\ Kelabui Swedia, Pelatih Korsel Suruh Pemainnya Ganti Nomor Punggung
Pelatih Korsel, Shin Tae-yong (Foto: AFP/JOHANNES EISELE)
Pelatih Korsel, Shin Tae-yong (Foto: AFP/JOHANNES EISELE)

Jelang Swedia vs Korea Selatan

Kelabui Swedia, Pelatih Korsel Suruh Pemainnya Ganti Nomor Punggung

Bola piala dunia 2018
Krisna Octavianus • 18 Juni 2018 12:21
Nizhny Novgorod: Pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong punya cara unik untuk mengelabui Swedia jelang pertemuan kedua tim di laga penyisihan Grup F, Senin 18 Juni malam WIB. Dia menyuruh pemainnya berganti nomor punggung setiap laga uji coba jelang Piala Dunia.
 
Korsel tercatat menjalani empat laga uji coba jelang Piala Dunia melawan Honduras, Bosnia-Herzegovina, Bolivia, dan Senegal. Kecuali Son Heung-min dan Ki Sung-yueng yang selalu memakai nomor punggung sama, semua pemain Taeguk Warriors selalu berganti nomor punggung.
 
Shin Tae-yong mengatakan, hal itu dilakukan untuk membingungkan lawan yang dia yakini tidak bisa membedakan anak asuhnya. Apalagi, dia tahu betul Swedia -lawan mereka nanti malam- mengirim orang memantau timnya.
  "Kami mengubah (nomor punggung) mereka karena kami tidak ingin menunjukkan lawan kami segalanya dan mencoba dan membingungkan mereka," kata Tae-yong.
 
"Mereka mungkin tahu beberapa pemain kami tapi sangat sulit bagi orang Eropa untuk membedakan orang Asia dan itulah mengapa kami melakukan itu," tegas Tae-yong.
 
Sementara itu, pelatih Swedia Janne Andersson telah meminta maaf setelah salah satu stafnya memata-matai sesi latihan Korea Selatan yang tertutup di Austria pekan lalu. Akan tetapi, Tae-yong pun tak mempermasalahkan hal tersebut.
 
"Semua pelatih mungkin merasa lawan mereka selalu memata-matai mereka. Saya pikir itu wajar kalau kita semua mencoba untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi satu sama lain," ujar Tae-yong santai.
 
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Janne Andersson tak menampik salah satu stafnya, Lasse Jacobsson, secara diam-diam menyaksikan persiapan Korea di Austria.
 
"Dia memantau tentang sesi latihan, dia tidak mengerti bahwa itu adalah sesi tertutup, dia tidak mengerti dan dia menyaksikan dari kejauhan," kata Andersson.
 
"Sangat penting kita menunjukkan rasa hormat kepada semua lawan kita dalam semua keadaan. Jika seseorang bisa menafsirkannya dengan cara lain, kami menyesalinya," sambung Andersson. (BBC)
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KRS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif