Pertemuan terakhir Bayern Muenchen kontra Borussia Dortmund (Twitter/FC Bayern)
Pertemuan terakhir Bayern Muenchen kontra Borussia Dortmund (Twitter/FC Bayern)

Adu Gengsi di Der Klassiker

Bola liga jerman
Suryopratomo • 09 November 2019 10:32
Minggu ini sepertinya menjadi hari yang penuh dengan pertandingan besar. Di Bundesliga juga akan saling bertemu dua musuh besar Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund. Seperti pertemuan Liverpool dan City, pertandingan di Allianz Arena, Muenchen, akan penuh dengan emosi.
 
Bayern tidak punya pilihan lain kecuali menang karena pekan lalu untuk pertama kalinya dipermalukan Eintracht Frankfurt 1-5. Sang juara bertahan langsung memecat pelatih Niko Kovak karena belum pernah Bayern kalah dan kebobolan sampai lima gol.
 
Pelatih sementara Hans-Dieter Flick mempunyai pekerjaan rumah yang sangat berat. Ia bukan hanya harus mengembalikan nama besar Bayern, tetapi membangun tim yang sedang terkoyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Belum lagi ia harus kehilangan center-back Nicklas Sule dan Lucas Hernandez yang mengalami cedera. Pemain kawakan Jerome Boateng yang menjadi pilihan terakhir juga harus absen dua pertandingan setelah mendapatkan kartu merah saat menghadapi Frankfurt.
 
Flick ditantang membuat keputusan berani menurunkan pemain muda, Lukas Mai. Tetapi dengan tensi yang begitu tinggi, mantan asisten pelatih nasional Joachim Loew akan memilih menempatkan Javi Martinez bermain di jantung pertahanan.
 
Seperti saat menghadapi Olympiakos di Liga Champions, bek kiri David Alaba juga ditarik ke tengah untuk berpasangan dengan Martinez. Posisi bek kiri kemungkinan diisi pemain asal Prancis Benjamin Pavard, sedangkan di kanan ditempati pemain asal Kanada, Alphonso Davies.
 
Pertahanan sayap Bayern perlu waspada karena Dortmund memiliki dua penyerang sayap Thorgan Hazard dan Julian Brandt yang memiliki kecepatan. Apalagi kalau penyerang muda Inggris, Jadon Sancho sudah pulih dari cedera. Flick membutuhkan dua gelandang Joshua Kimmich dan Leon Goretzka atau Corentin Tolisso untuk menahan gempuran pemain Dortmund.
 
Untuk menopang ujung tombak Robert Lewandowski menjaga performa mencetak gol dalam setiap pertandingan di Bundesliga, harapan tertumpu kepada gelandang asal Portugal Philippe Coutinho. Dengan pola 4-2-3-1, dukungan dua pemain muda Kingsley Koman dan Serge Gnabry menjadi kunci untuk bisa mengimbangi trio gelandang Dortmund Axel Wiesel, Achraf Hakimi dan pemain yang tidak mengenal kompromi Raphael Guerreiro.
 
Tugas Bayern untuk merebut angka penuh memang tidak mudah karena Dortmund dalam grafik permainan yang menanjak. Kembalinya Mats Hummel dari Bayern ke Dortmund membuat pertahanan BVB sangat kukuh. Apalagi ia mendapat pendamping pemain muda Manuel Akanji yang 77 persen selalu bisa memenangi perebutan bola di bawah.
 
Cederanya kapten Marco Reus, Paco Alcacer, dan Sancho merupakan pukulan bagi Dortmund. Namun Pelatih Lucien Favre masih memiliki kartu As, bintang Piala Dunia 2014 yang mulai bersinar kembali, Mario Goetze. BVB sudah membuktikan dengan mengalahkan pimpinan klasemen Borussia Moenchengladbach 1-0 dan menghempaskan Wolfsburg 3-0 pekan lalu.
 
Der Klassiker merupakan pertandingan penuh gengsi yang membuat kedua tim akan tampil tidak seperti biasanya. Ibaratnya mereka boleh kalah di pertandingan lain, tetapi tidak Minggu malam ini.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif