"Saya menjagokan Brasil karena itu negara asal saya sendiri," kata Thiago.
Pemain kelahiran Carapicuiba, Sao Paulo itu menuturkan, permainan Timnas Brasil memang kurang meyakinkan. Sebab, Neymar CS pada laga pertama ditahan imbang Swiss dengan skor 1-1 dan nyaris gagal menang pada laga kedua melawan Kosta Rika sebelum mencetak dua gol pada menit-menit akhir.
"Brasil pada laga kedua bermain kurang bagus. Tapi saya bersyukur mereka bisa menang pada menit akhir. Itu tidak apa-apa," sambung Thiago.
Pemain berusia 31 tahun ini mengaku bahwa masyarakat Brasil merindukan skuatnya kembali bermain bagus seperti saat masa kejayaan di era Ronaldo dan Ronaldinho. Saat itu, Brasil menjadi juara Piala Dunia pada 2002.
"Semua orang Brasil ingin melihat permainan cantik Brasil seperti era Ronaldo dan Ronaldinho. Dulu saya mengidolakan mereka. Sekarang saya tidak mengidolakan Neymar karena dia banyak bermain individu," tutur Thiago.
Selanjutnya, Brasil berjuang lolos ke 16 besar menghadapi Serbia pada pertandingan ketiga.
"Melawan Serbia saya optimis Brasil menang. Ada teman saya di Timnas Brasil. Tapi sudah lama saya tidak berkomunikasi dengan dia. Penjaga Gawang, Ederson (Moraes) itu teman saya. Rumah dia dekat dengan rumah saya," pungkasnya.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
