Dortmund masih belum mendapatkan pengganti Pierre-Emerick Aubameyang di lini depannya. Sejak menjualnya ke Arsenal untuk mahar hingga 56 juta pounds (Rp1 triliun), rival Bayern Muenchen itu baru bisa meminjam Michy Batshuayi dari Chelsea. Itu pun hanya hingga akhir musim 2017 -- 2018.
Rumor bursa transfer musim panas sempat mengaitkan Dortmund dengan Morata. Eks pemain Real Madrid dan Juventus tersebut dinilai kesulitan menemukan performa terbaiknya bersama Chelsea di paruh kedua musim 2017--2018 akibat cedera.
Akan tetapi, Zorc mengakui pihaknya tidak akan gila-gilaan dalam menggelontorkan uang di bursa transfer saat ini. Terlebih, mereka menilai masih ada pemain yang dimungkinkan mengisi posisi tersebut seperti Maximilian Philipp.
"Tentu kami sudah memikirkan kandidatnya. Tapi, mengisi posisi striker tengah jadi hal yang paling sulit di sepak bola top Eropa. Itulah mengapa kami sudah berusaha menahan untuk menjual Pierre-Emerick Aubameyang untuk waktu lama karena dia menjamin gol untuk kami," kata Zorc kepada Spark Media Group.
"Kami harus bertindak hati-hati dan tidak melakukan hal-hal gila. Terutama karena kami punya pemain-pemain yang bisa mengisi posisi ini dan terlihat menjanjikan, seperti Maximilan Philipp contohnya," sambungnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan mendapatkan Morata dari Chelsea, Zorc menjawab: "Saya juga akan katakan Morata terlalu mahal, tanpa mengetahui harga yang sebenarnya."
Dortmund sebelumnya telah menyatakan minat untuk mengubah status Batshuayi menjadi permanen. Namun, hal tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Chelsea maupun sang pemain. (FFT)
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami@medcom_olahraga
Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
