Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro (kiri), menyatakan dukungannya kepada Satgas Antimafia Bola untuk memberantas skandal pengaturan skor di Indonesia (Foto: medcom.id/Riyan Ferdianto)
Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro (kiri), menyatakan dukungannya kepada Satgas Antimafia Bola untuk memberantas skandal pengaturan skor di Indonesia (Foto: medcom.id/Riyan Ferdianto)

Satgas Antimafia Bola, Harapan Baru Tuntaskan "Kanker" di Sepak Bola Indonesia

Bola liga indonesia pssi Pengaturan Skor Sepak Bola
Riyan Ferdianto • 28 Desember 2018 17:41
Langkah cepat yang dilakukan Satgas Antimafia Bola untuk membongkar skandal pengaturan skor di Indonesia mendapatkan apresiasi besar. Paguyuban Suporter Timnas Indonesia berharap, satgas bentukan Polri ini bisa menuntaskan penyakit "kanker" di sepak bola Indonesia.
 
Jakarta:
Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengapresiasi Satuan Tugas Antimafia Bola. PSTI menilai, pembentukan Satgas yang dibentuk kepolisian memberikan harapan untuk sepak bola Indonesia.
 
Satgas Antimafia Bola bergerak cepat dengan membuka pusat pengaduan dan melakukan pemeriksaan sanksi dan pihak terkait. Teranyar, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Lin Eng (JLE), ditangkap Satgas Antimafia Bola terkait kasus pengaturan skor, Kamis 27 Desember.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JLE ditangkap setibanya di Halim usai menumpangi pesawat Citilink QG-122 dari Solo, Jawa Tengah. Ia diringkus pukul 10.12 WIB di area kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma dan dibawa ke Polda Metro pada pukul 10.19 WIB.

Baca:Dwi Irianto alias Mbah Putih Ditangkap Satgas Mafia Bola


"Mengapa kita katakan pembentukan Satgas Antimafia Bola memberikan harapan, karena sebelumnya setiap muncul skandal pengaturan skor proses penyelesaian yang dilakukan PSSI melalui komdis selalu mengecewakan," kata Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignasius Indro.

PSSI Tidak Serius dalam Memberantas Kasus Pengaturan Skor


Ignasius juga mengatakan, langkah PSSI dalam memberikan hukuman tidak sampai akar pelaku utama. Ia menilai, langkah yang dilakukan PSSI selama ini hanya sampai pelaku lapangan dan bukan utama.
 
"Jika pun diperiksa dan pelakunya dihukum umumnya hanya dijatuhi sanksi yang bersifat administratif dan tidak menjerakan. Pelaku yang diberikan sanksi pun hanya pelaku “lapangan” dan tidak berupaya menyentuh pelaku utama atau mafia sepak bola yang sesungguhnya," tegasnya.
 
"Celakanya banyak pelaku yang telah dihukum di lain waktu bahkan masih bisa eksis kembali ke lapangan atau beraktifitas di dunia sepak bola," tambahnya.

Pentingnya Peran Masyarakat Bongkar Kasus Pengaturan Skor


Oleh karena itu, PSTI berharap Satgas Antimafia Sepak Bola bisa memberantas seluruh mafia sepak bola di Indonesia. Tidak lupa PSTI meminta dukungan masyarakat untuk ikut membantu Satgas Antimafia.
 
"Langkah kepolisian membentuk Satgas Antimafia Sepak Bola dan penetapan tiga orang tersangka yang diduga terlibat pengaturan skor layak mendapat apresiasi dan dukungan. Kita semua pecinta sepak bola Indonesia punya harapan agar Satgas Polri nantinya juga bergerak memberantas seluruh mafia sepak bola hingga mafia kelas kakap," ungkapnya.

Baca juga:Bambang Suryo Siap Lawan Sanksi PSSI


"Kerja sama semua pihak tentu saja dibutuhkan agar kerja-kerja dari Satgas ini tidak saja membongkar namun juga menuntaskan “kanker” dalam sepak bola Indonesia dan memprosesnya hingga Pengadilan," tambahnya.

Gerak Cepat Satgas Tangkap Pelaku Pengaturan Skor


Sejak dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Satgas Antimafia Bola yang diketuai oleh Brigadir Jendral (Brigjen) Hendro Pandowo dan Brigjen Krishna Murti sebagai wakilnya, langsung bergerak cepat.
 
Hingga kini, tim yang terdiri dari 145 orang anggota ini telah menangkap empat tersangka terduga pelaku pengaturan skor, seperti Ketua Asprov DIY Johar Lin Eng, mantan anggota komite wasit Priyanto serta anaknya Anik Yuni Artika Sari. Teranyar, Satgas menangkap mantan Waketum Asprov PSSI DIY, Dwi Irianto yang akrab disapa Mbah Putih.
 
Selain itu, Satgas juga sudah melakukan pemanggilan kepada beberapa orang saksi. Mereka adalah; manajer Madura FC Januar Herwanto, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video:?Exco PSSI Ditangkap atas Dugaan Kasus Pengaturan Skor

 

(ACF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi