Swedia Tebar <i>Psywar</i> ke Inggris
Skuat Swedia merayakan keberhasilan lolos ke 8 besar Piala Dunia 2018. (Foto: AFP PHOTO / OLGA MALTSEVA)
Samara: Swedia secara tersurat berencana mengeksploitasi pemain bertahan kurang berpengalaman milik Inggris saat kedua tim bersua pada babak delapan besar Piala Dunia 2018. Pemandu bakat Tom Prahl menyebut bek-bek The Three Lions tidak memiliki skill yang cukup.

Swedia bermain cukup baik pada Piala Dunia tahun ini. Prahl dianggap sebagai salah satu faktor penting keberhasilan tim berjuluk Blagult itu untuk pertama kalinya sejak 1994 menembus perempat final.

Sempat terseok-seok pada babak grup, Swedia justru berhasil bangkit dan membantai Meksiko pada laga terakhir fase grup. Alhasil, alih-alih keluar sebagai runner-up, Emil Forsberg dan kawan-kawan justru berhasil memuncaki klasemen akhir.


Klik: Marcelo Siap Diturunkan Kontra Belgia

Ditemui awak media usai menemani pelatih kepala Janne Andersson menjalani latihan hari Selasa lalu, pria 69 tahun yang memiliki pengalaman menjadi pemandu bakat selama empat dasawarsa itu menyebut tiga bek Inggris kurang mumpuni menyoal passing antarlini yang dilakukan dari belakang.

"Inggris buruk ketika melakukan passing, terburuk dari banyak negara di selatan Eropa. Sejauh ini, mereka belum cukup mendapat tekanan. Lawan mereka cenderung lebih sering bertahan, makanya mereka bisa memainkan tempo," kata Prahl.

"Pertanyaannya adalah, apakah akan jadi masalah kalau kami menekan terus? Apa yang akan terjadi kalau kami memainkan ciri permainan kami? Semuanya akan terjawab nanti," sambungnya.

Prahl juga melihat, sepak bola Inggris sedikit mengalami perubahan dari yang sedianya lebih direct. Lebih lanjut, ia akan mewaspadai bola mati yang didapat anak asuh Gareth Southgate itu.

Harry Kane yang sudah melesakkan enam gol misalnya, tiga di antara gol-gol tersebut tercipta lewat titik putih. Pada laga kontra Panama, bek-bek Pasukan Tiga Singa juga andal dalam meneruskan set-piece.

"Inggris tidak lagi tim long ball atau kick and rush. Mereka sudah beradaptasi seperti kebanyakan tim-tim Eropa. Beliau (Andersson) pikir tidak akan bertemu Inggris. Tapi. ini bagus karena sudah enam bulan beliau menyiapkan strategi ideal menghadapi tim-tim yang lebih kuat ketimbang Inggris," lanjut Prahl.

Video: Intip Sibur Arena Stadion Tercantik di Rusia, #SalamdariRusia
 



(ASM)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id