Joko Driyono (MI/MOHAMAD IRFAN)
Joko Driyono (MI/MOHAMAD IRFAN)

Penasihat Hukum Jokdri Optimistis Patahkan Tuntutan JPU

Bola pssi
Rendy Renuki H • 05 Juli 2019 09:14
Jakarta: Mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono dituntut hukuman dua tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan, Kamis 4 Juli. Jokdri--sapaannya menghadapi tuntutan tersebut atas perkara perusakan dan penghilangan barang bukti di Kantor Komite Disiplin PSSI, 1 Februari lalu.
 
JPU menuntut Jokdri dengan hukuman tersebut karena memenuhi unsur Pasal 235 jo 233 jo 55 ayat (1) ke-1, sebagaimana dakwaan alternatif kedua subsider. Di mana terdakwa dianggap sengaja menghancurkan, merusak, atau menghilangkan barang bukti.
 
Namun, anggota tim penasehat hukum terdakwa, Mustofa Abidin optimistis dapat mematahkan dalil tuntutan jaksa terhadap kliennya. Menurutnya, tidak satu pun fakta persidangan yang memenuhi unsur pasal yang digunakan JPU dalam tuntutanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Kami optimis, nanti saat pledoi akan kami paparkan semua argumentasi hukum kami yang akan mematahkan argumentasi JPU," ujar Mustofa Abidin.
 
Ia menyatakan akan membedah satu per satu unsur pasal 233 KUHP dengan fakta di persidangan.Ia menambahkan, sesuai fakta persidangan perkara ini sama sekali tidak terkait dengan perkara match fixing di sepak bola, seperti yang sedang disidangkan di PN Banjarnegara.
 
"Nanti akan terlihat jelas bila pasal itu kita sandingkan dengan fakta persidangan. Tunggu saja nanti nota pembelaan dari kami," pungkasnya.
 
Sidang lanjutan Joko Driyono akan dilanjutkan Kamis 11 Juli mendatang dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa dan dari tim penasehat hukum.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif