Enam tersangka kasus pengaturan skor sepak bola yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah (Medcom/Yona Hukmara)
Enam tersangka kasus pengaturan skor sepak bola yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah (Medcom/Yona Hukmara)

Kuasa Hukum Johar Lin Eng Puas dengan Sidang Kedua

Bola Pengaturan Skor Sepak Bola
Rendy Renuki H • 10 Mei 2019 09:09
Jakarta:Sidang kedua kasus dugaan pengaturan skor sepak bola kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis 09 Mei. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu menghadirkan terlapor Lasmi Indaryani dan suami I Putu Dodi Mangkikit yang merupakan mantan ketua harian Askap PSSI Banjarnegara.
 
Selain itu, sejumlah saksi lain juga dihadirkan dalam persiangan yang rampung sebelum adzan maghrib. Salah satunya adalah bupati Budi Sarwono dan Mukodam selaku asisten manajer Persibara Banjarnegara.
 
Dalam fakta persidangan, Budi di hadapan majelis hakim mengakui jika tidak ada keterkaitan antara perkara dengan terdakwa Johar Lin Eng. Keterangan tersebut mendapat tanggapan positif dari Kuasa Hukum Johar, Kairul Anwar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  "Kalau Pak Johar cukup bagus lah pemeriksaan hari ini. Satu, Pak Bupati menyampaikan memang tidak ada keterkaitan dengan perkara ini. Lasmi juga tak bisa menjelaskan dengan jelas dan tegas jika Pak Johar yang mengatur semuanya," ungkapnya lewat pernyataan resmi yang diterima Medcom.id.
 
Dalam fakta persidangan, Lasmi memberikan banyak kesaksian jika ada permintaan uang dari terdakwa Prianto alias Mbah Pri melalui Anik Yuni Artikasari alias Tika (terdakwa lain) untuk memuluskan langkah Persibara ke Liga 2. Padahal, lanjut Kairul, Johar sudah mengingatkan agar berhati-hati mengenai permintaan itu termasuk soal transfer uang.
 
"Bahkan juga tadi dibacakan WA-nya Pak Johar yang mengingatkan Lasmi bahwa jangan percaya Pak Pri. Itu warning yang pertama," tegasnya.
 
"Lalu warning yang kedua, untuk menjadi tuan rumah (babak 32 besar Liga 3 nasional 2018) Pak Johar berpesan tidak bisa. Tapi pihak lain menyatakan itu bisa. Artinya itu bukan pengaruhnya Pak Johar untuk memainkan ini," kata Kairul.
 
Pria yang juga Direktur Utama PSIS Semarang tersebut menilai fakta persidangan sudah cukup terang. Terlebih Lasmi sendiri pun juga tidak secara tegas mengatakan aliran uang ini ke mana-mana.
 
"Dia tidak mau menyebutkan karena dia memang tidak tahu. Cukup objektif beliau ini. Pak budi terutama juga objektif. Jadi tidak ada masalah. Nanti tinggal kita lihat perkembangannya di persidangan selanjutnya," pungkasnya.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif