Skuat Persebaya Surabaya. (Foto: Antara/Zabur Karuru)
Skuat Persebaya Surabaya. (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Djanur Menyoroti Lini Tengah Persebaya

Bola persebaya
Daviq Umar Al Faruq • 15 April 2019 17:27

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman punya catatan tersendiri terkait kekalahan dari Arema pada partai pamungkas Piala Presiden.

Malang: Lini tengah Persebaya Surabaya dinilai kalah bersaing dengan Arema FC pada final leg kedua Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 12 April 2019 lalu. Alhasil, Persebaya kalah 0-2.
 
"Banyak yang harus di evaluasi, lini tengah terutama. Kami ada sedikit keropos di situ. Itu yang harus kami perbaiki, karena Arema menang di situ," kata Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurdjaman.
 
Djanur mengatakan, dalam laga final tersebut, lini tengah Persebaya kalah dengan superioritas gelandang Arema, Makan Konate. Padahal, lini belakang Bajul Ijo sudah dapat mengantisipasi lini depan Arema.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Lini depan mereka sudah dapat kami atasi, tapi kami kalah di tengah. Baik saat final di Malang dan di Surabaya, Makan Konate begitu superior di tengah, tidak bisa diimbangi oleh pemain kami. Itu menjadi evaluasi kami sementara," jelasnya.
 
Pelatih berusia 60 tahun itu menambahkan, ada dua opsi untuk mengatasi masalah lini tengah tersebut. Antara lain memperbaiki performa pemain yang ada atau menambah pemain baru di lini tengah.

Baca: Hasil Undian Babak 8 Besar Piala Indonesia

"Itu yang menjadi pemikiran kami. Apakah memperbaiki pemain yang ada atau menambah pemain. Sejauh ini kami sudah komunikasi dengan manejemen terkait penambahan pemain," tutur Djanur.
 
"Kami mau bicarakan soal itu. Tapi masih belum ada sebuah keputusan apakah menambah atau memperbaiki pemain yang ada," imbuhnya.
 
Di sisi lain, Djanur mengaku tidak ada masalah dengan lini depan Persebaya. Bahkan, dia menampik anggapan bahwa striker andalannya, Amido Balde bermain buruk.
 
"Memang kita akui saat lawan Arema, Balde di samping dia juga kurang banyak bergerak, tapi supply di tengah juga kurang. Saya pikir dia memang selalu dijaga ketat oleh dua pemain lawan, Hamka Hamzah dan Arthur Cunha," terangnya.
 
"Balde juga terbawa agak sedikit emosional pada pertandingan itu. Itu yang harus diperbaiki. Tapi sejauh ini kita akan berikan kesempatan terus pada Balde. Saya yakin performa Balde masih bisa ditingkatkan," pungkasnya.
 
Persebaya gagal meraih gelar juara Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat, 12 April, malam. Persebaya gagal setelah dikalahkan Arema FC dengan skor 2-0 pada leg kedua.
 
Video: Anthony Ginting ke Semifinal Singapura Open
 

(ASM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif