Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Saat berkunjung ke Redaksi medcom,id (Foto: medcom.id/Genta Prayogi)
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Saat berkunjung ke Redaksi medcom,id (Foto: medcom.id/Genta Prayogi)

Polemik Pengaturan Skor Sepak Bola

Geledah Apartemen Jokdri, Satgas Sita 75 Barang Bukti

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Siti Yona Hukmana • 15 Februari 2019 16:33

Penggeledahan apartemen Joko Driyono atau Jokdri dilakukan Satgas Antimafia Bola pada Kamis malam 14 Februari 2019. Dari apartemen Plt Ketum PSSI tersebut, Satgas menyita 75 barang bukti.


Jakarta: Tim Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menggeledah kediaman pelaksana tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Plt Ketum PSSI) Joko Driyono di Apartemen Taman Rasuna Tower 9, Jakarta Selatan. Dari penggeledahan itu, polisi mengangkut sejumlah barang bukti (BB).
 
"Beberapa barang yang disita oleh penyidik itu salah satunya ada laptop, ada handphone (HP), kemudian ada bukti transfer, kemudian ada juga ATM, ada juga buku tabungan dan lain lain. Itu ada sekitar 75 item," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Menurut dia, sebanyak 26 penyidik menyisir tempat tinggal Jokdri pada Kamis, 14 Februari 2019. Sejumlah barang bukti itu kini tengah dievaluasi penyidik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Tim penyidik tadi membawa BB yang sudah diketahui yang punya (JD), artinya yang berita acara barang disita itu diserahkan ke Polda Metro," ungkap Argo.
 
Penggeledahan ini adalah tindak lanjut dari laporan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Laksmi Indaryani. Dia mengungkap dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Liga 1 dan 2.

Baca: Jokdri: Ini Pengalaman Hidup Pertama Saya Dipanggil Polisi


Dalam kasus mafia bola, polisi telah menetapkan 11 tersangka. Mereka adalah mantan anggota Komisi Wasit Priyatno, wasit futsal Anik Yuni Artika Sari, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Persibara Banjarnegara vs Pasuruan Nurul Safarid, staf direktur perwasitan PSSI Mansyur Lestaluhu, dan pemilik klub PSMP Mojokerto Vigit Waluyo. Sementara itu, tersangka P, CH, NR, dan DS masih buron.
 
Para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, suap, hingga pencucian uang. Mereka diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 

 

(OGI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif