NEWSTICKER
Ilustrasi by Medcom.id
Ilustrasi by Medcom.id

Liga 2 Dinilai Cacat Hukum, APPI Semprot PSSI dan LIB

Bola liga 2 indonesia
Rendy Renuki H • 17 Maret 2020 17:20
Jakarta: Asosisasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) menyemprot PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) lantaran mengizinkan Liga 2 2020 bergulir. Padahal kompetisi kasta kedua Tanah Air itu dinilai masih cacat hukum.
 
Masalah penunggakan gaji pemain sejumlah klub peserta Liga 2 menjadi masalah yang disorot APPI. Penunggakan gaji pemain itu pun membuat Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) belum mengeluarkan rekomendasi.
 
Namun, PSSI dan PT LIB seolah tak menggubris hal tersebut. Terbukti Liga 2 2020 sudah resmi digelar Sabtu 14 Maret lalu, yang mempertemukan Persiba Balikpapan versus Kalteng Putra di Stadion Batakan, sebagai pertandingan pembuka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  APPI pun melayangkan protes kepada PSSI dan PT LIB untuk segera menyelesaikan persoalan penunggakan gaji. Pasalnya PSSI dan LIB dinilai melecehkan putusan berkekuatan hukum tetap yang dikeluarkan National Dispute Resolution Chamber (NDRC).
 
NDRC melarang lima klub peserta Liga 2 2020 yakniPSPS Riau, Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang Serang, serta PSMS Medan tampil karena penunggakan gaji. BahkanPSPS seharusnya tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama tiga periode karena dihukum NDRC yang merupakan program percobaan FIFA dan dipercayakan kepada PSSI.
 
Berikut pernyataan sikap APPI:
 
1. APPI protes keras terhadap proses verifikasi yang tidak mengikuti regulasi FIFA yang sudah diberlakukan secara global dalam sepakbola yaitu Club Licencing Regulation yang dalam salah satu aspeknya ialah masalah financial yang harus diselesaikan dan menjadi salah satu indikator utama suatu klub dapat mengikuti kompetisi sepakbola profesional.
 
2. Bahwa klub-klub seperti PSPS Riau, PSMS Medan, Kalteng Putra, Perserang dan Mitra Kutai Kertanegara masih memiliki tunggakan gaji di kompetisi sebelum-sebelumnya dan belum ada kesepakatan mengenai pembayarannya namun terjadi pembiaran sehingga klub-klub bermasalah tersebut tetap dapat mengikuti kompetisi Liga 2 meskipun belum memenuhi aspek financial dalam regulasi.
 
3. Bahwa APPI telah mengawal proses verifikasi sebagaimana tersebut di atas dengan maksimal sehingga sampai dengan saat ini pun BOPI belum mengeluarkan rekomendasi untuk pelaksanaan Kompetisi Liga 2 Tahun 2020 namun ternyata kompetisi tetap berjalan dengan tetap mengikutsertakan klub-klub yang bermasalah dimaksud.
 
4. Bahwa hal lain yang membuat kami sangat kecewa dan berang adalah adanya pelecehan hukum oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari suatu Lembaga Penyelesaian Sengketa Nasional amanat dari Circular FIFA nomor 1129 yaitu National Dispute Resolution Chamber (NDRC) yang juga merupakan pilot project FIFA.
 
5. Putusan NDRC yang menghukum klub PSPS Riau untuk tidak dapat melakukan pendaftaran pemain baik tingkat nasional maupun internasional selama 3 (tiga) periode transfer sebelum melakukan pembayaran gaji pemain yang masih tertunggak diacuhkan dan tidak diindahkan oleh PSSI dan PT LIB dengan tetap membolehkan klub PSPS Riau mengikuti kompetisi Liga 2 Tahun 2020.
 
6. Bahwa terhadap poin nomor 4 di atas kami sudah langsung berkomunikasi dan melaporkan hal ini kepada FIFA dan FIFPro untuk memproses dan menindak terhadap adanya pelanggaran terhadap Lembaga penyelesaian sengketa yang dibentuk oleh FIFA tersebut. Meskipun hal ini sangat kami sesalkan karena ada potensi hukuman yang lebih besar yang akan dijatuhkan oleh FIFA yang nantinya justru akan merugikan sepakbola Indonesia itu sendiri.
 
7. Bahwa APPI juga menyayangkan ternyata kasus tunggakan gaji pemain oleh klub-klub masih terjadi setiap tahun bahkan tahun ini ada peningkatan jumlah klub yang menunggak gaji pemain di musim kompetisi 2019.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif