\ BCS Boikot Laga PSS Sleman di Piala Presiden
Tribun sisi selatan Stadion Maguwoharjo Sleman yang biasa ditempati kelompok BCS lengang dalam laga PSS melawan Madura United di Piala Presiden. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Tribun sisi selatan Stadion Maguwoharjo Sleman yang biasa ditempati kelompok BCS lengang dalam laga PSS melawan Madura United di Piala Presiden. (Foto: medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Piala Presiden 2019

BCS Boikot Laga PSS Sleman di Piala Presiden

Bola PSS Sleman Piala Presiden 2019
Ahmad Mustaqim • 05 Maret 2019 16:27

Suporter PSS Sleman memboikot laga perdana penyisihan grup D Piala Presiden 2019. Mereka tak sepakat dengan kebijakan yang diambil pengelola klub.

Sleman: Salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) memboikot laga tim mereka pada laga perdana penyisihan grup D Piala Presiden 2019. BCS yang biasa berada di sisi selatan tribun tidak hadir di Stadion Maguwoharjo Sleman pada Selasa, 5 Maret 2019.
 
PSS menghadapi Madura United pada laga perdana Piala Presiden 2019. Setelah itu, Persija Jakarta akan menghadapi Borneo FC.
 
Protes BCS ini disiarkan lewat situs kelompok suporter tersebut. Secara garis besar, mereka kecewa dengan sejumlah kebijakan yang diambil PT Putra Sleman Sembada (PSS) sebagai pengelola klub.
  Sejumlah tuntutan BCS di antaranya adanya program pembinaan akademi usia muda, pembangunan mess untuk para pemain, penyediaan lapangan pelatih, serta adanya divisi khusus yang bertugas menangani bisnis untuk kemandirian tim.
 
"PT Putra Sleman Sembada (PSS) harus segera menghapus peran dan posisi ganda di tubuh perusahaan. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dirasa tidak cakap jika harus memiliki lebih dari satu posisi dan peran. Kekurangan SDM ini jelas menghambat kinerja perusahaan," demikian salah satu tulisan tuntutan dalam situs BCS.
 
Kemudian, BCS juga menuntut manajemen memanfaatkan dan mengutamakan peran media ofisial tim, penyelenggaraan pertandingan yang profesional, serta SOP perusahaan yang jelas dalam mengelola klub.
 
"Jika dari poin-poin di atas, PT PSS tidak menyanggupi terhitung dimulai pada tanggal 2 Maret 2019, BCS akan melakukan boikot pertandingan PSS Sleman selama batas waktu yang tidak ditentukan," lanjut dalam tulisan itu.
 
Menanggapi sikap BCS, CEO PT PSS, Soekeno menyatakan terima kasih atas tuntutan terbuka itu. Ia menilai tuntutan itu wujud kecintaan suporter kepada tim.

Baca: Dejan Antonic Menolak Sebutan 'Galaticos' untuk Madura United

Ia menyadari, sejumlah proses yang dilakukan manajemen sejauh ini belum memuaskan. "Kami mohon maaf atas hal-hal yang belum sesuai dengan harapan suporter,"
ujar Soekeno.
 
Ia menyatakan akan mencoba memenuhi tuntutan itu. Namun, kata dia, sejumlah keputusan yang sudah diambil telah disepakati dalam rapat manajemen. Menurut dia, tuntutan lain suporter bisa dipenuhi secara bertahap.
 
"Apa yang suporter inginkan sejalan dengan kami untuk membuat tim kesayangan kita menjadi lebih baik. Semua butuh waktu, ada yang bisa dilakukan dengan segera dan ada yang perlu disiapkan secara matang. Kami berterima kasih, sekali lagi, terhadap masukan dan kritikan yang telah disampaikan. Kami selalu terbuka untuk berdialog demi kepentingan tim. Kibarkan bendera, kita bernyanyi bersama," kata dia.
 
Video: Timnas U-22 Diarak Keliling Ibu Kota
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ASM)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif