Ketua Tottenham Hotspur Daniel Levy (Foto: AFP/Olly Greenwood)
Ketua Tottenham Hotspur Daniel Levy (Foto: AFP/Olly Greenwood)

Wabah Virus Korona

Hindari Krisis Keuangan, Tottenham Pangkas Gaji Karyawannya

Bola liga inggris tottenham hotspur Virus Korona
Patrick Pinaria • 01 April 2020 16:51
London: Tottenham Hotspur terancam krisis keuangan gara-gara pandemi korona. Demi mengurangi beban finansial klub, The Lilywhites memotong gaji 550 karyawan sebanyak 20 persen.
 
Klub-klub di Inggris sedang vakum bertanding karena Liga Primer Inggris diberhentikan sementara. Penundaan tersebut diputuskan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) guna mencegah penyebaran pandemi korona yang sedang melanda di negera mereka.
 
Penundaan liga lantas berefek buruk bagi keuangan klub. Mereka minim pemasukan yang didapat hasil dari penjualan tiket dan hak siar pertandingan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Demi menyelamatkan finansial klub, Tottenham memutuskan untuk memangkas gaji 550 karyawannya sebanyak 20 persen. Pemotongan gaji pun juga diterima oleh bos Tottenham Daniel Levy.
 
"Klub mengambil langkah-langkah untuk mengurangi biaya, kami membuat keputusan yang sulit untuk melindungi pekerjaan dan mengurangi remunerasi dari 550 staf, direktur dan karyawan non pemain untuk bulan April dan Mei sebesar 20 persen," ujar Levy lewat situs resmi klub Tottenham, Rabu (1/4/2020).
 
"Kami berharap diskusi saat ini antara Liga Premier Inggris, PFA (Asosiasi Pesepakbola Profesional) dan LMA (Asosiasi Manajer Liga) akan menghasilkan kontribusi pemain dan pelatih bagi sistem ekologi sepak bola," sambungnya.
 
Keputusan pemotongan gaji staf di Tottenham cukup menuai pertanyaan. Mengingat, mereka dikabarkan mendapat keuntungan sebesar 68,6 juta poundsterling setelah sukses menembus final Liga Champions dan penyelesaian stadion baru.
 
Namun, Levy buru-buru memberikan klarifikasi soal keuntungan Tottenham itu. Ia menilai keuntungan yang didapat pada musim lalu tak memberikan efek signifikan buat klubnya, terutama saat menghadapi situasi pandemi korona.
 
"Ketika saya membaca atau mendengar cerita tentang transfer pemain musim panas ini seolah-olah tidak ada apa pun yang terjadi, orang-orang perlu menyadari betapa dahsyatnya yang terjadi di sekitar kita saat ini," tutur Levy.
 
"Kami mungkin klub terbesar kedelapan di dunia berdasarkan pendapatan menurut survei Deloitte, tetapi semua data historis itu sama sekali tidak relevan karena virus ini tidak memiliki batas," tutupnya.
 
Saat ini, Tottenham juga tidak dalam kondisi menguntungkan di klasemen Liga Primer Inggris 2019--2020. The Lilywhites menempati posisi kedelapan di klasemen sementara dengan mengoleksi 41 poin. Posisi yang membuat mereka terancam tak tampil di Liga Champions musim depan. (Ant)
 

Video: Paulo Dybala Terpapar virus korona
 

 

(ASM)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif