Pelatih PSIM, Liestiadi (kedua kiri) dan pelatih Persis Solo, Salahudin (kedua kanan). (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Pelatih PSIM, Liestiadi (kedua kiri) dan pelatih Persis Solo, Salahudin (kedua kanan). (Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Berbagai Pihak Minta Suporter PSIM dan Persis Tertib

Bola liga 2 indonesia
Ahmad Mustaqim • 21 Oktober 2019 07:07
Yogyakarta: Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo makin terasa panas jelang lanjutan Liga 2 Indonesia 2019, Senin 21 Oktober. Itu bisa terlihat lewat sikap Panitia Pelaksana PSIM yang tidak memberikan tiket kepada suporter Persis.
 
Rivalitas kedua tim serumpun dengan sejarah kerajaan Mataram ini memang sudah terjadi bertahun-tahun. Untuk itu, berbagai pihak meminta suporter bisa menjaga suasana, baik itu sebelum, hingga sesudah pertandingan.
 
Tensi semakin tinggi karena hanya kemenangan yang memberikan harapan kedua tim untuk lolos ke babak delapan besar. Meski begitu, hasil laga tersebut juga masih bergantung dengan laga PSBS Biak kontra Martapura FC.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Dukung tim ini dengan sepenuh hati. Berdoa, jaga sportivitas agar bagaimana kita bisa menang dengan elegan," kata Pelatih PSIM, Liestiadi di Yogyakarta pada Minggu, 20 Oktober 2019.
 
Liestiadi meminta para suporter PSIM tertib dan sportif sebagai penonton. Seperti apapun panasnya laga harus bisa diselesaikan dengan persaudaraan.
 
"Sepak bola adalah persaudaraan. Kami akan bermain dengan hati untuk bisa memenangkan pertandingan," ujarnya.
 
Pelatih Persis, Salahudin juga mengharapkan hasil serupa. Sepak bola, kata dia, merupakan hiburan yang harus bisa dinikmati berbagai kalangan.
 
"Kita sama-sama bersaudara. Kita berharap pertandingan tetap berjalan normal, suporter dan semua elemen jaga persaudaraan," ungkapnya.
 
Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Armaini, berharap suporter tidak terpancing emosi selama laga berlangsung. Sebab, pihaknya sempat menemukan berbagai spanduk provokatif sejak beberapa hari lalu.
 
"Kami sudah turunkan spanduk-spanduk itu. Pasti dipasang oleh oknum yang tidak jelas karena sangat bertolak belakang dengan budaya Jogja," ucap Armaini.
 
Demi mencegah hal yang tidak diinginkan, lanjut Armaini, pihaknya sudah menyiagakan para personel, baik itu di dalam maupun di luar Stadion Mandala Krida
 
"Penonton itu kan datang baik, ingin menyaksikan pertandingan. Ya sudah, silakan menyaksikan pertandingan. Mari kita junjung fair play," tutup Armaini.
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif