Piala Dunia 2018: Putusnya Kutukan 50 Tahun Swedia

Gregah Nurikhsani Estuning 04 Juli 2018 02:21 WIB
piala dunia 2018timnas swedia
Piala Dunia 2018: Putusnya Kutukan 50 Tahun Swedia
Skuat Swedia merayakan keberhasilan lolos ke perempat final. (Foto: AFP PHOTO / Olga MALTSEVA)
St. Petersburg: Swedia berhasil mengalahkan Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Keberhasilan tersebut menghasilkan sejumlah fakta menarik. Salah satunya adalah pupusnya kutukan yang telah mengendap selama setengah abad lamanya.

Jalannya laga Swedia kontra Swiss berlangsung dramatis di Stadion St. Petersburg, Selasa 3 Juli. Swiss yang mendominasi penguasaan bola dan mendapat peluang lebih banyak malah kebobolan pada babak kedua.

Adalah Emil Forsberg yang sanggup mencetak satu-satunya gol pada laga tersebut. Prosesnya bisa dikatakan tidak sengaja karena tendangan jarak jauh Forsberg sempat membentur kaki bek Swiss sebelum masuk ke dalam gawang.


Peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan sekaligus menandakan kesuksesan Swedia lolos ke perempat final. Kemenangan itu juga berarti lebih dari sekadar menjadikan mereka sebagai delapan kontestan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2018.

Kemenangan atas Swiss membuat Swedia untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1958 sanggup memenangi dua laga beruntun. Kala itu, mereka menang di perempat final dan semifinal. Hebatnya, Agne Simonsson dan kawan-kawan mengalahkan kekuatan sepak bola dunia pada periode tersebut, yakni Uni Soviet dan Jerman Barat.

Sayang beribu sayang, di laga final, anak asuh George Raynor, pelatih legendaris asal Inggris, tumbang oleh Brasil. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya di Råsunda Stadium, Solna, Swedia dibekuk dengan skor cukup mencolok, 5-2.

Di sisi lain, final Piala Dunia 1958 merupakan raihan terbaik Swedia sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi empat tahunan itu. Raihan terbaik terakhirnya adalah pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, di mana mereka berhasil menembus semifinal, dan menariknya, dikalahkan oleh Brasil juga dengan skor tipis 0-1.

Pada Piala Dunia 1994, memang Swedia sanggup meraih kemenangan atas Arab Saudi di 16 besar dan Rumania di semifinal. Akan tetapi, kemenangan atas Rumania diraih melalui babak adu penalti, sehingga tidak dianggap sebagai dua kemenangan beruntun.

Ada sejumlah fakta menarik lainnya di balik kemenangan Swedia atas Swiss. Berikut ini Medcom.id merangkumnya.

Emil Forsberg Buka Keran Gol
Sang pencetak gol tunggal, Emil Forsberg bisa jadi merupakan pemain paling lega di Piala Dunia 2018. Bagaimana tidak, setelah 14 kali percobaan tendangan (termasuk yang diblok lawan), ia akhirnya mampu memutus puasa golnya di Piala Dunia.

Pemain bernomor punggung 10 itu juga membuat pelatih Swedia, Janne Andersson lega. Hingga laga menghadapi Swiss, timnya merupakan satu-satunya peserta delapan besar (selain Inggris atau Kolombia) dengan jumlah penguasaan bola paling sedikit (rata-rata 37,7 persen per pertandingan). Tapi menariknya, mereka menjadi tim paling efektif.

Andersson biasa memainkan dua striker di depan. Namun, daftar pencetak gol justru merata -- tidak cuma didominasi striker. Buktinya, Andreas Granqvist (bek) menjadi top skor sementara Swedia dengan dua gol.

Pengalaman Bertanding di Piala Dunia
Laga melawan Swiss menjadi pertandingan ke-50 Swedia di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Itu menjadikan mereka sebagai negara kedua dengan koleksi pertandingan terbanyak setelah Meksiko (58).

Menariknya, kedua kesebelasan belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Akankah tahun ini menjadi tahunnya Swedia?

Imbang di Babak Pertama, Tanda Kemenangan Swedia
Pada laga kontra Swiss, babak pertama berakhir dengan skor imbang 0-0. Buat Swedia, ini menjadi tren positif.

Sudah tiga kali Swedia bermain imbang di babak pertama di Piala Dunia 2018 ini (vs Korea Selatan, vs Meksiko, vs Swiss). Hasilnya, mereka berhasil memenangi pertandingan hingga peluit akhir.

Saat berjumpa Jerman, Swedia mampu mencetak gol lebih dulu dan unggul di babak pertama. Uniknya, mereka malah kalah di laga tersebut.

Video: Belanja Sebelum Nonton Pertandingan di Fan Fest Luzhniki, #SalamdariRusia
 



(KAU)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id