Menanti Keseimbangan Hierro
Skuat Timnas Spanyol
KEJUTAN datang setelah Julen Lopetegui (JL) dipecat setelah dipilih sebagai pelatih Real Madrid pada musim depan. Pengganti JL bukan sosok asing dalam sepak bola Spanyol, namun juga bukan pelatih berpengalaman yakni Fernando Hierro.

Hierro pun menanggung beban untuk melampaui capaian JL ketika menembus Piala Dunia dengan catatan sembilan kali menang dan sekali seri. Keraguan masih ada pada sosok Hierro yang minim pengalaman sebagai pelatih. Hierro hanya pernah menjadi asisten pelatih di Real Madrid dan pelatih di Oveido. Kedua jabatan itu diemban selama dua tahun. Pengalaman Hierro jelas jauh dengan JL yang telah melatih berbagai klub Eropa selama 15 tahun.   

Beruntungnya, secara pengalaman sebagai pemain, Hierro lebih 'kenyang' ketimbang JL. Hierro merupakan bek tangguh pada eranya di Real Madrid. Dia juga meraih gelar bek terbaik UEFA pada 1997/1998. Hierro saat bermain di level tertinggi bisa menjadi bek tengah dan juga sebagai gelandang bertahan. Hierro merupakan salah satu penjaga keseimbangan baik saat di timnas maupun di klub. Selain jago mencetak gol, Hierro juga dikenal memiliki kualitas tackle yang baik. 
 

Baca: Selebrasi Gol dan Evolusi Keindahan Sepak Bola


Dalam kesuksesan Spanyol di ajang Piala Eropa 2008, 2012 serta Piala Dunia 2010, tampak Spanyol tak bisa lepas dari dua atau lebih gelandang tengah yang bertugas melakukan 'pekerjaan kotor' atau dirty work. Dalam strategi sepak bola, permain ini fokusnya menghalau serangan lawan. Pemain seperti ini meksipun dianggap minor, dibutuhkan dalam tim. Pelatih seperti Marcello Lippi, Carlo Ancelloti kerap memiliki pemain bertipe ini. 


Pada Piala Eropa 2008 Spanyol memilki Marcos Senna dan Xabi Alonso sebagai pengemban tugas itu. Xabi Alsonso adalah palang pintu Liverpool, kub saat itu, yang memiliki frekuensi tackle tersukses keempat setelah Jamie Carragher dan Javier Mascherano dalam musim 2007/2008. Peran Senna dalam Piala Eropa 2008 diakui David Sila banyak membantu pemain lain menyusun serangan. Terbukti pada Piala Eropa 2008 rasio kebobolan Spanyol mencapai 0,37 per pertandingan dengan gol kemasukan cuma satu gol per pertandingan. 

Kemudian di Piala Dunia 2010 Spanyol memiliki Xabi Alonso, Javi Martinez serta Sergio Busquets sebagai penghalau serangan lawan. Pada saat itu rasio kebobolan Spanyol mencapai 0,42 gol per pertandingan dengan jumlah kebobolan terbanyak sebanyak satu gol per pertandingan.

Kesuksesan Spanyol saat masih bermainnya Xabi Alonso, Javi Martinez, dan Sergio Busquets pada 2012 berpuncak pada raihan Piala Eropa kedua secara beruntun dengan persentase kebobolan 0,50 per pertandingan dengan kebobolan terbanyak dua gol per pertandingan. 

Dalam Piala Dunia 2018, JL tak memanggil aktor untuk melakukan dirty work itu. Nama-nama seperti Javi Martinez, Ander Herrera, Asier Illarramendi tak dipanggil JL. Spanyol lebih menekankan serangan dengan melihat komposisi gelandang yang dihuni oleh Andres Iniesta, Marco Asensio, Lucas Vazques, Koke, David Silva, Thiago Alcantara. Hanya Sergio Busquets yang bisa memainkan peran tersebut. Tapi itu tidak cukup jika melihat hasil melawan Portugal yang berakhir 3-3. 

Spanyol patut waspada ketika kebobolan tiga gol dari Portugal yang dua di antaranya dimulai melalui skema serangan balik. Serangan balik bisa "membunuh" Jerman ketika melawan Meksiko. Di barisan bek, Spanyol beruntung memiliki duet Ramos dan Pique. Namun Pique kerap mengalami kelemahan saat duel one on one dalam skema serangan balik. Sementara Ramos bisa berperan sebagai penjegal lawan. Ramos saja tak cukup.
 

Baca juga: Pariwisata Olahraga dan Mimpi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia


Tambahan gelandang bertahan diperlukan untuk menghalau serangan lawan yang memiliki serangan balik yang kuat. Thiago Alcantara yang memiliki reputasi sebagai holding mildfider bisa memainkan ritme serangan sekaligus memiliki tackle yang baik. Dari data Whoscored, rasio tackle Thiago per pertandingan mencapai 2,4 kali per pertandingan atau terbaik setelah Arturo Vidal di Bayern Muenchen.

Setelah itu ada Saul Niquez, salah satu gelandang terbaik di spanyol dengan catatan bertahan terbaik di Altetico Madrid. Namun dalam dua pertandingan ketika melawan Iran dan Portugal, Hierro masih mempercayakan satu gelandang bertahan pada sosok Sergio Busquets dengan didampingi gelandang berkarakter menyerang seperti Iniesta dan Vazquez. 

Meskipun ada perdebatan, Hierro memang ahlinya dalam bertahan sebagai pemain. Semoga saja strategi Hierro bisa membawa kemenangan bagi negeri matador. Dukungan skuat Spanyol sebagai salah satu yang terbaik di bumi dengan adanya Diego Costa, salah satu striker 'terganas' di muka bumi, kiper terbaik di Liga Inggris, David De Gea, serta Sergio Ramos yang juga dikenal  lihai 'menekan' musuh sepertinya sangat sulit mencegah langkah Spanyol untuk menjadi kampiun. Kualitas mental pemain Spanyol juga sudah teruji dengan juaranya klub Spanyol pada Liga Champions dan Piala Eropa tahun ini. Semoga virus itu menular di Rusia.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Krasnaya Ploshad




(ACF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id