Skuat Rusia di Piala Dunia 2018. (Foto: AFP PHOTO / Giuseppe CACACE)
Skuat Rusia di Piala Dunia 2018. (Foto: AFP PHOTO / Giuseppe CACACE)

4 Cara Rusia Kalahkan Spanyol

Bola timnas spanyol piala dunia 2018 timnas rusia
Gregah Nurikhsani Estuning • 01 Juli 2018 14:53
Moskow: Luzhniki Stadium bakal dipadati mayoritas pendukung 'tuan rumah' Rusia malam hari nanti, tapi Spanyol tetap akan jadi tim yang lebih difavoritkan. Kendati begitu, Portugal, Iran, dan Maroko memperlihatkan bahwa anak asuh Fernando Hierro itu tetaplah rapuh. Sbornaya, julukan Rusia wajib memanfaatkan celah lawan untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.
 
"Kami tahu cara main Spanyol," kata pelatih kepala Stanislav Cherchesov kepada FIFA TV. "Pasti sulit untuk melawan, tapi akan tetap kami lakukan. Kami pernah berhadapan dengan Julen Lopetegui, dan kami melihat ada yang berbeda dengan Hierro. Saya tidak mau spesifik, tapi ada yang berbeda."
 
Keberhasilan Spanyol lolos ke 16 besar Piala Dunia 2018 tidak dilalui dengan mudah. Meski tak terkalahkan, David Silva cs memiliki statistik buruk, seperti kebobolan dan keefektivitasan barisan penyerangan. Seperti disebutkan di awal, Maroko dan Iran, serta tentunya Portugal yang menjadi lawan-lawan mereka di fase grup memperlihatkan ada cara ampuh mengalahkan La Furiaroja. Medcom.id mencoba merangkum empat hal yang wajib dilakukan Rusia untuk bisa mengalahkan Spanyol.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Eksploitasi Kelemahan Pertahanan
Sergei Ignashevich, tembok utama lini belakang Rusia, mengungkap borok Spanyol yang menjadi masalah dan bisa dimanfaatkan. "Pemain bertahan mereka menerapkan high defensive line, sehingga meninggalkan celah di belakang dan bisa dieksploitasi dengan serangan balik cepat," ujarnya.
 
"Maroko dan Iran sudah mengajarkan apa yang harus kami lakukan di laga nanti," sambungnya.
 
Lini bertahan Spanyol memang dalam beberapa tahun belakangan kerap mudah bobol. Menghadapi Rusia bulan November tahun lalu, gawang Matador dirobek tiga kali, di mana catatan tersebut adalah yang pertama kali sejak Brasil tahun 2014. Tahun ini, clean sheet yang diraih Gerard Pique dan kawan-kawan juga baru dua kali, yakni saat bersua Tunisia dan Iran.
 
Titik masalah utamanya adalah dua bek sayap yang terlalu offensive membantu penyerangan. Sergio Busquets yang menjadi jangkar di lini tengah tentu kepayahan meng-cover lini belakang yang praktis tinggal menyisakan dua bek tengah. Selain itu, faktor buruknya penampilan David De Gea sepanjang fase grup juga layak menjadi perhatian. Bagaimana tidak, datang sebagai calon kuat kiper terbaik, ia malah sudah kebobolan lima kali dari tiga laga, dan parahnya, gawang pemain Manchester United itu jebol hanya dari enam kali percobaan on target.
 
Cerdas dalam Melakukan Pressing
Rusia tidak bisa begitu saja menunjuk satu atau dua pemain yang dijaga. Siapa sangka, Maroko dengan cerdik melakukan pressing ketat di area pertahanan Spanyol, yakni dengan menjaga Sergio Ramos dan Gerard Pique.
 
Ramos dan Pique tidak mendapatkan pengawalan man-marking, melainkan zonal-marking saja. Sementara itu, pemain lain menempel ketat Diego Costa, Isco, dan Andres Iniesta. Dua nama terakhir yang disebutkan merupakan poros serangan Spanyol, dan dengan turut dicegahnya Ramos dan Pique, tentu mereka bakal kesulitan membangun serangan dari belakang.
 
Memaksimalkan Set Piece
Situasi bola mati menjadi primadona di Piala Dunia 2018 sejauh ini. Rusia memiliki Denis Cheryshev dan Aleksandr Golovin, dua pemain yang andal menjadi eksekutor tendangan bebas. Hal ini sepatutnya tidak boleh dianggap sepele oleh tim Beruang Merah.
 
Contoh nyatanya adalah ketika pemain Maroko, Youssef En-Nesyri mencetak gol indah lewat sundulan dari sepak pojok menghadapi Spanyol. Artem Dzyuba, striker jangkung Rusia, harus siap berduel udara dengan bek Spanyol malam nanti.
 
Jangan salah, Spanyol juga memiliki banyak eksekutor ulung. Pemain cadangan seperti Iago Aspas pun bisa saja menjadi penentu hasil akhir pada pertandingan nanti.
 
Jangan Buang Walau Hanya Satu Kesempatan
Banyak yang bisa dipelajari dan menjadi evaluasi Spanyol di babak grup, salah satunya adalah buyarnya konsentrasi di awal laga. Thiago Alcantara dan kolega mungkin akan membenahi persoalan itu, dan Rusia mungkin juga tidak akan sering mendapat peluang. "Kami sadar apa yang kami butuhkan, yakni bersabar dan mencari celah. Tapi satu yang pasti, kami akan mengambil setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya, kami tidak akan bermain ceroboh," kata Dzyuba.
 
Khalid Boutaib pernah mencontohkan betapa satu peluang pun sangat berharga ketika menghadapi Spanyol. Ia sanggup mencetak gol ke gawang De Gea di kesempatan pertamanya, meski total timnya cuma mampu membuat tiga shot on goal, dua di antaranya berakhir dengan gol.
 
Video: Persija Taklukan Persib di PTIK

 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif