Zidane memang mampu menghadirkan superioritas untuk Madrid, baik di Eropa maupun di dunia. Namun hal itu ternyata tak membuat ia merasa bangga. Justru ia merasa ada sesuatu yang kurang, ketika tak bisa membawa Madrid sukses di La Liga.
Musim lalu menjadi buktinya. Sergio Ramos dan kolega sempat tampil melempem pada awal musim. Salah satu yang menyesakkan lagi ketika El Real dibantai Barcelona di Santiago Bernabeu dengan skor 0-3 dalam lanjutan La Liga.
Kejadian memalukan dialami Madrid ketika harus tersingkir di tangan Leganes pada ajang Copa del Rey. Saat itu langkah Madrid terhenti di perempat final setelah kalah agresivitas gol tandang oleh Leganes.Klik di sini: Eks Manchester United jadi Andalan di Skuat Resmi Jepang
"Jika saya masih menjadi pelatih Madrid musim depan, akan sulit bagi kami untuk memenangkan piala. Anda melihat di Copa del Rey musim ini dan saya tidak bisa melupakan dengan mudah penampilan kami di kompetisi domestik," ujar Zidane.
"Ada tahapan, periode yang Anda lalui. Dan Anda perlu tahu kapan harus berhenti. Saya pikir itu keputusan yang tepat untuk tim. Saya bukan lelah melatih. Saya sudah melatih selama tiga tahun, tetapi saya pikir untuk saya, ini waktu yang tepat untuk meninggalkan klub," tegasnya.Klik di sini: Arema Butuh Penjaga Gawang Oke
Zidane datang ke Madrid sebagai pelatih pada januari 2016. Pria berusia 45 tahun itu menggantikan posisi Rafael Benitez yang dipecat klub ketika baru tujuh bulan menduduki kursi kepelatihan Madrid.
Legenda Perancis di Piala Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ACF)
