Josep Pep Guardiola (Foto: AFP/Oli Scarff)
Josep Pep Guardiola (Foto: AFP/Oli Scarff)

Guardiola: Pemain Muda Butuh Liga Kompetitif di Inggris

Bola liga inggris manchester city
Patrick Pinaria • 08 Januari 2019 23:50
Pep Guardiola menganggap dirinya bukan menjadi penyebab kepergian para pemain muda Manchester City. Menurutnya, kepergian para pemain The Citizens menjadi salah satu tanggung jawab untuk operator Liga Inggris.
 
Manchester
: Pelatih Manchester City Josep "Pep" Guardiola sedang menuai banyak kritik. Musababnya, pria asal Spanyol tersebut jarang memberikan kesempatan bermain untuk para pemain muda. Gara-gara keputusannya itu pula, The Citizens banyak kehilangan pemain muda.
 
Sudah ada dua pemain yang memutuskan meninggalkan City karena kurang mendapat kesempatan bermain. Di antaranya adalah Jadon Sancho dan Brahim Diaz.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Sancho lebih dahulu meninggalkan Etihad Stadium dan bergabung dengan Borussia Dortmund pada Agustus 2017. Bersama Die Borussen, pemain Inggris tersebut justru bersinar dan jadi salah satu pemain yang tidak tergantikan.
 
Teranyar, giliran Brahim Diaz, salah satu pemain muda yang digadang-gadang punya masa depan cerah, memutuskan hengkang dari City. Ia memilih bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer Januari 2019. Keduanya punya alasan yang sama, yakni tidak mendapatkan kesempatan bermain di City.

Baca: Wasit Terima Rp45 Juta untuk Menangkan Persibara

Kondisi ini membuat Guardiola ramai dikritik karena dinilai tidak peduli terhadap perkembangan para pemain muda. Menyikapi kritikan tersebut, Guardiola justru balik menyalahkan operator kompetisi di Inggris. Menurutnya, operator liga membuat kompetisi lebih serius untuk para pemain muda yang setara dengan Liga Primer Inggris.
 
"Buat liga kedua yang lebih bagus. Buat tim kedua yang lebih bagus dan Anda akan melihat berapa banyak pemain muda berkembang di Liga Primer Inggris," ujar Guardiola.

Baca: Profil Brahim Diaz: Dari Ball Boy, Kini Main di Real Madrid

"Bermain melawan tim yang sesungguhnya. Melawan orang-orang yang berusia 24, 25, 26, dan 27 tahun. Bersaing sungguh-sungguh setiap akhir pekan dengan permainan sungguh-sungguh. Berjuang untuk bertahan atau untuk terdegradasi. Ciptakan kompetisi tim muda seperti itu," tambahnya.
 
"Dan setelahnya, mungkin para pelatih di Liga Primer akan punya banyak keberanian untuk menempatkan mereka di tim utama. Tetapi, sejauh ini, mereka belum berani. Mereka hanya berani memainkan setiap pertandingan persahabatan akhir pekan," tutur Guardiola. (Four Four Two)
 

Video: Persija Jajal Lapangan Latihan Baru
 

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif