Sejarah Piala Dunia

Piala Dunia 1930: Ragam Cerita dan Kontroversi di Hajatan Pertama

A. Firdaus 07 Juni 2018 17:01 WIB
piala dunia 2018
Piala Dunia 1930: Ragam Cerita dan Kontroversi di Hajatan Pertama
Timnas Uruguay (Foto: Dok World Cup Museum)
Sebagai gelaran perdana, Piala Dunia 1930 diwarnai beragam kontroversi dan juga cerita. Mulai dari jumlah kontestan, hingga cekcok kedua finalis terkait penggunaan bola pada laga pamungkas.
 
Piala Dunia 1930 yang digelar di Uruguay ini merupakan ajang yang tak menggunakan sesi kualifikasi untuk ikut partisipasi. Sebab saat itu, negara yang punya tim sepak bola masih dalam hitungan jari.
 
Digelar di Uruguay bukan pilihan yang mudah buat FIFA melangsungkan hajatan perdananya. Meski telah mengundang semua anggota mereka, toh banyak dari negara Eropa yang kurang minat datang ke Benua Amerika.

Klik di sini: Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Supercoppa Italia

Faktornya, akomodasi yang kala itu masih sangat minim. Namun demi bisa memeriahkan gelaran ini, Presiden FIFA saat itu turun tangan dengan mengundang empat tim dari Eropa. Seperti Belgia, Prancis, Rumania, dan Yugoslavia.
 
Sementara dari Benua Amerika, selain Uruguay ada Argentina, Cile, Meksiko, Amerika Serikat, Brasil, Bolivia, Peru, dan Paraguay. Total ada 13 kontestan yang ikut Piala Dunia pertama ini.
 
Tapi dari empat negara Eropa, hanya Yugoslavia yang mampu melangkah jauh. Saat itu Yugoslavia yang kini sudah terpecah menjadi beberapa negara,  mencapai semifinal sebelum akhirnya dihentikan Uruguay lewat kekalahan 1-6.
 
Berebut Penggunaan Bola di Final
Mengalahkan Yugoslavia membuat Uruguay menantang Argentina yang pada semifinal menyingkirkan  Amerika Serika juga dengan skor 6-1. Kedua tim yang kental atas rivalitasnya ini bertanding di Estadion Centenario.
 
Sayangnya polemik muncul sebelum kick off. Wasit yang memimpin laga final, John Langenus dari Belgia dibuat pusing setelah kedua negara sama-sama menyodorkan bola mereka masing-masing untuk digunakan di laga final. Tak ayal perdebatan pun terjadi sehingga memaksa pertadingan diundur beberapa menit.
 
Usai menjalankan musyawarah, akhirnya muncul kesepakatan di mana bola Argentina lebih dulu dipakai pada babak pertama. Kemudian babak kedua menggunakan bola Uruguay. Ternyata bola hasil bawaan sendiri memang mujarab.
 
Argentina mampu unggul 2-1 atas Uruguay pada paruh pertama. Gol-gol Tim Tango dicetak oleh Carlos Peucelle menit ke-20 dan Guellermo Stabile menit 37. Sementara Uruguay sempat unggul duluan lewat gol Pablo Dorado.

Klik di sini: Rayuan Messi untuk Griezmann

Pada babak kedua, gantian menjadi milik Uruguay. Tapi mereka mampu mencetak tiga gol kala itu melalui Pedro Cea (57’), Santos Iriate (68’), dan Hector Castro (89’). Sedangkan Argentina tak mampu membuat satu gol pun. Sehingga Uruguay mampu mengakhiri pertandingan dengan skor 4-2.
 
Skor yang membuat Uruguay menjadi tim pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia. Hingga kini, tim berjulul La Celeste itu telah mengoleksi dua Trofi Jules Rimet. Selain 1930, Uruguay juga mendapatkannya pada Piala Dunia 1950.
 
Meski gagal memenangi juara, Argentina mendapatkan hiburan setelah salah satu pemainnya, Stabile menjadi top skorer pada ajang ini. Mantan pemain Napoli itu mengoleksi delapan gol pada turnamen tersebut.
 
Fakta Menarik Piala Dunia 1930:
-Laga pembuka Grup 1 yang mempertemukan antara Argentina dan Prancis, berakhir lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Wasit yang memimpin laga kala itu, Almeida Rego secara kontroversial mengakhiri laga enam menit sebelum waktu normal berakhir.
 
-Laga yang dihadiri penonton paling sedikit terjadi pada turnamen ini. Tepatnya ketika pertandingan antara Rumania menghadapi Peru di grup 3. Saat itu pertandingan hanya disaksikan 300 penonton.
 
-Amerika Serikat berhak menduduki juara tiga pada tuernamen itu. Mereka mendapatkannya bukan karena bertanding menghadapi Yugoslavia yang juga kalah di semifinal, FIFA memutuskan Amerika sebagai peringkat tiga terbaik karena berdasarkan rangking FIFA.
 
-Sebanyak 10 hingga 15 ribu pendukung Argentina berbondong-bondong ke Uruguay guna menyaksikan langsung tim kesayangan mereka bermain di final, tapi gara-gara jauhnya  perjalanan tak satu pun yang sampai ke stadion sebelum kick off.
 
- Lima hari setelah Piala Dunia bergulir, stadion utama Centenario baru mendapat izin menggelar pertandingan. Sebelum mendapat izin, pertandingan digelar di stadion yang lebih kecil milik klub Nacional dan Penarol.

Otkritie Arena Menjadi Stadion Paling Modern di Moskow




(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id