalah dari Uruguay.

Kini, trofi Jules Rimet tidak lepas dari genggaman. Pele yang dipasangkan dengan Vava di lini depan, seperti babak semifinal, tampil luar biasa. Sempat tertinggal lewat gol Nils Liedholm pada menit keempat, Vava kemudian mencetak dua gol pada menit kesembilan dan 32 untuk membawa Brasil unggul 2-1.

Pele kemudian menampilkan sihirnya pada menit ke-55. Menerima umpan dari sisi kiri, dia melewati dua bek Swedia dengan cantik. Gol ini cukup bersejarah karena meski kakinya ditendang bek Swedia Bengt Gustavsson, dia tidak bergeming dan tetap bisa mencetak gol. Pele kemudian mencetak gol keduanya dalam laga ini dan memastikan Selecao menang 5-2 dan sekaligus memastikan gelar Piala Dunia pertama untuk Brasil.



Selain Pele yang mencuri perhatian dunia, nama striker Prancis, Just Fontaine juga harum. Dia menjadi top skorer turnamen dengan 13 gol. Sebuah pencapaian yang belum bisa diulang sampai saat ini oleh pemain mana pun.

Piala Dunia 1958:
Bola: Top Star
Tuan rumah: Swedia 
Juara: Brasil
Top skorer: Justine Fontaine (Prancis - 13 gol)
Pemain terbaik: Didi (Brasil)
Pemain muda terbaik: Pele (Brasil)

Fakta menarik Piala Dunia 1958:
1. Piala Dunia 1958 di Swedia adalah Piala Dunia pertama yang disiarkan di televisi

2. Rekor gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Dunia masih milik Jus Fontaine (Prancis). Dia menjadi top skorer dengan jumlah 13 gol.

3. Pertandingan Brasil vs Inggris yang berakhir 0-0 pada babak penyisihan grup adalah pertandingan imbang tanpa gol pertama dalam sejarah Piala Dunia.

4. Pele menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Saat membobol gawang Wales pada babak perempat final usia Pele adalah 17 tahun 239 hari.

 



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id