Satgas Antimafia Bola menyegel Kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta (Antara Foto/Dhemas Reviyanto)
Satgas Antimafia Bola menyegel Kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta (Antara Foto/Dhemas Reviyanto)

Pakar Hukum Ingatkan Satgas Antimafia Bola Jangan Gegabah

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Rendy Renuki H • 11 Februari 2019 08:39
Jakarta: Pakar Hukum Pidana, Abdul Ficar Hadjar, mengingatkan Satgas Antimafia Bola jangan gegabah memproses kasus pengaturan skor. Kepolisian menurutnya tidak bisa langsung menyebut terdapat penghilangan dan perusakan barang bukti kasus tersebut.
 
Seperti diketahui, ruang sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang juga kantor marketing Persija di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta dimasuki oknum, 1 Februari lalu. Mereka dilaporkan mengambil sejumlah barang seperti rekaman CCTV, laptop inventaris Persija, dan ponsel yang diduga milik Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.
 
Padahal ruangan tersebut telah disegel kepolisian. Atas kejadian itu, Satgas menetapkan tiga tersangka, dan memastikan kasus perusakan barang bukti terus berlanjut, karena dianggap sebagai upaya menghalangi penyelidikan dan penyidikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Namun, Abul Ficar berpendapat, polisi tidak bisa langsung menyebut upaya tersebut sebagai penghilangan atau perusakan barang bukti. Karena bisa saja dokumen dan barang yang diambil itu tidak terkait kasus pengaturan skor.
 
"Butuh waktu dan proses cukup panjang dalam mencari pelaku pengaturan skor. Sebab, dokumen-dokumen tersebut bisa jadi bukan terkait dengan kasus tersebut. Tergantung alat bukti dan keterangan saksi-saksi," ungkap pakar hukum pidana Universitas Trisakti tersebut kepada wartawan, Minggu 10 Februari.
 
"Harus dipaparkan secara rinci mengenai isi dokumen di dalam laporan keuangan itu. Apakah berkaitan dengan pengaturan skor," sambungnya.
 
Menurutnya, dalam mengungkap pengaturan skor, bukan cuman dokumen, polisi bisa memeriksa rekaman pertandingan untuk membuktikan telah terjadi pengaturan skor. Hanya saja, sangat sulit membuktikan praktik tersebut melalui rekaman pertandingan.
 
"Ya, bisa saja untuk memperkuat alat bukti keterangan saksi karena keterangan saksi lebih kuat. Dalam rekaman pertandingan tidak menggambarkan pengaturan skor dan memperlihatkan bukti berupa uang suap. Semua bisa terlihat secara wajar," pungkasnya.
 
Sementara, Pembina Persija, Komjen Pol (Pur) Safruddin, mempersilahkan polisi memproses siapapun yang terlibat. Namun Safruddin mengingatkan bahwa itu bukan mewakili institusi tapi hanya oknum.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif