Usia yang sudah tak muda lagi, yakni 40 tahun, menjadi alasan utama keputusan pensiunnya. Target terakhir pemain asal Pantai Ganding itu pun membawa Phoenix Rising meraih gelar United Soccer League (USL), liga kasta kedua Amerika setelah MLS.
"Sungguh menyenangkan bagi saya bisa bermain sepak bola. Kini saya mulai melambat di level atas. Musim ini adalah yang terakhir, sudah waktunya sekarang (pensiun)," ucap Drogba kepada Telefoot.
Namun, usai pensiun nanti, Drogba tampaknya masih akan bertahan bersama Phoenix Rising. Pasalnya, selain menjadi penyerang di klub tersebut, ia juga menjadi bagian dari pemilik klub yang didirikan pada 2014 lalu itu.
"Saya sangat menikmati bermain, saya menyukai peran saya sebagai pemilik klub. Saya dikelilingi oleh banyak anak muda dan saya suka menyampaikan pengetahuan saya kepada mereka," tuturnya.
Drogba memulai karier di Prancis bersama Le Mans, Guingamp, dan Olympique Marseille. Ia bahkan sempat membantu Marseille masuk final Piala UEFA 2003-2004 sebelum kalah 0-2 oleh Valencia.
Tampil cemerlang di Ligue 1, Drogba diboyong Chelsea ke Stamford Bridge musim berikutnya. Bermain sembilan musim di Chelsea, Drogba mampu mempersembahkan empat gelar Liga Primer Inggris, empat Piala FA, tiga Piala Liga, dan gelar Liga Champions perdana bagi Chelsea. (Soccerway)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(REN)